Contoh Jurnal Umum Metode Periodik dan Perpetual

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Metode Periodik dan Perpetual –  Dalam proses pencatatan suatu transaksi, terdapat dua metode dimana kedua metode ini sering sekali digunakan dalam mengerjakan jurnal umum.

Kedua metode tersebut dikenal dengan metode fisik (periodik) dan metode terus menerus (perpetual). Dalam pembahasan kali ini saya akan memberikan beberapa contoh soal jurnal umum metode periodik dan perpetual.

Karena kedua metode ini memiliki perbedaan dalam penjurnalannya. Maka sebelum kita masuk kedalam pembahasan contohnya. Anda perlu tahu dahulu apa itu pencatatan metode periodik dan perpetual.

Perlu anda ketahui juga kalau jurnal umum ini memiliki fungsi dan manfaat bagi sebuah perusahaan baik yang bergerak di bidang jasa, manufaktur maupun dagang.


Pengertian Metode Periodik dan Perpetual

Sistem pencatatan metode periodik merupakan sistem pencatatan yang dilakukan dengan cara menghitung jumlah persediaan di akhir suatu periode untuk membuat pembukuannya.

Untuk sistem pencatatan metode perpetual atau terus menerus ini biasa disebut juga dengan metode buku yakni sistem yang disetiap persediaan masuk dan keluar dicatat di pembukuan.

Dalam penjurnalanya kedua sistem ini memiliki perbedaan yang khas, kenapa dibilang khas karena, metode perpetual melakukan pencatatan aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP pada saat transaksi penjualan.

Sedangkan untuk metode periodik tidak mencatat HPP ketika transaksi penjualan, itulah yang membedakan diantara kedua metode ini.

Untuk melihat contoh soal jurnal umum dan jawabannya lebih banyak lagi, kamu bisa baca disini.

Contoh Soal Metode Periodik dan Perpetual

Transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagang dari PT MOTOR JAYA selama bulan Maret 2017 sebagai berikut :

TanggalTransaksi
Maret 01Dibeli barang dagang senilai Rp 8.000.000,00 dengan terminan 4/14 n/30
Maret 03Dijual barang dagang Rp 4.500.000,00 diterima tunai 20%-nya sedangkan sisanya dengan syarat 2/10 n/30. Beban pokok yang dijual Rp 3.800.000,00. Penjualan dilakukan kpd CV Adil.
Maret 04Dikeluarkan nota debit untuk barang yang dikembalikan sebagian atas pembelian 01 Maret yang lau, yakni senilai Rp 500.000,00
Maret 05Ddibayar ongkos angkut atas barang yang di beli senilai Rp 80.000,00
Maret 07Dibeli barang dagang Rp 5.000.000,00 dibayar tunai Rp 2.000.000,00 sisanya dengan termin 2/10 n/30.
Maret 08Dikeluarkan nota kredit untuk retur sebagian barang yakni senilai Rp 200.000,00 dari penjualan kepada CV Adil, beban pokok penjualan sebesar Rp 168.000,00
Maret 10Dijual lagi barang dagang seharga Rp 6.000.000,00 dengan termin 2/10 n/30, harga tersebut sudah termasuk laba kotor 20% dari harga jual.
Maret 13Diterima per kas dari debitur CV Adil atas penjualan yang lalu.
Maret 15Dibayar per kas kepada debitur atas pembelian 01 Maret yang lalu
Maret 17Diterima kembali sebagian barang yang dijual pada 10 Maret yakni sebesar Rp 1.000.000,00
Maret 20Diterima per kas atas penjualan 10 Maret yang lalu
Maret 25Dibayar utang kepada kreditur atas pembelian 07 Maret yang lalu
Maret 29Dijual barang dagang secara tunai sebesar Rp 3.750.000,00, harga tersebut sudah termasuk laba kotor 25 % yang dihitung dari beban pokok.

Diminta :

A. Jurnal Umum, jika memakai metode pencatatan :

  1. Metode terus menerus/perpetual
  2. Metode Fisik/Periodik
Apabila teman-teman masih belum paham dalam membuat jurnal umum yang baik dan benar bisa baca artikel ini cara membuat jurnal umum.

1. Metode Terus-Menerus/Perpetual

PT Motor Jaya
Jurnal Umum

TanggalPerkiraan & KeteranganReffDebit (Rp)Kredit (Rp)
Mar-01Persediaan barang dagang 8.000.000,00 
        Utang dagang  8.000.000,00
Mar-03Kas 900.000,00 
 Piutang dagang 3.600.000,00 
        Penjualan  4.500.000,00
 Beban Pokok Penjualan 3.800.000,00 
        Psd barang dagang  3.800.000,00
Mar-04Utang dagang 500.000,00 
        Psd barang dagang  500.000,00
Mar-05Persediaan barang dagang 80.000,00 
        Kas  80.000,00
Mar-07Psd Barang Dagang 5.000.000,00 
  Kas (K) 2.000.000,00
        Utang Dagang  3.000.000,00
Mar-08Retur penjualan 200.000,00 
        Piutang dagang  200.000,00
 Persediaan barang dagang 168.000,00 
        Beban pokok penjualan  168.000,00
Mar-10Piutang dagang 6.000.000,00 
        Penjualan  6.000.000,00
 Beban pokok penjualan 4.800.000,00 
        Psd barang dagang  4.800.000,00
 (Hj-(20% x Hj) = 6 jt – (20% x 6 jt)   
Mar-13kas 3.332.000,00 
 Potongan penjualan 68.000,00 
        Piutang dagang  3.400.000,00
 (2% x 3.400.000)   
Mar-15Utang dagang 7.680.000,00 
 Persediaan barang dagang 320.000,00 
        kas  8.000.000,00
 (4 % x 8.000.000)   
Mar-17Retur Penjualan 1.000.000,00 
        Piutang dagang  1.000.000,00
Mar-20kas 5.880.000,00 
 Potongan penjualan 120.000,00 
         Piutang dagang  6.000.000,00
 (2%  x 6.000.000)   
Mar-25Utang 3.000.000,00 
          Kas  3.000.000,00
Mar-29Kas 3.750.000,00 
          Penjualan  3.750.000,00
 Beban pokok penjualan 3.000.000,00 
          Psd barang dagang  3.000.000,00
 Bpp = 3.750.000 – (25% x Bpp)   
         = 3.750.000/1,25 = 3.000.000   
 Jumlah 61.198.000,0061.198.000,00

2. Metode Fisik/Periodik

PT Motor Jaya
Jurnal Umum

Tanggal

Perkiraan & KeteranganReffDebit (Rp)

Kredit (Rp)

Mar-01Pembelian 8.000.000,00 
        Utang dagang  8.000.000,00
Mar-03Kas 900.000,00 
 Piutang dagang 3.600.000,00 
        Penjualan  4.500.000,00
Mar-04Utang dagang 500.000,00 
        Retur pembelian  500.000,00
Mar-05Beban ongkos angkut 80.000,00 
        Kas  80.000,00
Mar-07Pembelian 5.000.000,00 
  Utang dagang (K) 3.000.000,00
        Pembelian  2.000.000,00
Mar-08Retur penjualan 200.000,00 
        Piutang dagang  200.000,00
Mar-10Piutang dagang 6.000.000,00 
        Penjualan  6.000.000,00
Mar-13kas 3.332.000,00 
 Potongan penjualan 68.000,00 
        Piutang dagang  3.400.000,00
 (2% x 3.400.000)   
Mar-15Utang Dagang 7.500.000 
  Potongan Pembelian (K) 300.000
        Kas (K)  7.200.000
 (4 % x 7.500.000)   
Mar-17Retur Penjualan 1.000.000,00 
        Piutang dagang  1.000.000,00
Mar-20Kas 5.880.000,00 
 Potongan penjualan 120.000,00 
         Piutang dagang  6.000.000,00
 (2%  x 6.000.000)   
Mar-25Utang dagang 3.000.000,00 
          Kas  3.000.000,00
Mar-29Kas 3.750.000,00 
          Penjualan  3.750.000,00
 Jumlah 49.430.000,0049.430.000 ,00

Tidak ada perbedaan yang signifikan untuk kedua metode pencatatam periodik dan perpetual. Namun jika anda perhatikan pada masing-masing transaksi diatas.

Setiap pencatatan transaksi perpetual, semua pendapatan akan di catat sebagai persediaan barang dagang. Tahap pencatatan transaksi keuangan tidak hanya sampai disini saja selanjutnya kamu perlu membuat dan memposting kedalam buku besar.

Sekianlah tadi penjelasan mengenai Contoh Soal Jurnal Umum dengan Metode Periodik dan Perpetual semoga dari beberapa contoh soal di atas dapat dipahami dan bisa membantu. Terimakasih

14 thoughts on “Contoh Jurnal Umum Metode Periodik dan Perpetual”

  1. itu tanggal 7 maret metode perpetual… kebalik ya aturan, persediaan brg dagang (debit) pada kas dan utang uasaha (kredit)… karna kan kalau membeli barang dagang… persediaan barang dagang otomatis menambah (debit) membayar pakai kas otomatis berkurang (kredit)

    Reply
  2. Di metode fisik, di hitungan saya jumlahnya 43.490.000. Tidak sama hasilnya dengan yg perpetual. Itu gimana ya kok bisa tetap 61.198.000?

    Reply
  3. Itu yang metode fisik yang tanggal 7 buaknya kebalik ya…pembelian didebit dan kas sama utang dagang di kredit?

    Reply

Leave a Comment