Tanaman Padi

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Kehadiran tanaman padi di Indonesia sangatlah penting, karena mayoritas penduduknya menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Para pakar pertanian mengatakan bahwa tanaman yang memiliki nama latin Oryza Sativa L ini kemungkinan berasal dari India.

Tanaman ini dibawa oleh nenek moyang yang melakukan migrasi 1500 tahun sebelum masehi. Adapun klasifikasi, ciri morfologi, dan jenis hama yang sering menyerangnya dapat Anda lihat dalam pembahasan berikut.

Sejarah Tanaman Padi

Gambar. Sejarah Padi

Sejarah tanaman padi ini berasal dari Negara India, kemudian dibawa masuk ke Indonesia oleh nenek moyang yang melakukan migrasi pada 1500 SM. Menurut Purnamawati dan Purnomo bahwa padi masuk sebagai tanaman kuno yang berasal dari Benua Afrika Barat dan Asia.

Kita bisa melihat bukti sejarah dimana padi sudah mulai di tanam sejak 3000 Sm di Chine tepatnya di daerah Zheziang. Sedangkan untuk fosil butir padi dan gabah di temukan di India tepatnya di daerah Hastinapur Uttar Pradesa kisaran 100-800 SM.

Pengertian Padi Menurut Para Ahli

“Secara umum tanaman padi menjadi salah satu sumber pokok bagi kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya”.

Menurut AKK (1980) :

Padi merupakan satu dari banyaknya jenis makanan pokok yang didalamnya terkandung banyak gizi, serta menjadi sumber energi untuk tubuh manusia.

Setelah mengetahu sejarah dan arti tanaman padi, selanjutnya mari kita simak klasifikasi padi berikut ini.

Klasifikasi Tanaman Padi

Gambar. Klasifikasi Padi

Berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman padi secara umum:

KingdomPlantae
Sub KingdomTracheobionta
Super Divisi Spermatophyta
DivisiMagnoliophyta
Sub DivisiAngiospermae
Kelas Monocotyledoneae
OrdoPoales
FamiliGraminae
GenusOryza Linn
SpesiesOryza sativa L

Ciri-Ciri Tanaman Padi

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri tanaman padi:

Akar

Ciri-Ciri Tanaman Padi
Gambar. Akar

Akar pada tanaman padi berperan penting untuk menyalurkan air dan unsur hara yang terdapat pada tanah. Akar padi sendiri terbagi menjadi tiga golongan yang didasarkan pada pertumbuhannya.

Pertama adalah akar radikula atau biasa disebut calon akar, dimana akar ini mulai tumbuh saat padi berbentuk kecambah. Kemudian yang ke-dua adalah akar serabut yang disertai akar rambut.

Lalu yang terakhir adalah akar tajuk yang tumbuh dari ruas batang paling rendah hingga kedalaman tanah tertentu.

Batang

Batang tanaman padi memiliki pola pertumbuhan yang merumpun. Batang padi yang merupakan golongan graminae ini memiliki batang yang tersusun oleh ruas-ruas, ruas tersebut adalah bubung kosong yang masing-masing panjangnya berbeda.

Cabang pada padi dapat ditumbuhi oleh daun pelepah, lidah daun, daun kelopak, serta daun bendera yang menjadi ruang dimana tumbuhnya bulir padi.

Daun

Padi yang notabenenya tergolong rumput rumputan punya daun yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ciri khas dari daun padi sendiri yaitu terdapat telinga dan sisik daun, hal tersebut lah yang membuat padi dapat mudah dibedakan dari rumput lainnya.

Bunga

Karena tanaman padi merupakan tanaman berbuah maka bunga yang dimilikinya adalah jenis kelamin ganda. Padi memiliki enam buah benang sari, dan dua tangkai putik berwarna ungu atau putih.

Buah

Masyarakat sering salah menyebut gabah sebagai biji beras, padahal gabah adalah buah dari padi itu sendiri. Buah tersebut akan muncul setelah dilakukannya pembuahan pada bunga. Kemudian palea, lemma, dan bagian lain akan membentuk kulit gabah.

Hama yang Menyerang Tanaman Padi

Berikut ini ada beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman padi, bahkan bisa menyebabkan kegagalan panen.

1. Tikus

Hewan pengerat ini merupakan hama yang sangat berbahaya bagi tanaman padi. Karena tikus dapat menyerang padi sejak masa pembibitan. Tikus biasanya bersembunyi di lubang irigrasi dan menyerang pada malam hari.

2. Penggerak Batang

Kemunculan hama kecil ini ditandai dengan banyaknya bibit padi yang mati. Hal tersebut dikarenakan larva penggerak batang yang memakan titik tumbuh padi di dalam batang. Satu-satunya cara membasminya adalah dengan pestisida.

3. Keong Mas

Sama dengan tikus, hama yang satu ini juga dapat menyerang padi sejak masa pembibitan. Keong mas biasanya memakan tanaman dengan memarut jaringannya, sehingga menyebabkan bibit gagal tumbuh.

4. Wereng

Wereng selain menghisap cairan padi juga dapat menularkan virus pada tanaman padi, sehingga hasilnya tanaman menjadi kering dan kerdil. Lebih parahnya lagi hama ini tidak hanya menyerang di siang hari, namun juga di malam hari.

5. Walang Sangit

Hama selanjutnya adalah walang sangit yang suka menyerang padi saat periode masak susu atau mendekati panen. Serangannya akan menyebabkan bulir padi menjadi kosong, dan menurunkan hasil panen.

6. Burung

Burung hanya menyerang tanaman padi jika masa panen sudah tiba. Unggas ini akan menyerang padi secara langsung dengan mengambil bulir padi dari tanamannya. Kondisi tersebut tentunya sangat merugikan petani, karena padi dapat mengalami kerusakan yang parah.

Itulah tadi pembahasan mengenai tanaman padi, semoga informasi yang sudah kami berikan diatas bisa bermanfaat untuk teman-teman semua.

Leave a Comment