Komunitas: Jenis, Ciri-ciri, dan Tujuan

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Membahas mengenai komunitas, hal yang akan diingat tentunya pasti berhubungan dengan sekelompok orang tertentu. Faktanya hal tersebut memang benar karena adanya sekelompok tersebut pasti karena tujuan tertentu, tidak mungkin secara tiba-tiba terbentuk dengan sendirinya.

Ada beberapa jenis, ciri-ciri, dan tujuan tertentu yang pasti terdapat dalam sebuah kelompok tersebut. Maka tidak mengherankan jika biasanya kelompok tersebut terbentuk pada lingkungan tempat tinggal, kebiasaan, serta perilaku yang hampir mirip, bahkan juga sama.

Meski keberadaannya sering sekali ditemui di kehidupan sekitar, masih banyak orang-orang yang belum memahami mengenai pembahasan tersebut.

Tapi sebelum ini anda perlu mengerti pengertian komunitas menurut pendapat para ahli, agar anda lebih paham sebelum mengetahui jenis, ciri dan tujuan komunitas.

Jenis, Ciri, dan Tujuan dari Komunitas

Pada dasarnya komunitas terbagi menjadi 3, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Komunitas Berdasarkan Tingkat Minat

Jenis Komunitas Berdasarkan Tingkat Minat

Seperti namanya, komunitas satu ini memang terbentuk karena adanya kesamaan rasa, pengalaman, serta minat dari setiap individu.

Ciri-cirinya sederhana, yakni berada pada satu lingkungan yang sama dengan ketertarikan yang juga sama.

Anda pasti pernah menemukan orang-orang dengan minat yang sama membentuk sebuah kelompok kecil yang hingga akhirnya bisa memiliki tujuan tertentu. Kesamaan tersebutlah yang akhirnya dapat membentuk kelompok.

Tujuan yang ingin diraih adalah bisa mendapatkan kepuasan melalui kelompok yang mereka bangun tersebut. Misalnya saja, dalam sebuah kelompok pencinta barang-barang antik, mereka semua yang ada di dalamnya akan berusaha memburu barang-barang antik yang kemudian dijadikan koleksi.

Rasa puas yang menghampiri ketika semua barang-barang tersebut dimilikilah yang menjadikan seseorang ingin masuk pada kelompok tersebut.

Saat ini sudah ada namanya pemberdayaan komunitas, untuk lebih jelasnya baca saja artikel contoh pemberdayaan komunitas.

2. Komunitas Berdasarkan Lokasi

Jika sebelumnya didasarkan pada tingkat minat, maka yang selanjutnya berhubungan karena adanya hubungan tempat tinggal atau lokasi. Lokasi tidak hanya berkutat pada tempat tinggal saja, karena terdapat pengertian yang lebih luas.

Anda bisa membentuk kelompok yang sama saat berada pada lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan bermasyarakat, lingkungan pergaulan, dan juga lingkungan pekerjaan.

Ciri-cirinya mereka akan saling terhubung satu sama lain, saling berinteraksi setiap saat dengan minat yang sama. Selain itu, bisa jadi dalam lingkungan atau lokasi mereka tersebut terdapat permasalahan yang perlu diatasi hingga mereka memutuskan membuat sebuah komunitas.

Tujuan yang ingin diraih bergantung pada jenis kelompok yang mereka bangun. Apabila lokasi mereka memiliki masyarakat dengan ekonomi rendah, mereka pasti bertujuan untuk memperbaiknya.

3. Komunitas Berdasarkan Komunitas

Untuk jenis komunitas satu ini sama artinya dengan meringkas dua kelompok yang sudah ada sebelumnya, yakni karena tingkat minat dan lokasi yang sama. Biasanya, mereka sudah berbentuk organisasi atau sekelompok kecil di dalam suatu masyarakat.

Nah, karena memiliki tujuan yang sama, maka terbentuklah kelompok lebih besar yang mampu mewujudkan keinginan dari masing-masing kelompok yang digagas sebelumnya.

Contoh sederhananya adalah bersatunya beberapa RT untuk membentuk sebuah komunitas UMKM, yakni sebuah kelompok usaha kecil menengah yang diberdayakan.

Adapun contoh kumunitas lainya bisa baca artikel Contoh Komunitas Sosial, Religius, Hewan, di Sekolah .

Ciri-cirinya, kedua kelompok kecil atau setiap organisasi tersebut sudah memiliki sebuah misi yang sama, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bersatu.

Selain dalam lingkungan masyarakat, jenis kelompok satu ini juga terjadi dalam dunia sosial lainnya seperti pemerintah ataupun lembaga-lembaga lainnya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis, ciri, dan tujuan dari komunitas. Setelah memperhatikan pemaparan tersebut Anda mungkin sudah mendapatkan sedikit gambaran mengenai bentuk kelompok tersebut.

Dengan begitu, Anda bisa memutuskan hendak masuk menjadi bagian dalam kelompok yang mana.

Yakin Ngga Mau Komen ?