5 Unsur Kredit Beserta Fungsi dan Contohnya Lengkap

Didalam sebuah transaksi yang pernah kita lakukan pastinya anda sudah mengenal dengan yang namanya kredit. Arti kredit sendiri bisa di anggap sebagai metode pembayaran yang dilakukan secara berkala. Secara umum kredit ini adalah salah satu  bentuk solusi untuk  masyarakat yang memiliki keterbatasan keuangan untuk menjalankan suatu kegiatan usaha maupun kepemilikan atas properti.

Sistem kredit ini dibuat dengan tujuan yang jelas yakni bisa menggerakan perekonomian caranya dengan terus meningkatkan pertumbuhan kegiatan ekonomi yang terus berkelanjutan agar bisa menciptakan pemerataan pendapatan serta mencipatakan masyarakat yang sejahtera. Di kesempatan kali ini saya akan menjelaskan unsur-unsur kredir serta fungsi dan tujuan adanya kredit.

Apa itu  Kredit ?
Menurut Hasibun kredit merupakan seluruh jenis pinjaman yang wajib dibayar dengan bunganya oleh si peminjam misalnya sebuah perjanjian yang sudah disetujui secara bersamsa-sama.

Menurut Thomas Suyatno menjelaskan bahwa kredir adalah penyediaan uang dan bisa disamakan seperti tagihan-tagihanya berdasarkan kesepatan antara peminjam dan yang meminjamkan.

Baca juga penjelasan mengenai BUMN, BUMS dan Koperasi sebagai salah satu badan usaha yang selalu menggunakan pinjaman kredit ini.

 

Unsur-Unsur Kredit

Dibawah ini terdapat beberapa unsur-unsur kredit antara pihak nasabah  dan juga pihak bank untuk kegiatan usaha. Dan unsur-unsur kredit ini wajib sekali untuk anda ketahui berikut penjelasanya:

A. Kesepakatan Perjanjian

Dalam suatu kesepakatan perjanjian didalamnya  tentu terdapat berbagai macam peraturan untuk pinjaman kredit dan kewajiban yang nasabah miliki kepada pihak bank yang bersifat terikat dan terdapat kekuatan hukum yang pasti.

√ 5 Unsur Kredit Beserta Fungsi dan Contohnya Lengkap
Kesepakatan Perjanjian

Lembaga keuangan milik negara yang sah adalah bank sehingga ketika melakukan kegiatanya diharuskan untuk mentaati peraturan dari Bank Pusat yakni BI, tujuanya tidak lain adalah supaya bank tersebut mempunyai perlindungan dengan hukum jika kedepanya mengalami masalah. Dikarenakan sifat  dari perjanjian ini sangat mudah dan juga pasti maka akan sangat menguntungkan sekali untuk masing-masing kedua belah pihak.

Contoh
Seorang nasabah yang akan akan melakukan pinjaman bisa dikatan taat jika menjalankan kewajiban yang tertera pada bank kemudian pihak bank akan menyakinkan nasabah kalau bank sendiri akan melaksanakan peran serta kewajiban berdasarkan kesepakatan diawal.

Tujuan dengan adanya kesepakatan perjanjian ini ialah agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada masing-masing pihak dan akan terus  terhubung dan sebuah konsitensi dalam memberikan jaminan kepada semua yang melakukan kredit. Kesepakatan perjanjian ini juga berlaku untuk perusahaan leasing yang memberikan pinjaman dana.

B. Kepercayaan Bersama

Setelah adanya kesepatan perjanjian selanjutnya adalah kepercayaan bersama untuk kepada masing-masing yang terlibat dalam sebuah perjanjian. Kita ketahui bersama dalam pemberian kredit ini sering terjadi kendala tidak bisa dikatan mudah atau di anggap enteng.

√ 5 Unsur Kredit Beserta Fungsi dan Contohnya Lengkap
Kepercayaan Bersama

Yang kita pahami saat ini  adalah bank  dalam memberikan kredit kepada pihak nasabah harus memenuhi syarat tidak asal-asalan artinya disesuaikan dengan kondisi bisa atau tidaknya pihak nasabah tersebut untuk mendapatkan kredit.

Pelaksanaan pemberian pinjaman yang akan dilakukan oleh pihak bank umunya ialah melaksanakan pemeriksaan riwayat nasabah contohnya seperti memeriksa riwayat transaksi, memperhitungkanaset nasabah yang bisa menjadi satu bukti dasar untuk penilaian bank.

Contoh
Dalam proses pemberian kredit kepada nasabah akan berjalan lancar, apabila pihak dari nasabah sudah dinyatakan memiliki kelayakan dalam memperoleh dana kredit. Akan tetapi ada hal yang wajib kita junjung tinggi yakni kepercayaan bersama untuk mengelola serta mengembalikan kewajiban yang sudah di tanggung oleh nasabah.

Dari pihak bank sendiri sudah memiliki keyakinan yang sangat tinggi kalau nasabah akan mampu untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut dalam jangka waktu yang sebelumnya sudah disepakati.

C. Jangka Waktu Pengembalian

Jangka waktu pengembalian adalah hal yang wajib dibicarakan dalam kesepakatan perjanjian kredit. Secara umum jangka waktu pengembalian ini berbeda-beda bisa dilihat sesuai jenis pinjaman seperti apa yang sudah diberikan oleh bank.

√ 5 Unsur Kredit Beserta Fungsi dan Contohnya Lengkap
Jangka Waktu Pengembalian

Apakah pinjaman dengan jangka waktu pendek, menengah atau justru jangka waktu yang panjang. Jangka waktu ini berisikan aturan yang tidak sama oleh sebab itu hal ini akan mempengaruhi kepada besarnya dana dan kemampuan nasabah sendiri untuk melunasinya.

Contoh
Dalam kredit untuk keperluan sebuah usaha, pihak bank  sendiri  akan memberikan pinjaman akan tetapi disertai syarat uketika mengajukan kredit termasuk juga untuk jenis golongan mudah. Apabila kesepakatan diawal yang sudah disetujui berbeda maka jangka waktu pengembalian dana peminjaman akan berbeda juga.

Pihak bank sendiri  lebih banyak memberikan kredit untuk jangka waktu menengah dan panjang jarang untuk jangka waktu yang pendek. Umumnya jangka waktu menengah ini waktu pengembalian dananya ialah 3 tahun sedangkan jangwa waktu panjang memiliki jangka waktunya sampai 5 tahun.

D. Tingkat Resiko

Tingkat resiko masuk kedalam perhatian suatu  bank ketika akan memberikan pinjaman kepada para nasabahnya. Kenapa perlu diperhatikan sebab kumingkinan resiko yang akan terjadi yakni kredit macet yang merupakan satu dari sekian resiko paling ditakutkan sebab dampa yang ditimbulkan dengan kredit macet ini menimbulkan kerugian jangka waktu yang panjang. Pahami juga lembaga keuangan bank dan non bank.

√ 5 Unsur Kredit Beserta Fungsi dan Contohnya Lengkap
Tingkat Resiko
Contoh
Ketika melakukan peminjaman dana untuk kredit usaha, kemungkinan usaha yang dilakukan akan mengalami kegagalan bisa saja terjadi. Jika hal seperti ini sampai terjadi bahkan bisa merugikan serta menggangu kewajiban tertanggung oleh nasabah, sebab hal itu bisa berdampak kepada dana yang akan dikembalikan oleh pihak nasabah.

Jika kita perhatikan kejadian seperti diatas tentu harus dilakukan sebuah tindakan yang tepat agar bisa menciptakan rasa aman ketika memberikan pinjaman sekaligus menjadi solusi dalam memecahkan masalah diatas yakni dengan menerapkan sistem jaminan dan lainya.

Faktor Penyebab dan Penyelesaian Kredit Macet

Yang menjadi faktor penyebab utama dalam kredit macet ialah sebagai berikut:

  1. Disebabkan Pihak Perbankan: dalam hal ini pihak perbankan kurang mencermati pada saat analisis terhadap kelayakan suatu kredit yang akan diberikan ke nasabah.
  2. Disebabkan Pihak Nasabah: yang biasa terjadi ialah kesenjangan dari nasabah. Misalnya  nasabah sengaja tidak akan membayar kewajibanya kepada bank sehingga menimbulkan kredit menjadi macet.

Dan untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Resheduling: Artinya langkah bank untuk memberikan keringanankepada nasabah.
  2. Reconditioning: Pihak bank melakukan perubahan syarat sebelumnya yang akan meringankan nasabah untuk membayar kreditnya.
  3. Restructuring: Disini pihak bank merestuktur dengan menambah jumlah kredit bisa dengan menyetorkan uang tunai maupu dengan tambahan dari pemilik.
  4. Kombinasi: Langkah selanjutnya yang bisa menyelamatkan kredit macet yakni dengan melakukan kombinasi.
  5. Penyitaan jaminan: Pihak bank bisa membebaskan kredit macet dengan tindakan penyitaan terhadap jaminan yang sudah di sepakati diawal.

E. Balas Jasa

Ada istilah yang mungkin tidak banyak orang mengetahuinya bahwa didalam pengkreditan ada yang namanya balas jasa, dan balas jasa ini hanya berlaku diantara pihak nasabah dan bank. Contohnya seperti ini dari keuntungan yang didapat bank atas pemberian pinjaman berupa dana kepada nasabah.

Jika di bank konvensional maka istilah balas jasa ini diperoleh dari Bunga dana pinjaman nasabah, berbeda halnya dengan yang ada di bank syariah balas jasa bis diperoleh dengan memakai sistem bagi hasil dan itu sangat menguntungkan sekali.

Contoh
Pak andre telah mendapatkan kredit dari bank konvensional dengan jumlah tertentu saat itu juga pak andre akan mempunyai tanggungan yakni mengembalikan jumlah dana yang tertanggung, Nah didalam mengembalikan dana pinjaman ini terdiri dari dana pokok serta bunga dari pinjaman tersebut sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakai diawal.

Selanjutnya untuk penentuan besar atau kecilnya bunga bisa disesuaikan dari program kredit yang di ambil oleh pak andre. Akan tetapi secara umum jika bungan rata-rata dilihat secara keseluruhanya cuma dibawah 12% saja.

Dari ilustrasi diatas berbeda dengan mekanisme yang akan diberikan oleh bank syariah ketika kita mengambil kredit. Bank syariah didalam kegiatanya berpegang teguh  kepada prinsip ekonomi syariah yang sesuai dengan aturan-aturan didalam agama islam, dengan begitu dalam kasus ini bank syariah tidak mengenal yang namanya Sistem Bunga. Sebab dalam ajarah islam sendiri haram memakai bunga karena terdapat riba dan itu tegas dilarang dalam Al-Quran.

5 Unsur Kredit Beserta Fungsi dan Contohnya Lengkap
Kredit

Fungsi Pemberian Kredit Bank

Selain pemberian fasilitas kredit ini memiliki tujuan yang jelas, akan tetapi pemberian kredit ini memiliki fungsinya antaralain yakni:

1. Peningkatan Daya Guna Uang.

Uang yang disimpan didalam sebuah banka akan cenderung bersifat pasif namun setelah dikreditkan maka uang berubah menjadi aktif sehingga bisa menghasilkan barang dan jasa dan selanjutnya uang akan terus bergerak.

2. Peningkatan Peredasaran dan Lalu Lintas Uang

Secara umum uang dari penyaluran kredit akan beredar disuatu wilayah yang kemudian dari wilayah satu akan pindah kewilayah lainya. Sehingga pada saat suatu wilayah yang memperoleh fasilitas  kredit ini, otomatis daerah tersebut mendapatkan tambahan uang.

3. Peningkatan Daya Guna Barang

Artinya ialah barang yang sudah serahkan oleh  bank bisa dimanfaatkan untuk menjadikan barang yang mempunyai daya guna yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya.

4. Peningkatan Peredaran Barang

Dengan terjadinya pencairan kredit dari bank akan memperlancar arus barang dari satu wilayah menuju wilayah lainya sehinga barang akan terus bertambah.

5. Peningkatan Motif Usaha

Setelah diberikan kredit para nasabah  yang kekurangan modal, membuat mereka memiliki motivasi berusaha.

6. Peningkatan Pendapatan

Dengan menyalurkan kredit kepada masyarakat  industri atau sektor produksi dan insvestasi bisa meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Dan secara otomatis akan meningkatkan pendapatan dari masyarakat banyak.

Please rate this

Leave a Comment