Faktor Ketersediaan Air di Tanah

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Air adalah salah satu sumber kehidupan untuk manusia, setiap harinya manusia memerlukan setidaknya 2 liter Air untuk tubuhnya. Air juga sangat diperlukan oleh mahluk hidup lainya seperti hewan dan tumbuhan.

Bagaimana bila terjadi kekeringan sehingga ketersediaan air di bumi semakin berkurang. Terlebih lagi bila tidak ada hujan dalam kurun waktu yang sangat panjang.

Tumbuhan-tumbahan akan menjadi kering, dan hewan-hewan akan mati. Berkurangnya air tanah terjadi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Untuk mengetahui jawabanya silahkan anda simak penjelasan berikut ini.

Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Air Tanah

1. Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Faktor pertama yang bisa mempengaruhi ketersediaan air adalah kurangnya kesadaran masyarakat. Mengapa demikian? karena ada banyak sekali masalah yang di timbulkan oleh manusia itu sendiri.

Misalnya saja dalam hal kebersihan, terkadang masyarakat membuang sampah di aliran sungai sehingga sungai menjadi kotor dan dangkal sebab banyaknya tumpukan sampah. Kebiasaan membuang sampah ke dalam sungai haruslah di hilangkan.

Padahal orang-orang yang tinggal di pinggiran sungai memperlukan air bersih untuk keperluan mereka sehari-harinya. Namun sumber air mereka sudah kotor dan tercampur dengan sampah.

2. Perubahan Alam

Perubahan Alam

Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi pada bumi beserta dengan isinya. Ketika perubahan alam mulai tidak stabil sehingga terjadi kekeringan dimana-dimana.

Bahkan resapan air pun sudah kering semuanya, perubahan alam menjadi faktor penyebab berkurangnya air didalam tanah. Pada saat musim kemarau tiba banyak sekali penyakit yang terbawa oleh debu-debu tanah.

Air yang bisa di konsumsi adalah air dari pegununggan, sebab air dari penggunungan bersumber dari mata air bersih. Air pegunungan sudah melalui beberapa tahapan alami, sehingga air tersebut layak di konsumsi.

3. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran Lingkungan

Apabila kita melihat salah satu kali yang ada di jakarta misalnya seperti kali ciliwung, anda akan melihat pemandangan yang sangat menyedihkan. Airnya yang sudah berwarna hitam bercampur dengan limbah pabrik yang mengalir ke aliran sungai.

Sungai yang sudah tercemar oleh limbah beracun sudah tidak layak lagi, digunakan untuk memenuhi keperluan sehari-sehari seperti mandi, mencuci baju dan memasak.

Air yang tersedia dengan jumlah banyak justru tidak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Haruslah ada tindakan tegas oleh pemerintah agar pabrik-pabrik tidak membuang limbah beracun ke aliran sungai.

4. Global Warming

Global Warming

Faktor yang selanjutnya adalah pemanasan global atau bahasa kerennya global warming. Terkait pemanasan global ini penyebab terbesarnya adalah meningkatnya gas karbon monoksida dari kendaraan roda dua.

Ketika terjadi global warning suhu udara menjadi panas, kering dan iklim tidak menentu. Suhu udara di sekitar anda akan terus meningkat dan menjadi panas. Bila iklim tidak menentu bisa menyebabkan kekeringan pada daerah yang memiliki resapan air lebih banyak.

5. Morfologi Tempat

Morfologi Tempat

Apabila anda memiliki tempat tinggal dengan struktur kemiringan tanah yang tinggi, hal tersebut akan mempengaruhi ketersediaan air tanah. Berbeda dengan orang yang bertempat tinggal di tempat yang lebih rendah.

Ketersediaan air yang mereka miliki sangatlah banyak, sesuai prinsipnya air akan mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Namun jumlah air yang mengalir terlalu banyak juga bisa menyebakan kebanjiran pada daerah yang lebih rendah.

6. Tumbuhan

Banyak Tumbuhan

Daerah yang gersang dan tidak ada banyak pepohonan, memiliki ketersediaan air yang sangat sedikit bila dibandingkan dengan daerah yang banyak pepohonannya.

Alasanya tidak lain karena akar dari pohon-pohon tersebut mampu membuat ketersediaan air tanah lebih lama.

Itulah tadi penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi berkuragnya air tanah. Semoga informasi diatas bisa menjadi bahan pembelajaran untuk teman-teman semua.

Leave a Comment