Pengertian dan Contoh Lembaga Keluarga serta 4 Tahapannya

3 min read

Khanfarkhan.com – Pada hakikatnya keluarga termasuk kedalam kelompok primer di dalam sebuah masyarakat. Dan hubungan yang terbentu antar anggota keluarga selalu tetap, hal tersebut dikarenakan adanya hubungan dalam lembaga keluarga didasari atas ikatan darah, adopsi dan pernikahan.

Oleh sebab itu, pada pembahasan kali ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian, fungsi, contoh lembaga keluarga dan 4 tahapannya.

Pengertian Lembaga Keluarga

Lembaga keluarga merupakan lembaga yang mempunyai hubungan sangat erat antar anggota keluarga pernyataan tersebut didasari pada jiwa setiap  keluarga yang selalu menanamkan suasana kasih sayang serta rasa tanggung jawab.

Lembaga keluarga ini mempunyai hubungan yang lebih intim  serta kooperatif, mempunyai intensitas tatap muka tinggi, dan juga pada tiap-tiap anggotanya memerlukan anggota yang lainya sebagai tujuan tapi bukan untuk dijadikan alat demi mencapai tujuan.

Pengertian dan Contoh Lembaga Keluarga serta 4 Tahapannya

Pengertian Lembaga Keluarga Menurut Ahli

Didalam bidang sosiologi banyak sekali ahli yang berpendapat mengenai lembaga keluarga. Salah satu diantaranya ialah Mac Iver dan Charles Horton-Page yang secara umum keluarga di definisikan sebagai hubungan yang terikat sebab didalamnya mempunyai ciri seperti dibawah ini.

  1. Lembaga keluarga terbentuk dengan adanya hubungan pernikahan
  2. Berupa susunan kelembagaan, sengaja terbentu serta dipelihara
  3. Mempunyai sistem tata nama, termasuk perhitungan garis keturunan
  4. Bertempat tinggal dalam satu atap secara bersama
  5. Mempunyai ketentuan ekonomi yang sudah ditentukan secara bersana

Selain dari definisi lembaga keluarga menurut para ahli, setiap keluarga juga mempunyai ciri khusus yakni adanya rasa kebersamaan, yang didasari oleh hubungan emosional, mempunyai jumlah terbatas, mempunyai pengaruh besar, mempunyai posisi inti dalam struktur sosial, para enggota mempunyai tanggung jawab serta mempunyai sifat kekekalan.

 

Baca Juga :

  1. Pengertian, Jenis, Contoh dan Fungsi Lembaga Ekonomi
  2. Pengertian Lembaga Sosial, Contoh, Ciri-Ciri, Manfaat dan Karakteristik
  3. 18 Contoh Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Di Indonesia

 

Jenis dan Tipe Keluarga

Pada hakikatnya keluarga bisa dibedakan menjadi beberapa jenis atau tipe, ada keluarga inti (nuchlear family) serta keluarga kerabat (extended familiy). Dibawah ini terdapat penjelasan mengenai Pengertian dan Contoh Lembaga Keluarga  serta tipe-tipe dalam keluarga :

  • Keluarga inti merupakan keluarga yang terdiri atas suami dan istri yang terikat dalam ikatan pernikahan, dan juga anak-anak yang belum menikah, baik anak kandung ataupun anak tiri/anak angkat dengan hak dan kewajiban yang sama.
  • Keluarga kerabat merupakan hubungan dalam kekerabatan namun tidak didasari hubungan suami istri saja, akan tetapi pada pertalian darah atau ikatan keuturunan serta sejumlah kerabat. Nah dalam hubungan kekerabatan bisa diklasifikasikan dalam beberapa bentuk antara lain :

 

Jenis Ikatan Kekerabatan Berdasarnkan tempat tinggal sesudah pernikahan:

  • Matrilokal yakni sesudah terjadi pernikahan antara pihak suami pindah ke sekitar tempat kerabat suami.
  • Patriokal, yakni sesudah terjadinya penikahan antara pihak istri pindah kesekitar kediaman kerabat suami.
  • Neolokal, yakni sesudah menikah suami dan istri menetap di tempat baru yang bukan di sekitaran tempat tinggal kerabat dan pihak istri atau suami.
  • Avunkulokal, yakni pasangan yang sudah menikah menetap di desa paman dan juga pihak ibu.
  • Natalokal, yakni pasangan yang sudah menikah namun tetap tinggal bersama dengan keluarga masing-masing, mereka hanya sesekali bertemu.

 

Tipe Ikatan Kekerabatan Sesuai garis keturunan

  • Patrineal, yakni meyakini garis keturunan serta pihak laki-laki
  • Matrilineal, yakni meyakini garis keturunan serta pihak perempuan
  • Bilateral, yakni meyakini garis keturunan serta pihak laki-laki dan perempuan

 

Ikatan Kekerabatan Berdasarkan pengaruh yang paling besar (dominan0)

  • Patriakat, yakni pemegang kekuasaan dominan ialah pihak laki-laki
  • Matriakat, yakni pemegang kekuasaan dominan serta penting ialah pihak perempuan.

 

Aturan didalam keluarga

Ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh anggota masyarakat berkaitan dengan keluarga. Larangan dalam pemilihan suami/istri didasari oleh faktor kesehatan, agama serta budaya. Jika larangan tersebut dilanggar, anggota masyarakat yang melanggar bisa saja dikenakan sanksi adalah hukum.

Ada juga larangan yang menuturkan seseorang tidak diperbolehkan menikah dengan keluarga yang begitu dekat hubungan darahnya, misalnya saja antara saudara sekandung atau antara si ayah/ibu dengan anak.

Jika larangan ini dilanggar, maka orang tersebut akan dianggap sudah melakukan incest taboo. Aturan lainya yang berhubungan dengan keluarga ialah aturan untuk memilih jodoh di lingkungan kelompoknya sendiri (endogami) dan memilih jodoh diluar lingkungan kelompoknya sendiri (eksogami).

 

Fungsi Lembaga Keluarga

Secara khusus lembaga keluarga mempunyai peran serta fungsi seperti dibawah ini.

  1. Melanjutkan Keturunan atau Reproduksi

Keluarga adalah salah satu lembaga sosial ayng terbentuk dengan adanya pernikahan sah. Keluarga juga mempunyai peran penting untuk meneruskan keturunan atau bisa dibilang sebagai generasi penerus.

  1. Memberikan Kasih Sayang (Afeksi)

Sesama anggota keluarga harus saling memberikan kasih sayang dan memenuhi kebutuhan psikolgis anggotanya. Kasih sayang adalah wujud perhatian dari orang tua terhadap anak atau sebaliknya.

  1. Memberikan Sosialisasi

Dengan memberikan sosialisasi sangat penting seklai untuk pembentukan kepribadian anak-anak. Dari mulai proses pembelajaran nilai serta norma sosial berlangsung sepanjang hayat dengan agen utama dalam keluarga.

  1. Mencukupi Kebutuhan Ekonomi

Dalam sebuah keluarga kebutuhan anggotanya tidak hanya berhubungan dengan kebutuhan psikis, akan tetapi masih berhubungan juga dengan kebutuhan fisik. Fungsi ekonomi serta sangat berperan sekali dalam keberlangsungan hidup.

Untuk mendapatkan kebutuhan ekonomi bisa dicari dengan cara bekerja yang tidak sesuai nilai serta norma masyarakat. Keluarga juga bisa mengembalikan perilaku anggota keluarga yang menyimpang dari aturan masyarakat.

  1. Mengawasi atau Melakukan Kontrol Sosial

Keluarga juga sangat berperan penting dalam mencegah dari anggota keluarga yang tidak sesuai nilai serta norma masyarakat. Lembaga keluarga juga bisa mengembalikan perilaku para anggota keluarga yang menyimpang dari aturan masyarakat.

  1. Memberikan Perlindungan (Proteksi)

Keluarga harus selalu melindungi para anggotanya supaya bisa mendapatkan ketenangan dan ketentraman lahir batin yang merupakan hasrat alami. Keluarga memberi perlindungan kepada para anggotanya serta acaman yang berasal dan lingkungan sekitar.

 

Contoh Lembaga Keluarga

Pada pembahasan kali ini contoh yang bisa diperoleh dari lembaga keluarga ialah KUA (Kantor Urusan Agama), Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama. Dan pada contoh lembaga keluarga ini tidak jauh berbeda dengan organisasi atau asosiasi dalam lembaga sosial walaupun diantara keduanya (Lembaga Asosiaso/Organisasi) mempunyai beberapa perbedaan.

Itulah tadi pembahasan mengenai Pengertian dan Contoh Lembaga Keluarga serta 4 Tahapannya semoga dengan pembahasan diatas bisa bermanfaat untuk anda serta menambah wawasan untuk kita semua. Terimkasih banyak atas kunjunganya dan jangan lupa untuk mengunjungi artikel lainya.

Please rate this