Macam-Macam Pasar Input: Contoh dan Teorinya

Didalam kehidupan sehari-hari tentunya kita semua sudah mengetahui apa itu pasar, bahkan beberapa hari pergi kepasar untuk berbelanja atau membeli keperluan rumah tangga lainya.

Akan tetapi tahukah Anda kalu sekarang ini ada yang namanya pasar input, mungkin kebanyakan orang hanya tau pasar yang ada di sekitarnya, dan pasar input ini ada beberapa jenisnya.

Nah disekempatan kali ini akan dibawah tentang jenis, contoh dan teori pasar input. Mungkin banyak orang yang belum paham tentang pasa inmput ini.

Dipembahasan sebelumnya juga sudah dijelaskan mengenai pengertian dan ciri-ciri dari pasar input dan pasar output.

Macam-Macam Pasar input

Didalam faktor produksi pada pasar input dikelompokkan menjadi 4, apa saja itu? Simak penjelasanya dibawah ini :

1. Pasar Input Sumber Daya Alam

Pasa input sumber daya alam merupakan semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk proses produksi. Misalnya seperti Tanah, Air, Sinar Matahari, Barang Tambang dan Udara

Maksudnya disini kalau pasar faktor produksi sumber daya dalam sangat berkaitan denga permintaan dan penawaran sumber daya alam dari para pelaku ekonomi, demi kepentingan produksi atau investasi.

Balas jasa yang diperoleh dari penggunaan faktor produksi pada proses produksi disebut sebagai sewa (rent). Contohnya seperti untuk membangun gedung, jembatan dan pabrik

Contoh kurva penawaran
Kurva

Dari kurva diatas memperlihatkan kalau, semakin tinggi harga tanah maka akan semakin berkurangnya permintaan. Akan tetapi penawaranya bersifat inelastis sempurna maksudnya ialah berapapun perubahan harga yang terjadi tidak akan mempengaruhi jumlah tanah yang ditawarkan.

Teori Sewa Tanah

Teori Sewa Tanah
Teori Sewa Tanah

Dalam hal ini teori-teori sawah ini menjeaslkan mengai hubungan tanah dengan sewa.

1. Teori Kesuburan Asli Tanah
Teori ini dijelaskan oleh para kaum Physiokrat merupakan suatu perubahan harga sewa tanah ditentukan dari kesuburan tanah tersebut. Dengan tanah yang subur akan menghasilkan produk yang tidak sedikit

Contohnya sayuran yang ditaman di tanah yang subur hasilnya akan menjadi melimpah jika dibandingkan sayuran yang ditanaman di tanah yang gersang. Maka dari itu, dari sebagian produk diserahkan kepada pemilik tanah sebagai sewa tanah.

2. Teori Perbedaan Kesuburan Tanah
Teori muncul dan sudah dikembangkan sejak abad XIX oleh David Ricardo. Ia berpendapat kalau terbatasnya tanah yang subur menyebabkan adanya perbedaan atas kesuburan tanah dengan begitu akan berpengaruh kepada harga sewa.

3. Teori Letak Tanah
Seorang sarjana ekonomi asal austria yang bernama Von Thunen menjelaskan kalau perbedaan letak tanah juga mempengaruhi terhadap harga sewa tanah.

Jadi walaupun kesuburanya sama, namun bila letak tanah dekat dengan pasar atau jalan raya ternyata untuk harga sewa tanahnya menjadi lebih mahal.

Hal tersebut disebabkan oleh jarah yang jauh menimbulkan ongkos angkut hasil produksi lebih mahal.

4. Teori harga Derivasi Tanah
Dalam teori ini menjelaskan kalau faktor yang menentukan perubahan harga sewa tanah ialah bersumber dari perubahan permintaan barangyang dihasilkan tanah tersebut sebagai input produksi.

Contohnya seperti ketika harga kopi naik maka petani akan terus meningkatkan permintaan mengenai hasil produksi tanah tersebut menimbulkan harga sewa tanah naik.

2. Pasar Input Tenaga Kerja (Labor)

Pasar Input Tenaga Kerja (Labor)
Pasar Input Tenaga Kerja

Pada pasar input tenaga kerja sifatnya baku, dengan begitu keberadaanya dalam suatu proses produksi sangat mutlak diperlukan. Didalam sebuah pasar, faktor produksi tenaga kerja dihargai dengan gaji atau upah. Dan upah itu sendiri sudah dibentuk sesuai hasil interaksi antara permintaan dan penawaran di berbagai pasar.

Faktor produksi tenaga kerja sangat erat sekali hubunganya dengan pembentukan harga  bagi tenaga kerja itu sendiri yang termasuk dalam faktor produksi.

Faktor produksi tenaga juga masih berhubungan dengan waktu kerja yakni meliputi jam kerja dan hari kerja. Contohnya bisa saja seseorang memutuskan hak untuk pensiun dini, ataupun kulaih dari bekerja paruh waktu jika dibandingkan penuh waktu.

Dan pada kurva permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja apabila kita lihat pada gambar dibawah ini.

 Teori Upah

Berikut ini merupakan teori-teori yang menjelaskan mengenai latar belakang dibuatnya upah dan pembentukan harga upah:

1. Teori Upah Normal
Pada teori ini dikenal juga sebagai teori upah alami. Menurut David Ricardo kalau upah yang wajar yakni sesuai dengan biaya hidup dari keluarga dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

2. Teori Upah Besi
Ferdinand Lassalle adalah orang pertama yang mengemukakan teori ini dari mazhab ekonomi sosialis. Ferdinand menjelaskan kalau pengusaha menekan upah ayng serendah-rendahnya demi memperoleh keuntungan semaksimal mungkin.

3. Teori Dana Upah
Teori ini menjelaskan kalau tingginya upah itu sesuai dari jumlah dana atau modal yang disediakan perusahaan untuk membayar upah.

4. Teori Upah Etika
Pada teori ini dijelaskan oleh kaun utopis yang mengharapkan mayarakat ideal dengan begitu upah diberikan secara etis. Maksudnya pemberian upah bukan hanya berdasarkan nominalnya akan tetapi upah seharunya bisa menjamin kehidupan yang layak untuk pekerja dan keluarganya.

3. Pasar Input Modal (Capital)

Apa yang Anda bayangkan jika mengenal “Modal” ? Apakah modal itu uang ?

Sebenarnya modal itu mempunyai dua pengertian. Jika pengertian modal dalam kehidupan sehari-hari ialah setiap barang yang memberikan pendaparan untuk pemiliknya. Akan tetapi untuk memperoleh produk-produk berikutnya.

Jadi dari pengertian diatas, sebaiknya kita dapat mempromosikan modal tidak selalu terpaku dengan uang, namun segala sesuatu yang dapat menghasilkan barang.

Teori Bunga Modal

Jika Anda bayangkan bagaimana sih penggunaan sumber daya modal kok bisa menyebabkan bunga modal. Oke langsung saja simak teori-teori dibawah ini

1. Teori Produktivitas “Jean Baptiste Say”
Dijelaskan dalam teori ini kalau model yang dipinjamkan dapat dipakai untuk hal yang produktif seperti membuat toko mendirikan pabrik serta barang modal lainya.

2. Teori Pengorbanan “Nassau William Senior Dan Marshall”
Dalam teori ini dijelaskan kalau bunga modal diberikan sebagai balas jasa dari pengorbanan bukan memperlihatkan keinginan dari si pemilik moda untuk tidak memakai modalnya selama dipinjam seorang pengusaha.

Sehingga pemilik modal akan memperoleh bunga sebahai balasan atas pengorbanan sesudah menunggu modalnya kembali.

3. Teori Agio “Von Bohm Bawerk”
Agio artinya sebuah perbedaan nilai atau perbedaan nilai ditimbulkan karena adanya perbedaan waktu saat ini dengan waktu yang akan datang

4. Teori Bunga Dinamis “Schumpeter”
Pada teori ini dijelaskan kalau modal digunakan untuk produksi akan memperoleh laba maka laba tersebut wajib diberikan kepada pemilik modal sebagai bunga modal

5. Teori Liquidity Preference “John Maynard Keynes”
Pada teori ini menjelaskan kalau bunga modal diberikan sebagai ganti rugi sebab pengobanan untuk tidak memakai uang yang likuid karena meminjam orang lain.

4. Pasar Input Keahlian (Skill) Atau Kewirausahaan

Kewirausahaan merupakan sebuah keahlian atau sebuah ketrampilan dalam mengkombinasikan berbagai faktor produksi untuk mendaparkan barang atau jasa.

Kewirausahaan juga dijelaskan sebagai salah satu faktor uang begitu berperan vital dalam terciptanya lompatan besar pada proses produksi. Sebagai seorang pelaku wirausaha dianggap sebagai orang yang bisa melihat sebuah peluang serta mempertimbangkan resiko tertentu untuk menghasilkan keuntungan.

 Teori Laba Wirausaha

Berikut ini akan dijelakan beberapa teori, kenapa seoranh wirausaha berhak memperoleh laba :

1. Teori Inovasi “Schumpeter”
Pada teori ini dijelaskan kalau laba wirausaha muncuk dikarenakan seorang wirausaha wajib mengembangkan kegiatan usahanya secara dinamis. Temuan yang menghasilkan barang dan juga jasa baru mampu meningkatkan penjualan maka keuntungan dan laba dapat diperoleh

4 Jenis - Jenis Pasar Input Lengkap dengan Teorinya
Karl Marx

2. Teori Nilai Lebih “Karl Marx”
Menurut karl marx munculnya laba pengusaha ditimbulkan oleh pembayaran upah wirausaha kepada pekerja yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan prestasi yang diserahkan oleh pekerja tersebut kepada perusahaan.

3. Teori Resiko Usaha “Hawley”
Teori ini menjelaskan kalau wirausaha berhak untuk memeperoleh laba sebab ketika mengelola sebuah perusahaan haruslah menanggung resiko rugi.

Sekianlah tadi penjelasan mengen pasar input semoga dengan penjelasan diatas bisa dipahami oleh teman-teman semua dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Jangan lupa share and votenya ya !!