Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Siklus akuntansi merupakan suatu proses yang memperlihatkan langkah-langkah yang dibutuhkan guna keperluan penyelesaian akuntansi yang dibuat secara manual.

Didalam dunia Bisnis sendiri perusahaan terbagi menjadi 3 jenis, diantaranya yaitu perusahaan yang bergerak di bidang Jasa, Dagang dan Manufaktur. Ketiga jenis perusahaan tersebut setiap bulanya wajib membuat laporan financialnya.

Untuk itu kamu perlu tahu mengenai tahapan-tahapan siklus akuntansi di dalam suatu perusahaan. Tujuanya adalah untuk mendapatkan data yang benar berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Jadi untuk membuat suatu laporan yang baik kamu harus benar-benar memahami tahapan awal siklus akuntansi ini, supaya tidak ada kesalahan dalam pembuatan laporan keuangannya.

Berikut beberapa tahapan dari siklus akuntansi perusahaan dagang disertai penjelasannya.

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

1. Menganalisis Transaksi

Pada saat terjadi transaksi dalam suatu perusahaan pastinya akan dicatat dalam sebuah dokumen sumber atau bukti transaksi. Contohnya dokumen sumber yang sering kita temui yaitu: faktur pembelian, faktur penjualan, penerimaan kas, kartu jam kerja dan lain sebagainya.

Jadi setiap transaksi yang masuk kamu perlu menganalisinya terlebih dahulu apakah transaksi tersebut dilakukan secara tunai atau kredit. Seperti contoh gambar dibawah ini jika dianlisis bahwa perusahaan membeli peralatan secara tunai namun sisa kekuranganya dibayarkan hari esok.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Menganalisis Transaksi

2. Membuat Jurnal Umum

Setelah transaksi selesai di analisis maka tahapan selanjutnya kamu perlu mencatatanya kedalam Jurnal Umum. Di dalam jurnal umum sendiri terdapat kolom tanggal, keterangan, ref, debit dan kredit.

Setiap transaksi yang dicatat kedalam jurnal umum jumlah yang ada di kolom debet dan kredit haruslah balance atau sama. Apabila jumlahnya berbeda sudah dipastikan ada kesalahan pada saat kamu menganalisis transaksinya.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Jurnal Umum

Untuk memperjelas penjelasan tentang jurnal diatas kamu bisa membaca artikelnya disini.

3. Membuat Jurnal Khusus

Dalam sebuah perusahaan yang memiliki jenis transaksi tidak banyak, mungkin cukup hanya memakai jurnal umum untuk mencatat transaksinya.

Namun bagaimana bila ternyata transaksinya tidak sedikit ? tentu akan sangat kesulitan dalam mengelompokannya, sehingga diperlukan yang namanya Jurnal Khusus sebagai buku jurnal yang menjadi wadah untuk transaksi-transaksi.

Pemakaian jurnal khusus ini sangatlah berperan sekali dalam mengefesienkan waktu, tenaga dan juga biaya. Jurnal khusus juga terbagi menjadi menjadi jurnal pengeluaran kas, jurnal penerimaan kas, jurnal penjualan dan jurnal pembeliaan.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Jurnal Khusus

4. Buku Besar Pembantu

Sesudah membuat jurnal khusus untuk mencatat transaksi tertentu, perusahaan dagang pada umumnya juga membuat buku besar khusus atau dikenal juga dengan buku besar pembantu.

Buku besar pembantu ini merupakan salah satu bagian dari buku besar umum yang bertujuan untuk merinci lebih spesifik data dalam satu akun. Pencatatan dari beberapa akun tertentu (akun piutang dan akun utang) lalu dijadikan dasar informasi dalam menyusun neraca saldo perusahaan dagang.

Kamu juga bisa membaca contoh dan manfaat dari pembuatan buku besar pembantu piutang yang sudah pernah saya bahas pada postingan sebelumnya.

Dibawah ini kamu bisa melihat bentuk pencatatan dari buku besar pembantu piutang.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Buku Besar Pembantu

5. Memposting ke Buku Besar

Proses pemostingan buku besar ialah suatu kegiatan memindahkan akun dan juga saldonya kedalam kolom khusus akun yang sejenis. Untuk mengetahui cara membuat dan cara memposting ke buku besar silahkan baca penjelasanya secara lengkap disni

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Memposting ke Buku Besar

6. Laporan Harga Pokok Penjualan

Jika suatu perusahaan dagang menerapkan metode pencatatan secara perpetual (fisik), maka besarnya harga pokok barang yang terjual secara otomatis dapat ditentukan ketika terjadi penjualan yang dimana ketika membuat jurnal penjualan sekaligus mencatat harga pokok penjualan.

Akan tetapi perhitungan HPP masih dianggap menjadi komponen dari laporan rugi yang disajikan pada laporan keuangan.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Laporan Harga Pokok Penjualan

7. Membuat Neraca Saldo

Tahapan yang selanjutnya ialah pembuatan neraca saldo, dimana tujuan dari neraca saldo ini tidak lain untuk menilai proses pengimputan data dari jurnal umum ke dalam buku besar bahwa, sudah benar dengan membuat neraca saldo.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Neraca Saldo

8. Membuat Jurnal Penyesuaian

Tahapan berikutnya ialah penyusunan jurnal penyesuaian. Dibuatnya jurnal  penyesuaian ini pada saat terjadinya transaksi yang berpengaruh terhadap akun-akun, contohnya uang sewa yang belum dilunasi, penyusutan peralatan dan lain sebagainya, yang biasanya akan memunculkan akun-akun yang baru.

9. Neraca Saldo Sesudah Penyesuaian

Tahapan yang selanjutnya adalah penyesuaian neraca saldo melalui jurnal penyesuaian yang menciptakan neraca saldo sesudah disesuaikan (adjusted balance).

10. Menyiapkan Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan tahapan dalam siklus akuntansi yang diantaranya ialah laporan laba rugi, neraca dan juga laporan perubahan modal.

11. Jurnal penutup

Selanjutnya akun-akun dari perkiraan laporan perubahan modal dan laporan laba rugi yang terdapat di perusahaan jasa yang akan ditutup.

Akun-akun itu diantaranya ialan biaya/beban, akun pendapatan, rugi laba dan prive dan selengkapnya mengenai jurnal penutup. Disetiap akun perkiraan yang ditutup saldonya akan Rp 0,00 sehingga yang tersisa hanya akun perkiraan yang hanya mempengaruhi neraca saja yang memiliki saldo.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Jurnal penutup

12. Jurnal Pembalik

Kemudian tahapan yang terakhir adalah membuat Jurnal Pembalik. Jurnal pembalik sendiri merupakan tahapan jurnal pembalikan beberapa akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya.

Biasanya pada akun perkiraan yang pembayarannya dibayar dimuka namun belum jatuh tempo.

12 Tahapan Lengkap Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Kesimpulan

Pada dasarnya tidak ada bedanya tahapan siklus perusahaan jasa dengan perusahaan dagang karena memang prinsip dasarnya sama saja, hanya saja yang membedakan keduanya dari jenis transaksinya. Akan tetapi perlu kamu pahami juga bahwa ketika kamu ingin membuat sebuah laporan keuangan perusahaan kamu wajib memahami siklus akuntansi ini.

Karena banyak kasus adanya kesalahan pencatatan ke dalam buku karena urutan pembuatan laporan kauangan yang salah. Jika salah pencatatan angka diawal maka semua angka selanjutnya akan ikut juga salah sebaiknya kamu harus teliti dalam menghitung jumlah angkanya.

Nah, untuk lebih jelasnya kamu simak penjelasan nya dibawah ini, jika kurang paham coba lah baca berulanng – ulang dan pahami secara teliti dan bertahap. Semoga penjelasan diatas mudah untuk dipahami.

Leave a Comment