Pengertian dan Jenis Kuesioner

Didalam melakukan suatu penelitian, kita perlu menentukan untuk memakai data primer atau data sekunder. Kalau menggunakan data sekunder kita bisa mendapatkan informasi dari Jurnal terkait atau melakukan wawancara secara langsung.

Nah sedangkan data sekunder ini berupa kuesioner, atau angket yang berisikan beberapa pertanyaan yang akan di jawab oleh responden. Di pembahasan kali ini khanfarkhan ingin membahas mengenai pengertian dan jenis kuesioner.

Pengertian Kuesioner

Kuesioner atau angket merupakan sebuah langkah yang ditempuh dalam sebuah proses pengumpulan data. Pada penelitian atau sebuah kajian tertentu, hal tersebut memiliki peranan yang sangat penting. Biasanya, model dari angket tersebut terdiri atas beberapa daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden.

Setiap pertanyaan tentunya memiliki hubungan dengan topik yang dibahas dan pemilihan responden juga berdasarkan masalah yang diangkat. Jika Anda memiliki sebuah penelitian atau kasus tertentu, maka akan lebih efektif jika menggunakan sederet kumpulan pertanyaan  untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan.

Jenis-Jenis Kuesioner

Jenis-Jenis Kuesioner

1. Kuesioner Terbuka

Untuk jenis kuesioner terbuka, pertanyaan diberikan kepada responden dalam bentuk sebuah uraian. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan seputar topik masalah yang hendak diteliti.

Baca juga: Pengertian dan contoh susunan kerangka penelitian.

Nantinya, pihak responden diberikan kebebasan untuk menjawab sesuai dengan keinginan tanpa adanya batasan. Pilihan terbuka ini biasanya lebih banyak disukai masyarakat karena bisa menuliskan segala pendapatnya dengan bebas.

Sedangkan untuk peneliti, biasanya memilih jenis terbuka karena ingin mendapatkan opini seluas-luasnya dari responden.

2. Kuesioner Tertutup

Selain jenis pertanyaan terbuka, ada juga jenis pertanyaan tertutup. Untuk jenis kuesioner satu ini responden tidak boleh mengungkapkan opininya dengan lebih luas dan banyak karena sudah dibatasi dengan adanya kolom jawaban.

Dari pihak peneliti, sudah menyediakan kolom jawaban yang nantinya hanya perlu dicentang oleh responden. Biasanya, pertanyaan yang diberikan cukup singkat dan padat sehingga bisa terwakili hanya dengan jawaban yang singkat.

Hal tersebut menyebabkan waktu yang ditempuh untuk menjawab setiap pertanyaan menjadi lebih cepat.

Baca juga: contoh-contoh tinjauan pustaka

3. Kuesioner Campuran

Sama seperti namanya, kuesioner satu ini memang mencampurkan antara dua metode pertanyaan sebelumnya, yakni terbuka dan tertutup. Pertanyaan yang diberikan bisa merupakan soal uraian panjang yang membutuhkan jawaban berupa ungkapan persetujuan beserta alasannya.

Biasanya, jenis pertanyaan satu ini ditujukan untuk responden dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi sehingga tidak akan kebingungan dalam mengutarakan jawabannya.

Selain itu, dari pihak peneliti juga akan memperoleh jawaban yang lebih akurat dan banyak yang bisa diperbandingkan.

Jenis Kuesioner

4. Kuesioner Langsung

Untuk kuesioner langsung, biasanya pertanyaan yang disajikan perhubungan dengan responden itu sendiri. Contohnya saja ketika ada seorang peneliti yang ingin mengetahui tingkat ketertarikan responden pada suatu hal tertentu.

Oleh karena itu jawaban yang muncul merupakan opini mengenai diri sendiri. Maka tidak mengherankan jika jawaban yang diberikan lebih jujur dan ekspresif karena biasanya responden diberikan kebebasan dalam menyampaikan pandangannya.

Reponden tidak perlu takut atau merasa khawatir karena yang dibicarakan adalah dirinya sendiri.

5. Kuesioner Tidak Langsung

Berbeda dengan kuesioner langsung yang pertanyaannya berupa dirinya sendiri, untuk jenis yang tidak langsung, justru kebalikannya. Setiap responden akan diminta untuk mengutarakan pendapatnya untuk pihak lainnya.

Bisa karyawan kepada atasannya, bisa atasan kepada karyawannya, atau bisa juga antara sesama karyawan. Untuk jenis pertanyaan yang diberikan biasanya memiliki jawaban dengan pilihan ungkapan setuju-tidak setuju atau dengan alternative satu pilihan jawaban.

Dengan begitu pihak responden lebih berani dalam mengungkapkan pendapatnya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika pengertian dan jenis kuesioner perlu diperhatikan agar dapat mencapai hasil yang diinginkan. Setelah mengetahui beberapa jenis tersebut, Anda bisa menentukan mana jenis yang sekiranya cocok dengan topik penelitian yang dilakukan.

Pastikan untuk memilihnya secara cermat karena hal tersebut nantinya akan menentukan hasil yang Anda peroleh.

Demikianlah tadi pembahasan mengenai pengertian dan jenis kuesioner, semoga artikel diatas bisa bermanfaat untuk teman-teman semua. Simak terus informasinya di Khanfarkhan.com 🙂

Leave a Comment