Pengertian Migrasi: Teori, Dampak dan Penyebab

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Migrasi merupakan salah satu bentuk mobilitas penduduk yang bisa dilakukan lintas daerah dalam satu negara ataupun lintas negara. Apabila diartikan secara harfiah, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah menuju ke wilayah lain yang bersifat menetap untuk sementara atau menetap untuk selamanya.

Ada banyak pengertian migrasi yang didefinisikan oleh berbagai tokoh ternama.

Tokoh ilmu sosial Rutman, menjelaskan bahwa perpindahan ini didorong beberapa faktor permasalahan demografi, utamanya dalam bidang perekonomian, sosial, dan budaya.

Teori Tentang Migrasi

Berdasarkan pengertian migrasi di atas, beberapa pakar sosial merumuskan teori yang berhubungan dengan migrasi. Hal ini karena pada hakikatnya migrasi adalah fenomena sosial yang dapat dikaji secara ilmiah, sehingga perlu perumusan teori yang berkaitan dengan faktor demografi dan aspek keruangan.

  • Teori Migrasi Perspektif Todaro

Todaro mengemukakan bahwa migrasi berkembang sebagai akibat adanya kesenjangan pendapatan antara pedesaan dan perkotaan. Pada dasarnya teori ini beranggapan bahwa angkatan kerja cenderung memperbandingkan pendapatan di perkotaan dengan pedesaan, sehingga memicu kian banyaknya migrasi menuju kota.

  • Teori Migrasi Menurut Jones

Jones berpendapat bahwa pengertian migrasi tidak dapat dipisahkan dari proses modernisasi. Dengan semakin meningkatnya arus modernisasi tidak hanya akan menjadi magnet penarik bagi penduduk dari daerah lain, melainkan juga akan semakin mempertinggi motivasi penduduk untuk bermigrasi.

Hal ini dikarenakan modernisasi semakin meningkatkan pendidikan dan perkembangan transportasi komunikasi.

  • Teori Tarik-Dorong Everet S. Leo

Everet S. Leo tidak memberikan batasan pada jarak maupun sifat perpindahan, baik itu terpaksa maupun sukarela tetap dikategorikan sebagai migrasi.

Menurut Leo migrasi adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh penduduk dari satu tempat menuju ke tempat lain dengan dilandasi oleh niatan untuk tinggal menetap di wilayah yang dituju.

  • Teori Gravitasi Ravenstein

Ravenstein mengemukakan gagasan tentang pengertian migrasi yang berhubungan dengan gravitasi. Ravenstein merumuskan distance-decay theory yang menyatakan bahwa semakin jauh jarak yang ditempuh untuk bermigrasi, maka semakin berkurang volume pelaku migrasinya (migran).

Dampak Terjadinya Migrasi

Dampak Terjadinya Migrasi

Migrasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok menimbulkan beberapa dampak bagi migran itu sendiri serta bagi lingkungan yang dituju dan ditinggalkan. Dampak tersebut bisa jadi positif, bisa pula negatif. Berikut dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh migrasi.

  • Dampak Positif Migrasi

Fenomena migrasi memberikan beberapa dampak positif. Yang paling utama adalah dengan adanya migrasi, masyarakat telah turut serta dalam upaya meratakan persebaran penduduk dan perataan pembangunan. Selain itu, bagi pelakunya sendiri, migrasi sangat potensial untuk menaikkan angka kesejahteraan ekonomi.

  • Dampak Negatif Migrasi

Migrasi juga memunculkan beberapa dampak negatif meliputi berkurangnya jumlah tenaga kerja terdidik di area terpencil, munculnya pemukiman kumuh pada kota-kota besar.

Selain itu yang paling krusial adalah pergeseran budaya asli karena terlalu bersinggungan dengan globalisasi dan modernisasi.

Penyebab Terjadinya Migrasi

Secara umum faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi terjadi menjadi faktor ekonomi, faktor sosial-budaya, dan faktor alami. Faktor ekonomi misalnya karena semakin sempitnya lahan pertanian pada beberapa tempat, kurangnya lapangan pekerjaan, sedikit gaji.

Faktor sosial-budaya adalah karena ingin mendapatkan modernisasi secara lebih cepat. Faktor alami biasanya karena terjadi bencana di suatu wilayah.

Itulah informasi dan pengetahuan seputar migrasi, mulai dari pengertian migrasi, teori migrasi, dampak sekaligus penyebab migrasi. Migrasi yang dilakukan dengan tujuan menetap sementara ataupun selamanya tentu perlu dibarengi dengan persiapan dari aspek administratif.

Leave a Comment