Jenis Konflik di Lingkungan Masyarakat

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Berbicara mengenai jenis-jenis konflik, konflik timbul akibat adanya perpecahan antar individu atau kelompok. Sedangkan perpecahan yang timbul tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal.

Terjadinya suatu konflik ada yang disertai dengan kekerasan dan ada pula yang secara diam-diam layaknya perang dingin.

Konflik yang tidak ditangani segera biasanya akan menjadi semakin parah atau semakin besar. Apalagi dalam kehidupan sosial masyarakat, tidak jarang terjadi suatu konflik.

Dan kebanyakan konflik yang terjadi tesebut disebabkan oleh permasalahan ekonomi dan budaya. Adanya suatu konflik sosial bisa menimbulkan perpecahan persatuan bangsa. Maka adanya konflik tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Jenis-Jenis Konflik Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Jenis-Jenis Konflik

Pada pembahasan di atas telah dijelaskan secara sekilas mengenai apa itu konflik dan bagaimana suatu keadaan bisa memicu datangnya suatu konflik.

Konflik tidak melulu terjadi dalam lingkup masyarakat secara sempit. Bahkan jenis konflik juga ada yang secara meluas.

Untuk mengetahui teori konflik menurut para ahli, bisa baca disini.

Dalam kehidupan bermasyarakat yang ada di dunia ini ada beraneka ragam jenis-jenis konflik yang bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Pengelompokkan jenis konflik tersebut juga didasari atas perbedaan faktor atau penyebab timbulnya konflik tersebut.

Beberapa jenis konflik tersebut diantaranya adalah seperti :

1. Konflik Individu

Konflik dalam lingkup individu maksudnya adalah suatu konflik yang terjadi antar individu satu dengan lainnya atau kelompok masyarakat satu dengan lainnya namun masih dalam batas sempit.

Biasanya hal-hal yang memicu jenis konflik ini adalah permasalahan kecil dan dianggap sepele dalam kehidupan.

2. Konflik Agama

Konflik dalam lingkup agama ini terjadi karena perbedaan keyakinan yang diiringi dengan sikap dan sifat fanatik dalam kelompok agama tersebut. Jika dalam suatu kelompok agama tersebut memiliki rasa toleransi yang tinggi maka konflik dalam bidang agama ini sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

3. Konflik Politik

Mendengar jenis konflik yang satu ini tentu Anda sudah tidak asing dengan penyebabnya. Salah satu penyebab dari timbulnya konflik ini adalah perebutan kekuasaan dari individu atau kelompok.

Yang satu dengan individu atau kelompok politik yang lainnya.

4. Konflik Internasional

Jenis Konflik Internasional

Konflik yang satu ini sedikit berbeda dengan beberapa konflik lain sebelumnya. Konflik dalam lingkup internasional memiliki jangkauan yang jauh lebih luas karena konflik ini melibatkan beberapa negara kelompok yang memiliki visi dan misi berbeda sehingga terjadilah konflik internasional ini.

Bahkan tidak jarang terjadi perang antar negara karena konflik tingkat internasional ini.

5. Konflik Rasial

Sedikit berbeda dengan konflik tingkat agama, konflik bidang rasial ini juga memiliki faktor penyebab yakni perbedaan kekuatan antar ras. Dasar dari timbulnya konflik dalam ras ini juga dipicu oleh kearoganan dan rasa fanatik yang tinggi.

6. Konflik Sosial

Jenis konflik satu ini berhubungan dengan kehidupan sosial di masyarakat. Karena pada dasarnya konflik sosial ini banyak sekali terjadi di masyarakat.

Untuk mengetahu contoh konflik sosial yang ada di masyarakat , bisa dibaca disini.

7. Konflik Keluarga

Jenis Konflik Keluarga

Terjadinya konflik keluarga biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, kurangnya saling percaya satu sama lainya dan rasa ingin menang sendiri.

Jenis konflik ini tidak hanya terjadi antara suami istri, tapi ada juga antara anak dan orang tua, orang tua dan menantu sehingga memunculkan rasa tidak percaya antara satu dengan yang lainya.

8. Konflik Konstruktif

Cara pandang dan pola pikir yang kuat antara individu dan kelompok akan melahirkan konflik konstruktif ini. Selain itu konflik kontsruktif ini bersifat fungsional.

Umumnya jenis konflik kontruktif terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan besar. Akibatnya diantara antara individu atau kelompok akan saling menjatuhkan.

9. Konflik Destruktif

Konflik destruktif ini berdampak buruk untuk orang lain, karena pasalnya konflik ini muncul karena rasa tidak suka kepada individu atau kelompok.

Apabila konflik ini terjadi maka bisa saja kita menyaksikan orang yang terkula bahkan terbunuh. Sehingga konflik seperti ini selalu dihindari oleh masyarakat.

10. Konflik Horizontal

Secara umum konflik horizontal muncul karena persaingan yang tidak sehat. Misalnya saja antara pedagang somay keliling yang marah kepada pedagang somay lainya karena menempati wilayahnya.

Namun pedagang lainya ikut sama-sama mengklaim bahwa wilayah tersebut miliknya.

Baca Juga: Contoh Masalah Sosial di Masyarakat

11. Konflik Vertikal

Hampir sama dengan jenis konflik sebelumnya, hanya saja ruang lingkupnya lebih besar yang ini dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

Konflik yang terjadi yaitu karena jabatan atau kedudukan tertinggi dengan seorang bawahanya. Hal ini sering terjadi dan yang paling umum adalah masalah kenaikan gaji.

12. Konflik Diagonal

Kebalikan dari konflik horizontal, kalau jenis konflik vertikal muncul karena adanya ketidak adilan yang dialami oleh masyarakat terkait sumber daya alam.

Karena masyarakat yang tidak terima dan ingin menuntuk keadilan untuk mereka sehingga terjadilah konflik antara organisasi masyarakat dengan instansi terkait.

13. Konflik Nonrealistis

Munculnya konflik nonrealistis dimasyarakat karena adanya ambisi untuk mencapai suatu tujuan namun dengan cara yang benar dan tidak benar di masing-masing pihak.

Misalnya terjadi diantara sesama pedagang baik pakaian, makanan dan lain sebagainya.

14. Konflik Realistis

Jenis Konflik Realistis

Jenis konflik yang satu ini yaitu konflik realistis yang terjadi akibat perasaan kecewa yang di alami individu atau kelompok dan terjadi di lingkungan sosial.

Apabila anda melihat sebuah berita yang mengatakan sekelompok pegawai melakukan aksi mogok kerja terhadap suatu perusahaan, karena kebijakan yang merugikan pegawainya inilah yang dinamakan konflik realistis.

15. Konflik Hukum

Berbicara masalah hukum tentu konflik yang terjadi karena adanya ketidak adilan yang dialami oleh masyarakat. Kebanyakan hukum di indonesia lebih tumpul ke atas dan tajam kebawah.

Buktinya mana! silahkan anda simak berita di telivisi karena tidak sedikit konflik seperti ini terjadi di masyarakat.

16. Konflik Antar Suku

Sudah pasti konflik ini munculnya karena sebuah perbedaan dengan salah satu suku lainya, seperti yang pernah terjadi di daerah Mesuji konflik antara suku bali dan lampung.

Sangat banyak korban meninggal saat terjadi konflik tersebut.

17. Konflik Kelompok

Terbentuknya sebuah organisasi karena memiliki tujuan yang sama, namun bila setiap anggotanya memilik pendapat dan pemikiran yang tidak sama justru menyebabkan terjadinya konflik.

Konflik jenis ini hanya bisa diselesaikan dengan cara mediasi dari pihak ketiga.

18. Konflik Terbuka

Maksud dari jenis konflik terbuka adalah konflik yang diketahui oleh semua orang dan terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama seperti palestina dengan israel.

Konflik yang sudah diketahui oleh seluruh dunia, dan hingga saat ini masih belum selesai.

Beberapa contoh konflik yang ada di atas merupakan sedikit dari banyaknya konflik  yang sudah terjadi di kalangan masyarakat. Terutama di Indonesia sendiri yang masih banyak sekali terjadi konflik baik antar individu maupun kelompok.

Beragam pemicu konflik sosial yang sudah terjadi tersebut jika tidak didasari dengan sikap tenggang rasa yang kuat maka akan semakin parah.

Bahkan hal yang lebih burukpun bisa saja terjadi. Seperti misalnya saling bertumpah darah antar individu maupun kelompok. Dengan beragam konflik yang ada Anda bisa mengambil suatu pelajaran bahwa dalam kehidupan bermasyarakat memang sangat dibutuhkan adanya sikap tenggang rasa atau saling toleransi yang tinggi.

Terutama sebagai warga Indonesia yang memilliki banyak sekali keanekaragaman maka Anda juga harus menanamkan rasa toleransi yang tinggi antar sesama.

Sebutkan Jenis-Jenis Konflik?

Leave a Comment