Pengertian, Contoh dan Ciri Pasar Monopolistik

Khanfarkhan.com – Perlu anda ketahui bahwa pasar monopolistik ialah suatu pasar yang terbentuknya karena terdapat penawaran dan permintaan dengan jumlah yang cukup besar, dengan menawarkan barang serupa.

Namun berbeda, dengan alasan bahwa setiap perusahaan memiliki ciri khasnya masing-masing. Nah pada pebahasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Pengertian Pasar Monopolistik beserta contoh dan ciri khas.

Tahukah anda?

Seperti apa ciri khas dari pasar monopolistik yang dimaksut dari penjelasan di atas dan contohnya yang sudah berjalan selama ini, untuk lebih lengkapnya simaklah penjelasan dibawah ini.

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik

Pengertian pasar monopolistik adalah pasar yang terdapat banyak produsen dengan produk yang dihasilkan serupa namun memiliki corak-corak yang berbeda-beda.

Didalam pasar pihak produsen dan penjual memiliki kemampuan dalam  memengaruhi harga suatu produk yang dihasilkan. Karena masing-masing produsen ini bisa menghasilkan barang dengan corak berbeda, walupun dengan permintaan pasar dan konsumen.

Contoh produknya ialah sabun mandi, pasta gigi, sampo dan lain-lain. Meskipun manfaat dari semua sabun mandi sama yaitu untuk membersihkan badan, namun setiap produk yang diperoleh oleh masing-masing produsen memiliki ciri-ciri khas.

Misalnya saja seperti perbedaan warna, kemasan, wangi serta bentuk dan lain-lain.

Didalam pasar monopolistik, yang menjadi faktor pendongkrak penjualan bukan dengan menentukan harga. Namun faktor utamanya ialah bagaimana kemampuan produsen atau suatu perusahaan dalam menciptakan citra yang baik di dalam pikiran konsumen atau masyarakat, maka akan mejadikan mereka ingin segera membeli produk tersebut meskipun dengan harga yang lumayan mahal.

Oleh sebab itu, setiap entitas/perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik haruslah selalu aktif mempromosikan produknya  sekaligus menjada sebuah citra entitas/perusahaan.

Pada hakikatnya pasar persaingan Monopolistik ini berada di tengah-tengah antara dua pasar ekstrim yakni pasar monopoli dan pasar persaingan sepurna. Jadi bila diperhatikan bahwa pasar monopolistik ini mempunyai sifat atau mengandung undur-unsur dari pasar persaingan sempurna dan monopoli.

Menurut Edward Chamberlin dan Joan Violet dibentuknya pasar monopolistik yakni dengan alasan bila terdapat ketidakpuasan mengenai prinsip pasar persainngan sempurna yang dipikirnya, kurang realistis, ccontohnya : mengenai ciri adanya barang yanng homogen.

Perusahaan kebanyakan bila dilihat dari struktur pasarnya pada umumnya mereka masuk ke dalam pasar monopolistik. Karena memang untuk pasar pesaingan monopolistik mirip pasar persaingan sempurna untuk beberapa hal.

Ciri-Ciri dari Pasar Monopolistik

Ciri-Ciri dari Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik

Berikut ini terdapat penjelasanmengenai ciri-ciri dari pasar monopolistik, dan karakteristik pasar monopolistik diantaranya yakni :

1. Barang yang diperjual belikan memiliki corak yang berbeda

Dari pasar monopolistik dan pasar pasar persaingan sempurna inilah hal yang membedakan, dimana barang yang dihasilkan pihak produsen dengan produsen lainya memiliki perbedaan.

Walaupun barang yang diproduksi lebih mirip, namun pastinya ada sedikit yang membedakan baik dari segi kualitas, kemasan dan cara pembelianya.

Dari perbedaan ini akan menimbulkan barang di pasar monopolistik ini memiliki sifat pengganti yang dekat atau close subtitle, dan tidak bersifat pengganti sempurna seperti pasar persaingan sempurna.

2. Banyak penjual meski tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna

Pihak produsen dalam pasar pesaingan monopolistik tidak ada yang memproduksi barang dalam skala yang melebihi dari produsen lainya.

3. Adanya kemudahan penjual untuk keluar masuk pasar

Kemudahan yang diperoleh perusahaan untuk keluar masuk pasar, dengan syarat perusahaan bisa membuat sebuah produk dengan corak yang berbeda dari produk yang suda ada dan pastinya harus lebih baik dari sebelumnya.

4. Adanya kemampuan penjual dalam mempengaruhi harga

Penjual mempunyai kemampuan dalam mempengaruhi harga dalam pasar monopolistik, walaupun tidak sekuat dengan pasar monopoli. Untuk dapat melihat kemampuanya dilihat dari upaya produsen dalam mempertahankan keitimewaan dari produk yang sudah dihasilkan.

Contohnya : industri cat, produk A terkenal dengan kualitas warnanya sedangkan untuk produk B terkenal karena ketahanan dari catnya

5. Adanya kegiatan promosi

Ada yang dapat mempengaruhi minat konsumen akan suatu produk selain harga, yaitu membuat promosi barang atau produk yang dikeluarkan perusahaan.

Cukup banyak perusahaan yang menjual barang produksinya dengan harga yang cukup tinggi tetapi tetap saja bisa menarik perhatian pembeli, namun masih saja ada perusahaan dengan menjual harga rendah tetapi tidak ada hasilnya.

Disini yang menjadi penyebabnya ialah dari barang yang memiliki corak berbeda walaupun fungsin barangnya sama, itulah yang menimbulkan daya tarik tersendiri bagi calon pembeli.

Dengan begitu produsen mempunyai solusi untuk membuat daya tarik untuk barangya yakni dengan memperbaiki atau memodifikasi kualitas atau mutu dari barang dan juga membuat sebuah desain iklan yang menarik.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik

Apasih yang mejadi kelemahan dan kelemahan pasar monopolistik ? Temukan penjelasanya berikut ini.

Kelebihan Pasar Persaingan Monopolistik

Dari semua proses kegiatan dalam pasar ini juga terdapat suatu keunggulan dan kekurangan berikut ini penjelasan dari keuggulan pasar ini :

1. Menghasilkan barang dengan berbeda corak

Dengan adanya barang dengan corak yang berbeda konsumen akan merasa diuntungkan, dengan alasan mereka dapat memilih selera mereka sendiri tentang produk yang akan dibeli.

Dan kemudian juga mereka bisa membeli dengan kemampuanya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraanya.

2. Penyaluran atau distribusi dalam masyarakat lebih merata

Setelah adanya perusahaan-perusahaan kecil dengan sidat normal, itu  menjadi keuntungan tersendiri bagi para produsen, dengan kata lain bahwa untuk pemilik modal tidak mempunyai kekayaan yanng berlebihan.

Dalam segi lain bahwa ini akan menciptakan kesempatan kerja yang lebih besar lagi.

Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik

Dalam pelaksanaanya pasar monopolistik ini mempunyai kelemahan atau kekurangan, berikut ini beberapa kelemahan dari pasar monopolisitk.

1. Kinerjanya tidak seefesien pasar persaingan sempurna

Kekurangan pasar monopolistik yang pertama adalah kurangya kinerja akibat dipengaruhi harga barang dalam pasar lebih tinggi.

Kemudian kualitas dari produknya juga rendah dan efesienpun tidak tercapai dalam segi produktif maupun alokatif.

2. Perusahaan tidak inovatif dalam melakukan inovasi

Dengan alasan modal yang cukup terbatas, namun dengan kecenderungan ingin memperoleh suatu keuntungan dalam jangka panjang menghalangi perusahaan atau produsen dalam menciptakan sebuah inovasi baru.

Contoh Pasar Persaingan Monopolistik

Untuk pasar monopolistik sendiri contohnya seperti anda sebagai penikmat game action dan mengoleksi berbagai jenis game action dengan bentuk PSP, namun dipasar beredar jenis game olahraga, pastinya anda tidak akan membeli karena anda memyukai game action.

Ada istilah diferensiasi produk di dalam pasar monopolistik, dengan begitu pembeli akan mempunyai kebebasan untuk memilih produk yang disukainya. Pembeli yang sudah memilih produk tidak bisa untuk pindah ke produk lain, walaupun terdapat produk baru muncul di pasar.

Contoh kasusnya, anggap saja anda sangat menyukai produk lagu pop dan anda mengoleksi semua lagu-lagu pop tersebut dalam bentuk kaset ataupun CD, tidak mungkin dong anda membeli kaset dan CD lagu-lagu Rock, meski begitu ada banyak bermunculan lagu-lagu rock baru ataupun lagu dangdut baru.

Kurva Pasar Persaingan Monopolistik

Kurva Pasar Persaingan Monopolistik
Kurva Pasar Monopolistik

Itulah tadi penjelasan mengenai Pengertian Contoh Pasar Monopolistik beserta kekurangan dan kelebihan. Semoga dengan penjelasan diatas dapat menambah wawasan anda dalam memahami Pasar Monopolistik.

Please rate this

Leave a Comment