Pengertian, Jenis dan Contoh Perusahaan Kartel Internasional

Pengertian dan 7 Jenis Kartel beserta Contohnya [Lengkap]

Jenis dan Contoh Perusahaan Kartel – Dalam kamus bahasa inggris kartel disebut juga “cartel” dan dalam bahasa belanda disebut ‘kartel”. Dan kartel biasa dikenal dengan sebutan “syndicate” yakni sebuah kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan seperti perusahaan produsen dan lainya yang sejenis.

Dimana dengan tujuan agar mengendalikan berbagai hal seperti, wilayah pemasaran, harga dan lainya, yang akan menimbulkan dan menekan persaingan agar meraih keuntungan.

 

Pengertian Kartel Menurut Para  Ahli

Menurut Winardi

Kartel merupakan  sebuah pesetujuan (conventie) atau gabungan oleh para pengusaha dan mreka berdiri sendiri secara yuridis dan ekonomis.  Beeikut ini adalah tujuan kartel agar mencapai sasaran yang berupa:

  1. Agar bisa menguasai pasar
  2. Peniadaan sebagian atau seluruh ,persaingan antar pengusaha

 

Perbedaan Kartel dengan Trust dan Concern

Hal yang menjadi pembeda dalam hal ini bahwa kartel memiliki sifat berdiri sendiri, dan hal ini yang menjadi ciri khas kertel sehingga tetap dipertahankan, jadi  walaupun kerjasma pada penjualan demikian jauh, maka akan dibuat suatu kantir penjualan bersama yang bisa membagi pesanan-pesanan berdasarkan perjanjian yang sudah disetujui oleh badan usaha yang termasuk anggota kartel.

 

Lihat Juga : 7 Jenis Kredit berdasarkan Pengelompokanya dan Contoh

 

Jenis – Jenis Kartel

Berikut ini  terdapat beberapa jenis kartel antara lain :

1. Kartel Harga Pokok (Prijskartel)

Kesepakatan yang terjadi dalam jenis kartel ini ialah bahwa untuk menentukan perhitungan kalkulasi harga pokok dan besarnya laba seluruh anggota akan membuat peraturan yang berlaku pada setiap anggota.

Jenis kartel ini menetapkan seluruh harga-harga penjualan untuk para anggota kartel. Yang menimbulkan persaingan terkadang akibat dari perhitungan laba yang akan diterima dari suatu badan usaha.

Dan tedapat tujuan dari keragaman tinggi laba yakni untuk menghindari persaingan antara mereka

 

2. Kartel Syarat

Didalam jenis kartel syarat sangatlah membutuhkan penetapan-penetapan dalam syarat penjualan. Dalam hal lainya bahwa kartel juga harus menentukan standar kwalitas yang dijual dan menetapkan syarat-syarat pengiriman.

Hal-hal yang tergolong kedalam syarat pengiriman ini yakni, apakah ditetapkan logo gudang, (FOB (Shiping Point dan Destination Point), CIF dan embalase atau pembungkusan dan ketentuan lainya berdasarkan perjanjian yakni keseragaman antara para anggota yang tergabung  dalam kartel.

Tujuan dari keseragaman ini ialah untuk lebijakan harga agar tidak akan terjadi persaingan di antara mereka.

 

3. Kartel Harga

Untuk jenis kartel ini agar dimana untuk seluruh penjualan barang-barang yang mereka produksi atau di perdagangkan telah ditetapkan sesuai harga minimum. Sehingga semua anggota tidak diperbolehkan menjual barang-barang dengan harga yang begitu rendah jika dibandingkan harga yang sudah ditetapkan.

Apabila anggota ingin menjual diatas harga yang sudah ditetapkan, tetap diijinkan dengan catatan tanggung jawab sendiri.

 

4. Kartel Rayon

Kartel rayon ini memiliki peran sebagai wilayah pemasaran untuk mereka. Untuk penetapan wilayah yang diikuti dengan penetapan harga untuk dis setiap daerah anggota kartel.

Maksud dari peraturan ini misalnya adannya  larangan bagi  anggota untuk menjual barangnya di daerah lain.  Manfaat yang timbul dari peraturan tersebut ialah persaingan antar anggota dengan harga barang yang potensi belainan bisa dicegah.

 

Lihat Juga : 10 Jenis Strategi Pemasaran Produk [Lengkap]

 

5. Kartel Kontigentering

Untuk jenis kartel ini hanya memberikan jatah untuk setiap anggotanya dengan jumlah produksi yang diperbolehkan. Ada yang menarik dari jenis  kartel ini yakni, apabila seebuah perusahaan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan jatah yang sisanya sesuai perjanjian akan diberi premi hadiah.

Tetapi, apabila yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akan dikenakan denda. Dengan adanya peraturan ini berfungsi untuk mengadakan restrikasi yang kental ketiika banyaknya persediaan, dan akhirnya berdampak pada barang-barang yang mereka jual di naikan.

Sebuah ambisi untuk jenis kartel kontigentering dengan mempermainkan jumlah persediaan barang, sehingga cara tersebut harus di kuasainya.

 

6. Kartel Laba atau Pool

Jenis kartel laba ini biasanya untuk menetukan laba yang mereka peroleh anggota kartel membuat langsung peraturanya.

Misalnya, untuk laba kotor harus disentralisasikan dalam suatu kas umum kartel. Kemudian hasil dari laba bersih kartel akan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan tertentu.

 

7. Sindikat Penjualan atau kantor Sentral Penjualan

Untuk kartel jenis sentral penjualan, menentapkan sebuah aturan untuk penjualan hasil produksi agar melewati badan tunggal yang berperan sebagai kantor penjualan. Sehingga timbul suatu manfaat yakni terhindarnya persaingan diantara mereka

 

Contoh Perusahaan yang Melakukan Kartel

1.  Negara Indonesia

Di indonesia terdapat beberapa perusahaan yang melakukan sebuah kerja sama dalam bentuk kartel, berikut ini ialah daftar perusahaanya:

  1. PT Semen Gresik
  2. PT Holcim Indonesia
  3. PT Indocement yang bisa mengontrol harga semen di dalam negeri, karena menguasaa pangsa pasar sampai 88%

 

2. Negara Inggris

Di negara inggris yang paling banyak melakukan kartel yakni 3 perusahaan semen, berikut daftar perusahaanya:

  1. Buxton Lime Indsutries
  2. Castle “Heidelberg”
  3. Cemex UK

 

3. Negara Jerman

Di negara jerman yang paling banyak berkerja sama dalam bentuk kartel ada 5 produsen diantaranya :

  1. Schwenk Zement KG
  2. Readymix AG “Kini Cemex Deustchland AG”
  3. Lafarge Zement GmbH
  4. Heidelberg Cement AG
  5. Alsen AG “Kini Holcim Deutschland AG” Dyckerhoff

 

Lihat Juga : (Enam) Kriteria Uang Sebagai Alat Pembayaran

 

Contoh Perusahaan yang Melakukan Kartel di Wilayah Eropa

1. Perusahaan semen Holcim, Heidelberg, Dyckerhoff AG, Lafarge dan Cemex yang tersebar di jerman, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda dan Luxemburg.

2. Perusahaan di bidang pertanian seperti Cargill Inc dan Bunge Ltd yang melakukan kerjasama kartel dalam bidang perdagangan dan distribusi sereal dan produk pertanian

 

Keuntungan Kerjasama Kartel

Keuntungan yang di dapat dari sistem kartel diantaranya sebagai berikut:

  1. Suatu kerja sama kartel memungkinkan pelaksanaanya rasionalisasi dan timbul dampak untuk harga jual barang yang diproduksi kartel tersebut menjadi cenderung turun. Turunya harga pokok dan tanpa adanya pemecatan para pekerja yang berdampak kepada turunya harga.
  2. Kartel memiliki posisi yang baik dalam menghadapi persaingan usaha kerana kedudukan kartel sebagai pasar monopoli.
  3. Didalam badan usaha tegabungya kartel terlihat sebuah kebaikan seperti: karena baik dalam produksi atau penjualan bisa diatur dan dijamin jumlahnya, dan bisa meminimalkan sebuah resiko dari penjualan barang yanng dihasilkan dan resiko capital dari pihak anggota.
  4. Timbulnya ketenangan dalam hubungan personalian dengan perburuhan, karena yang menjadi penyebab ialah adanya ketegangan-keteganngan seperti kesejahteraan pekerja yang dapat dengan mudah diberikan oleh para pengusaha dan tuntutan kenaikan upah kerja.

 

Kerugian Kerjasama Kartel

Pada dasarnya bila ada keuntungan pasti ada juga kerugian, berikut ini kerugian yang timbul dari hasil kerja sama kartel:

  1. Berkurangya kegiatan para pengusaha dan manajer yang tergabung di sebuah kerjasama kartel, karena setiap anggota secara individual mendapatkan laba yang hampir stabil dan pasti itu lah keburukan kartel bagi para anggota. Tidak kerja ataupun kerja anggota kartel masih saja bisa mendapatkan laba yang hampir tetap, walaupun laba ini hasil dari anggota lain yang menerima laba lebih besar dari pada anggota yang tidak kerja.
  1. Terdapat peraturan yang dibuat bersama, jelas dengan sanksinya, yang akan mengikat kebebasan para anggota yang berada dalam kartel
  2. Bisa saja timbul saingan kartel masuk kedalam anggota kartel
  3. Praktik kartel ialah hanya penguasaan produk dari sejumlah hasil produksi oleh kelompok tertentu yang tergabung dari pengusaha-pengusaha yang terlibat didalamnya

Demianlah penjelasan mengenai Pengertian dan 7 Jenis Kartel beserta Contohnya semoga dengan apa yang saya jelaskan diatas dapat bermanfaat bagi anda. Terimakasih atas kunjunganya.

 

Artikel Lainya :

  1. Pengertian, Jenis dan Manfaat  Leasing Menurut Ahli [Lengkap]
  2. Pengertian, Manfaat dan Perusahaan yang Menerapkan CSR [Contoh Kasus]
  3. Pengertian, Jenis dan Sistem Kliring dalam Akuntansi
  4. Pengertian, Jenis serta Perbedaan Uang Giral dan Uang Kartal

Please rate this

Tinggalkan komentar