Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem Ekonomi Tradisional – Pada pembahasan sebelumnya saya sudah membahas mengenai sistem ekonomi liberal dan juga sistem ekonomi campuran, kita ketahui bahwa sebuah negara tentu memiliki sistem ekonomi baik itu liberal, campuran, tradisional atau bahkan tidak ada sama sekali maka dari itu kita akan membahasnya disini.

Dengan adanya sistem ekonomi akan memudahkan negara dalam mengatur sistem pasarnya serta memberikan hak-hak kepada setiap masyarakatnya untuk melakukan transaksi jual beli sesuai dengan sistem yang diterapkan didalam negara tertentu.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas ciri-ciri sistem ekonomi tradisional kelebihan dan kekuranganya secara lengkap di sertai dengan beberapa gambar pendukung.

Yuk langsung saja kita simak penjelasanya seperti apa :

 

Apa itu Sistem Ekonomi Tradisional !

Pengertian dari sistem ekonomi tradisional ini ialah sebuah sistem yang ada di dalam kehidupan masyarakat yang masih sederhana. Dan dimana sumber utama dari perekonomian masih mengendalikan hasil alam. Menurut konseptual dijelaskan kalau ekonomi  ialah ekonomi yang sesuai dengan tradisi adat dan juga kebiasaan, seluruh jawaban mengenai permasalahan ekonomi bisa ditentukan oleh tradisi maka cocok sekali ada yang samanya sistem ekonomi tradisional.

Dan pada sistem perekonomian ini, keluarga bertindak sebagai seorang produsen serta konsumen atau dengan kata lain keluarga berusaha mencapai kebutuhanya sendiri.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional Kelebihan dan Kekurangan
Tradisional

Contohnya ialah tentang apa yang seharunya diproduksi, cara memproduksi serta untuk siapa barang diproduksi. Sebab teknik produksi bersifat sederhana, dengan begitu modal yang diperlukan untuk proses hanya sedikit.

Dan dalam pembahasan kali ini kami akan menjelaskan secara jelas dan lengkap mengenai pengertian, contoh, ciri-ciri serta kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional. Dan juga contoh negara yang menganut sistem ekonomi tradisional

 

Sejarah Singkat Perekonomian Tradisional

Kami akan menjelaskan secara singkat mengenai sejarah dari perekonomian Tradisional, pada ekonomi tradisional aktivitas masyarakatnya dilakukan secara begitu sederhana sekali, dan juga sesuai dengan kebiasaan serta adat istiadat turun temurun.

Dalam hal lain sistem ekonomi tradisional ini belumlah mengenal mengenai pembagian kerja tanah sebagai sumber daya yang utama dijadikan kegiatan produksi kemudian mencari sumber kemakmuran maka sektor agraris menjadi tumpuan yang utama dalam kegiatan ekonomi dan mereka melakukanya secara bersama-sama untuk kepentinga bersama pula, sesuai dengan tata cara yang umumnya dipakai oleh nenek moyang sebelumnya. Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat di id.wikipedia.org

 

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Berikut ini terdapat ciri-ciri atau karakteristik yang melekat di dalam perekonomian tradisional antaralain ialah:

  1. Masih belum ada pembagian kerja yang jelas di dalam masyarakat
  2. Hasil produksi serta sistem produk distribusinya ada karena kebiasaan atau tradisi.
  3. Jenis produksi di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dalam rumah tangga.
  4. Pemunuhan kebutuhan dilaksanakan dengan cara sistem barter atau juga tukar menukar barang.
  5. Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan dan bergotong royong masih sangat dominan
  6. Tanah dan juga alam ialah sumber kemakmuran.
  7. Modal yang tidak banyak

 

Kelebihan Sistem Perekonomian Tradisional

Didalam sistem ekonomi yang sudah berjalan di suatu negara tentu ada kelebihanya seperti dibawah ini:

  1. Dilakukanya kegiatan ekonomi sesuai dengan kebiasaan sehingga tidak terdapatnya persaingan.
  2. Semua kegiatan ekonomi dilakukan hanya sebatas untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari saja.
  3. Masih kuatnya ikatan setiap individu dan rasa kekeluargaan dalam masyarakat
  4. Terdapat oemerataan pendapatan, dengan begitu kesenjangan kelas sosial antara si miskin dan si kaya tidak terlihat.
  5. Semua kegiatan ekonomi sesuai dengan ke jujuran (bukan pencarian laba) maka tidak ada pihak yang curang pada kegiatan ekonomi tersebut.
  6. Terbebas oleh beberapa masalah ekonomi misalnya pengangguran, inflasi dan lain-lain.

 

Kekurangan Sistem Perekonomian Tradisional

Selain kelebihan tentu saja terdapat kekuranganya juga. Adapun kelemahan-kelemahan dari sistem sekonomi tradisional ialah sebagai berikut:

  1. Adanya ketebatasan untuk hasil produksi oleh sebab itu masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan.
  2. Kurang berkembangnya pola pikir masyarakat karena adanya pengaruh tradisi
  3. Tidak memperhitungkan penggunaan sumber daya dan efesiensi
  4. Semua kegiatan asli dilakukan hanya demi memenuhi kebutuhan hidupnya jadi bukan untuk mengingkatkan kesejahteraan saja.
  5. Pertumbuhan ekonominya sangat lambat
  6. Tidak terdapat penilaian standar dalam penukaran suatu barang tertentu.

 

Dizaman yang peradaban manusianya sudah sangat maju dan berkembang..

Membuat sistem ekonomi tradisional ini secara berangsur sudah meulai ditinggalkan oleh masyarakat dalam suatu negara. Akan tetapi tidak berlaku di daerah-daerah terpencil yang masih banyak sekali orang miskin mereka masih menerapkan sistem ekonomi tradisional ini. Akan tetapi karena saat ini muncul sistem ekonomi modern lama kelmaan sistem tersebut akan begeser karena perubahan peradaban manusia.

 

Contoh Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Tradisional

Tentunya anda sudah mengerti bahwa setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda. Dan disini saya akan memberikan contoh ngara-negara yang menganut ekonomi tradisional namun saat ini sudah tidak banyak lagi. Dan contohnya bisa kita temukan di Negara Etiopia serta negara-negara yang masih belum berkembang saat ini.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional Kelebihan dan Kekurangan
Negara Ethiopia

Saat ini di Negara Etiopia, sebagian masih menganut sistem ekonomi tradisional. Contoh kegiatan ekonomi tradisioanalnya misalnya seperti mengelola sawah dengan bajak, mengangkap ikan dengan cara memancing, beternak, berkebun serta membuat kerajinan tangan.

Munculnya Serikat Pekerja

Awal munculnya serikat bekerja ini pada abad pertengahan yang selanjutnya mengatur kehidupan ekonomi seperti kegiatan produksi, harga persaingan serta kesempatan kerja.

Munculnya Pabrik Besar (Revolusi Industri)

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional Kelebihan dan Kekurangan
Revolusi Industri

Ketika masa revolusi industri pada akhir abad ke-18 sudah mulai bermunculan pabrik-pabrik besar dan terus semakin meluasnya perdagangan internasional. Dengan situasi tersebut maka mampu mendorong pemerintah untuk membatasi diri hanya dalam bidang keamanaan dan ketertiban saja dan diharapkan bisa seutuhnya memberikan kebebasan kepada para konsumen dan produsen demi mengurus kepentingan ekonominya sendiri.

Sistem Ekonomi Berdasarkan Ideologi Negara

Semua sistem ekonomi yang telah dianut oleh berbagai negara ialah sudah sesuai dengan pandangan politik, ideologi ekonomi serta budaya dari masyarakatnya sendiri.

Dengan begitu di dalam sejarah perkembangan ekoomi muncul beberapa sistem ekonomi dimana penerapanya berkembang dari para pemikir ahli ekonomi itu sendiri. Maksudnya sistem ekonomi di sebuah negara merupakan hasil dari perkembangan sejarah dan tanggapan dari pergolakan zaman dan penerapan pemikiran para pakar ekonomi.

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai sistem ekonomi tradisional semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu anda dan menambah wawasan untuk anda. Terimakasih banyak atas kunjunganya dan jangan lupa untuk mengunjungi artikel lainya.

 

Please rate this

Leave a Comment