Pengertian, Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel

Didalam akuntansi ada dua jenis piutang yang pertama piutang dagang dan yang kedua ada piutang wesel. Diantara kedua piutang tersebut memilik perbedaan seperti persyaratan, jenis dan jatuh tempo.

Maka pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan tentang pengertian, jenis dan contoh soal dari piutang wesel. Untuk lebih jelasnya simak definisi dari piutang wesel berikut ini.

Pengertian Piutang Wesel

Apa itu piutanh wesel ?
Wesel merupakan sebuah janji tertulis yang tidak besyarat dari satu pihak kepada pihak lainnya untuk membayar sejumlah  uang tertentu pada tanggal yang  diteteapkan di masa akan datang.

Ada yang perlu diketahui bahwa piutang wesel dapat dipindah. Bagaimana caranya ?

Pengertian dan jenis piutang wesel
Piutang Wesel

Berikut saya akan menjelaskan caranya :
Apabila wesel dipindahtangankan maka yang membuat wesel akan membayar kepada orang  atau badan yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo.

Wesel yang dapat dipindahtangankan bisa didiskontokan terhadap bank sebelum sampai waktu jatuh tempo. Baca juga: Kumpulan contoh rekonsiliasi bank dan jawabanya.

Apa itu Diskonto Wesel !

“Diskonto Wesel merupakan suatu  kegiatan meminjam uang ke bank dengan wesel sebagai  jaminanya”

Semua wesel yang didiskontokan oleh bank akan memberikan pinjaman namun akan dikurangi dengan bunga yang diperhitungkan selama jangka waktu diskonto.

Diskonto berarti bunga yang diperhitungkan.

Tentunya ada persyaratan diskonto !

Pihak yang mendiskontokan harus bertanggung jawab apabila tidak melunasi saat jatuh tempo secara umum terdapat syarat yang dikenakan dalam wesel.

Piutang wesel harus dipisahkan unntuk wesel dagang, wesel dari pegawai. Jika  wesel  sudah jatuh tempo namun belum dilunasi juga harus dicatat terpisah dari wesel yang belum jatuh tempo (biasanya dicatat pada rekening piutang wesel yang menunggak).

Jenis-Jenis Piutang Wesel

Berikut ini terdapat dua jenis piutang wesel antara  lain :

  1. Wesel tidak berbunga ialah wesel yang pada saat jatuh tempo dibayar sesuai dengan nilai nominalnya.
  2. Wesel berbunga ialah wesel yang pada saat jatuh tempo dibayarkan sesuai nilai nominalnya dan ditambah  dengan bunga terhitung.

Ciri-Ciri Piutang Wesel

1. Adanya Nilai Jatuh Tempo

Maksudnya ialah nilai jatuh tempo ini istilah yang menjelaskan pejumlahan dari nilai transaksi utama kemudian ditambahkan dengan nilai bunga yang dibebankan untuk segera dibayarkan pada tanggal jatuh tempo.

Para konsumen yang melakukann transaksi dengan kredit hanya cukup membayar senilai barang yang sudah dibeli, namun dengan bunga sebab ia meminta waktu untuk membayar barang tersebut dengan tempo.

2. Adanya Tanggal Jatuh Tempo

Selanjutnya ialah adanya tanggal jatuh tempo. ciri  yang kedua  ini bisa diketahui dari  lamanya atau umur piutang. Pada dasarnya penjual memakai dua jenis pengukuran umur, yakni bulan dua hari. Berbeda halnya dengan piutang tak tertagih.

Apabila bulanan, maka tanggal jatuh temponya sama dengan tanggal pada pembeli ketika melakukan kredit tersebut, tapi berbeda bulan saja. Dan jika berumur harian, maka harus dilakukan perhitungan untuk menentukan kapan tannggal jatuh tempo dengan pasti.

3. Adanya Bunga yang Berlaku

Bssa saja piutang muncul  di sebabkan si pembeli memutuskan melakukan transaksi secara kredit dan hal tersebut ini menyebabkan adanya bunga.

Dalam hal ini bunga dibayar sebagai bentuk konsekuensi pihak  pembeli  yang meminta tempo pembayaran tertentu dan sebegai keutungan bagi penjual sebab sudah bersabar dalam menunggu pelunasan kredit tersebut. Dalam hal ini besaran disesuaikan dengan kebijakan dari penjual dalam menentukan bunga yang dipakai.

Masalah Pendiskontoan Wesel

Ketika  pendiskontoan wesel terdapat beberapa masalah yang sering muncul seperti berikut :

  1. Menentukan nilai jatuh tempo wesel yaitu nilai nominal + bunga.
  2. Bunga wesel yaitu nilai nominal x Tarif bunnga x Jangka waktu wesel.
  3. Jumlah diskon yaitu Nilai jatuh tempo x tarif diskon x jangka waktu.
  4. Jangka waktu wesel yaitu dihitung dari tanggal wesel ke tanggal waktu diskon.
  5. Jangka waktu diskon yaitu dari tanggal penjualan ke tanggal jatuh tempu.
  6. Hasil penjualan yaitu nilai jatuh dikurangi diskon.

Pada saat jatuh tempo wesel

Apabila wesel sudah jatuh tempo ada beberapa hal yang terjadi sebagai berikut :

  1. Dilunasi
  2. Tidak dilunasi
  3. Diperpanjang

Bunga diskonto wesel dapat dihitung dengan cara berikut :

” Bunga (diskonto) = nilai jatuh tempo x tarif diskonto x periode diskonto”

Sebab-sebab terjadinya wesel

Penyebab terjadinya wesel dapat disebabkan oleh hal berikut :

  • Ditetapkanya dalam syarat jual beli.
  • Mengganti piutang yang sudah jatuh tempo namun belum dibayar.
  • Pinjaman yang berbentuk uang tunai.

Contoh Soal Wesel Tidak Berbunga

  1. Pada tanggal 15 maret 2016 PT Surya menjual barang dagang sebesar Rp 20.000.000 kepada PT Matahari dengan utang piutang biasa.
  2. Tanggal 25 maret 2016 disepakati oleh PT Surya dan PT Matahari bahwa utang piutang biasa dari jual beli barang dagangan pada 15 maret 2016 dirubah menjadi utang piutang wesel yang berdiskon. Tanggal jatuh tempo ditetapkan 25 september.
  3. Tanggal 25 juli 2015 PT Matahari menjual wesel kepada PT Bulan dengan diskon sebesar 2% sebulan
  4. Tanggal 25 september PT Matahari melunasi utangya sebesar Rp 20.000.000 kepada PT Surya dengan tepat.

Diminta:

  • Buatlah jurnal yang diperlukan oleh PT Surya
Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi

Perhitungan :

Discount : Rp 10.000.000 x 3% x 2 = Rp 600.000

Hasil Pendiskontoan Wesel = Rp 10.000.000 – Rp 600.000 = Rp 9.400.000

Bila saat pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel tidak berbunga) jumlah yang dibuat oleh PT Surya.

Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi

Bila pada saat jatuh tempo piutang wesel diperpanjang, sehingga tidak dilakukan jurnal oleh PT Surya 

Contoh Soal Wesel Berbunga

  1. Pada tanggal 24 januari 2016 PT Surya menjual barang sebesar Rp 9.000.000 kepada PT Jaya dengan utang piutang biasa.
  2. Tangggal 1 Februari 2016 disepakati oleh PT Surya dan PT Jaya bahwa utang piutang biasa dari jual beli barang dagangan pada 24 Januari 2016 yang lalu, dirubah menjadi utang piutang wesel yang berbunga 4% per bulan. Tanggal jatuh tempo 1 Agustus 2016.
  3. Tanggal 1 Juni 2016 PT Surya menjual notes receivable kepada PT Ambon dengan diskon sebesar 3% sebulan.
  4. Tanggal 1 Agustus PT Jaya melunasi utangya sebesar Rp 9.000.000 kepada PT Mega dengan tepat.

Diminta :

  • Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk PT Surya, PT Murni dan PT Ambon jurnal yang dibuat oleh PT Surya.
Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi

Perhitungan :

Bunga Wesel saat jatuh tempo = Rp 9.000.000 x 4% x 6 = Rp  2. 160.000

Nilai jatuh tempo = Rp 9.000.000 + 2.160.000 = Rp 11.160.000

Discount : Rp 11.160.000 x 3% x 2 = Rp 669.600

Hasil pendiskontoan wesel = Rp 11.160.000 – Rp 669.600 = Rp 10.490.400

Pendapatan bunga saat pendiskontoan = Rp 10.490.400 –  Rp 9.000.000 = Rp 1.490.400

Bial pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel bunga)

Jurnal yang dibuat oleh PT Surya

Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi


Catatan : “ Account receivable menjadi sebesar Rp 11.160.000 adalah sebesar nilai jatuh tempo dengan asumsi tidak ada protes fee”

Itulah tadi penjelasan mengenai Pengertian Jenis dan Contoh Soal piutang wesel dalam akuntansi semoga dapat dipahami dan dimengerti. Terima kasih

Please rate this

Leave a Comment