Tahap-Tahap Sosiaslisasi

Untuk menjalani kehidupan sehari-hari kita sebagai mahluk sosial harus bisa mengerti dan memahami pola-pola perilaku dalam masyarakat.

Agar dapat menjadi anggota masyarakat kita perlu mendapatkan pengakuan dan bersosialisasi dengan anggota masyarakat lainnya.

Dengan begitu, kita dapat ikut berpartisipasi aktif ataupun pasif. Selain itu juga sosialisasi yang dialami oleh setiap individu tidak bisa terbentuk begitu saja.

Semuanya harus melalui tahap-tahap sosialisasi. Menurut George Herbert Mead yang berasal dari Amerika Serikat menjelaskan bahwa seseorang harus melalui 4 tahapan sosialisasi.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai masing-masing tahap sosialisasi.

Tahap Sosialisasi Menurut George Herbert Mead

Tahap Sosialisasi Menurut George Herbert Mead
Foto : https://id.wikipedia.org/

1. Preparatory Stage (Tahap Persiapan)

Tahap persiapan atau Peparatory stage adalah tahapan yang pertama kali harus dilalui oleh seseorang.

Tahap ini berlangsung ketika seorang anak lahir dari rahim seorang ibu, setelah beberapa bulan anak tersebut dilahirkan perlahan-lahan ia akan dikenalkan dengan situasi dan keadaan disekitar.

Dalam hal ini seseorang akan memulai proses peniruan yang di ucapkan kedua orang tuanya. Misalnya saja seperti katak “ibu” dan “ayah”. Kata-kata tersebut sering diucapkan mereka agar anak mereka dapat menirunya.

Seiring bertambahnya umur maka anak tersebut akan terbiasa dengan bahasa dan kebiasaan yang selalu ia lihat.

2. Play Stage (Tahap Meniru)

Setelah seeorang anak selesai melewati tahap persiapan, maka anak akan terus menirukan hal-hal yang dilakukan kedua orang tuanya.

Oleh sebab itu saat masuh tahap play stage kedua orang tua harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya seperti cara berbicara dan perilaku agar karakter anak tersebut terbentuk dengan baik.

Dalam masa-masa ini kesadaran seorang anak mulai terlihat dengan memahami siapa saja orang yang ada di sekitarnya seperti ayah, ibu, kakak dan kerabat yang dekat denganya.

3. Game Stage (Tahap Siap Bertindak)

Game Stage adalah tahap sosialisasi yang ketiga. Ketika memasuki tahap ini seorang anak sudah mulai memahami apa saja yang harus ia lakukan dan mengurangi peniruan terhadap kedua orang tuanya.

Seorang anak akan mulai melakukan sesuai keinginan ia sendiri seperti melihat ke lingkungan sekitar, bertemu dan berkomunikasi dengan anak-anak lainnya. Pada tahap game stage ini juga peranan orang tua masih sangat penting.

Kenapa? Karena ketika seorang anak mulai berinteraksi dengan orang lain orang tua wajib memberikan pemahaman apa saja yang diperbolehkan dan yang dilarang maka anak akan mengetahuinya.

Kemudian nilai-nilai sosial yang ada dimasyarakat mulai ia pahami satu persatu dengan terus mengamati apa yang dilakukan orang sekitarnya.

4. Generalized Stage (Tahap Penerimaan Norma Kolektif)

Memasuki tahap sosiaslisasi terakhir yaitu generalize stage yang akan memperlihatkan kedewasaan seseorang. Memasuki umur yang sudah dianggap dewasa pola pikir seseorang tentunya sudah berubah.

Secara sadar seorang yang sudah dewasa akan menyadari pentingnya peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Seorang yang memiliki pola pikir dewasa akan mengetahui cara berinteraksi dengan orang yang baru dikenal.

Jika tahap ini bisa diterima dengan baik artinya seseorang sudah menjadi warga masyarakat sepenuhnya dan tentu saja seluruh elemen masyarakat akan menerimanya.

Baca Juga : Bentuk-bentuk Sosialisasi


Kesimpulan

Dari semua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ke empat tahapan sosialisasi tersebut akan selalu terjadi didalam diri seseorang. Anak yang baru lahir tidak akan bisa langsung berjalan ataupun bermain.

Seluruh informasi akan diperoleh dari keluarga, teman bermain ataupun media massa.

Untuk memperjelas penjelasan diatas kamu bisa membaca artikel tentang contoh sosialisasi pada postingan sebelumnya.

Itulah tadi penjelasan yang bisa kami sampaikan mengenai tahap-tahap sosialisasi semoga artikel ini bisa memberikan wawasan kepada teman-teman semua.

Tinggalkan komentar