Jenis, Rukun dan Contoh Akad Mudharabah dalam Syariah

[toc]

Khanfarkhan.com – Dalam melakukan transaksi syariah ada yang dikenal dengan nama akad mudharabah, mungkin teman-teman ada yang belum mengetahui jenis-jenis dari akad mudharabah.

Ayo mulai dari sekarang kita bertransaksi secara syariah mulai dari menambung dan berinvestasi sesuai ajaran islam, hindari riba dan juga utang.

Karena saat ini sudah banyak sekali Bank yang menerapkan sistem syariah Misalnya saja seperti BNI Syariah, dan mungkin masih ada lagi Bank yang menerapkan sistem syariah.

Pada dasarnya yang membedakan antara bank syariah dan bank konvensional ialah: Bank Syariah tidak mengenal sistem bunga tapi lebih ke Bagi Hasil, sedangkan bank konvensional ada Bunganya.

Maka dalam kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai akad mudharbah secara jelas dan lengkap, agar lebih mudah dimengerti dan dipahami.

Pengertian Akad Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata adhdharby fi yaitu bepergian untuk urusan dagang atau qiradh yang berasal dari kata alqardhu yang berarti potongan, karena pemilik memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungan.

Akad mudharabah merupakan suatu transaksi investasi yang berdasarkan kepercayaan-kepercayaan merupakan unsur terpenting dalam akad mudharabah, yaitu kepercayaan dari pemilik dana kepada pengelola dana.

√ Jenis, Rukun dan Contoh Akad Mudharabah dalam Syariah
Bertransaksi Syariah

Mudharabah Menurut PSAK terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Mudharabah Muthlaqah

Mudharabah Muthlaqah merupakan mudharabah dimana yang mempunyai dana, memberikan kebebasan kepada pengelola dana untuk kegiatan pengelolaan Mudharabah biasa disebut juga investasi tidak terikat.

Mudharabah jenis ini tidak ditentukan masa berlakunya, di darerah mana usaha tersebut akan dilakuakan, tidak ditentukan line of trade, line of industry, atau line of service yang akan dikerjakan.

Pada Mudharabah muthlaqah, bagi bank syariah dalam menggunakan dana yang disimpanya nasabah yang menyimpan dananya di bank syariah tidak memberikan pembatasan.

Namun apabila ternyata pengelola dana melakukan kelalaian atau kecurangan, maka pengelola dana harus bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukanya.

Apabila terjadi kerugian atas usaha tersebut, yang bukan karena kelalaian dan kecurangan pengelola dana maka kerugianua akan ditanggungg oleh pemilik dana.

Contoh dari Mudharabah Mutlaqah ialah Tabungan Mudharabah serta Deposito Mudharabah.

2. Mudharabah Musyarakah

Mudharabah Musyarakah ialah mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerja sama investasi.

Akad yang disepakati pada awal kerja adalah akad mudharabah dengan modal 100% dari pemilik dana.

Pada saat berjalanya operasi usaha dengan pertimbangan tertentu dan kesepakatan dengan pemilik dana ikut menanamkan modalnya, dalam usaha tersebut jenis mudharabah ini merupakan perpanduan antara mudharabah dan akad musyarakah.

3. Mudharabah Muqayyadah

Mudharabah muqayyadah yakni mudharabah dimana yang mempunyai dana memberikan batasan kepada pengelola antara mengenai dana, lokasi, cara, dan objek investasi dan juga dari sektorusahanya.

Misalnya, tidak mencampurkan dana yang dimilik oleh pemilik dana dengan dana lainya, tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan tanpa penjamin atau mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga dan disebut juga investasi terikat.

Pada saat pengelola dana bertindak bertentangan dengan syarat-syarat yang diberikan oleh pemilik dana, maka pengelola dana harus bertanggung jawab atas konsekuensi-konsekuensi yang dibuatnya, termasuk juga konsekuensi keuangan.

Contoh dari Mudharabah Muqayyadah yakni sebagai berikut.

1. Mudharabah Muaqqayadah On Balance Sheet merupakan salah satu bentuk dari pengelolaan dana yang memiliki syarat.

Dengan begitu seoarang Mudharib akan melakukan mudharabah pada bidang tertentu mulai dari cara transaksi waktu dan tempatnya.

Selain itu mudharabah ini termasuk jenis simpanan khusus dimana syaratnya ditentukan oleh pemilik dana itu sendiri dan pihak bank harus mematuhinya. Misalnya terkait bisnis dan nasabah tertentu saja.

2. Al Mudharabah Muqqayah Of Balance Sheet yakni sebagai pengarah dana langsung kepada pihak pelaksana usahanya. Dalam hal ini Bank berperan sebagai perantara untuk mempertemukan pihak pemilik dana dan pelaksana usaha.

Syarat dari kegiatan usaha ini ditentukan oleh pemilik dana dan bank akan membiayai kegiatan usaha tersebut jika sudah sesuai dengan kriteria.

√ Jenis, Rukun dan Contoh Akad Mudharabah dalam Syariah
Skema Mudharabah

Rukun Mudharabah

Pada saat akan melakukan transaksi akad mudharabah akan bisa dilakukan jika sudah memenuhi le 4 rukun dibawah ini:

– Pemilik Modal atau Pelaksana Usaha

Dalam transaksi jual beli akad mudharabah haruslah terdiri dari Pemilik Modal dan juga Pelaksana Usaha. Kalau rukun yang pertama ini tidak terpenuhi maka akad mudharah tidak bisa dilaksanakan.

Dalam akad mudharabah pemilik modal dikenal sebagai shahibul maal sedangkan pihak pelaksana usaha dikenal sebagai mudharib atau amil

– Modal dan Kerja

Rukun selanjutnya ialah adanya obyek mudharabah dimana obyek ini terdiri dari Modal dan Kerja.

Dalam hal ini pihak pemilik modal akan memberikan modal usahanya untuk dijadikan obyek mudaharabah sedangkan keahlian/kerja yang bertanggung jawab yakni pelaksana usaha.

– Persetujuan kedua belah pihak

Rukun yang ketiga ini wajib sekali hukumnya karena melibatkan persetujuan kedua belah pihak (ijab-qobul) kalau hal ini sudah terlsakana artinya kedua belah pihak sudah menyetui dan sama-sama rela mengenai syarat dan ketentuan yang dibuat.

Pemilik dana menyetujui karena memang kewajibanya dalam menyediakan dana, sedangkan pihak pelaksana setuju atas dasar tanggung jawabnya untuk menyerahkan keahlian kerjanya.

– Nisbah keuntungan

Rukun yang terakhir ialah Nisbah yang merupakan rukun yang tidak ada didalam akad jual beli hal ini menjadikan ciri yang melekad dalam akad mudharabah.

Semua pihak yang terkaid didalam akad mudharabah berhak memperoleh imbalan berupa Nisbah. Mulai dari pemodal atas penyertaan modal, lalu imbalan untuk mudharib yang ikut andil dalam pekerjaannya.

Pembagian nisbah atau keuntungan ini wajib juga terpenuhi syaratnya salah satu tujuanya ialah agar tidak terjadi salah paham atau permusuhan diantara kedua belah pihak

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Akad Mudharabah dalam Syariah semoga dengan penjelasan saya di atas dapat membantu Anda dan menambah wawasan bagi Anda.

Farkhan Ramadhan, S.E.

Seorang Blogger, Lulusan IIB Darmajaya Lampung Fakultas Ekonomi dan Bisnis asli tinggal di Lampung, dan ingin bermanfaat untuk orang lain dengan cara berbagi pengalaman lewat tulisan. Keja sama bisnis Farkhanramadhan8@gmail.com

Tinggalkan komentar