Forecasting Adalah: Tujuan, Jenis, Manfaat

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Perusahaan didalam menjalankan kegiatannya selalu membuat suatu perencanaan yang kuat. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab dari manajemen perusahaan, perencanaan dibuat untuk jangka waktu yang panjang atau pendek.

Perencanaan diambil dari data yang ada sebelumnya dan kondisi lingkungan saat ini, inilah yang dikenal sebagai peramalan (forecasting). Selanjutnya mari simak penjelasan lebih lengkap mengenai pengertian, tujuan, manfaat dan jenis forecasting (peramalan).

Pengertian Forecasting (Peramalan)

Forecasting atau peramalan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperkirakan atau memprediksi segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan produksi, permintaan, penawaran dan penggunaan teknologi dalam suatu usaha.

Dasar dilakukannya peramalan itu sendiri karena memiliki beberapa tujuan, agar mendapatkan informasi yang lebih akurat. Selanjutnya anda bisa simak tujuan dari forecasting.

Baca juga: Usaha Franchise Makanan dengan Modal Kecil

Tujuan Forecasting (Peramalan)

Tujuan Forecasting (Peramalan)

Menurut pendapat Heizer dan Render bahwa forecasting atau peramalan memilii sebuah tujuan, diantaranya yaitu:

  1. Menaikkan efesiensi serta efektivitas rencana bisnis perusahaan kedepannya.
  2. Terjadinya gangguan atau time lag mengenai kebijakan sebuah perusahaan.
  3. Menjadi dasar kebijakan perusahaan dalam melihat sejauh mana pengaruh di masa yang akan datang.

Setelah mengetahui beberapa tujuan forecasting, berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis forecasting.

Jenis-Jenis Forecasting (Peramalan)

Forecasting secara umum terbagi menjadi beberapa jenis yakni berdasarkan sifat penyusunannya, berdasarkan waktu, berdasarkan data dan berdasarkan fungsi. Mari kita simak penjelasan mengenai jenis-jennis peramalan dibawah ini.

⓵ Forecasting Berdasarkan Sifat Penyusunannya

Apabila dilihat dari sifat penyusunannya peramalan terbagi lagi menjadi dua yakni:

  1. Forecasting Objektif – adalah peramalan yang dilakukan dengan melihat berdasarkan data-data yang lalu dan terbukti akurat, yang dipakai dengan metode peramalan tertentu.
  2. Forecasting Subjektif – adalah segala sesuatunya dilakukan berdasarkan perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya.
Baca juga: Pengertian Franchise: Kelebihan dan Kekurangannya

⓶ Forecasting Berdasarkan Waktu

Bila dilihat berdasarkan waktu permalan terbagi menjadi tiga, diantaranya yakni:

  1. Forecasting Jangka Pendek – Adalah hal-hal yang berhubungan dengan penjadwalan, pembelian produksi serta pemberian tugas kepada karyawan selama 3 bulan.
  2. Forecasting Jangka Menengah – Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelian produksi, perencanaan produksi dan perencanaan terhadap karyawan honor selama 3 sampai 18 bulan.
  3. Forecasting Jangka Panjang – Adalah sesuatu hal yang berkaitan dengan perencanaan fasillitas perusahaan dan penambahan modal dengan jangka waktu lebih dari 18 bulan.

⓷ Forecasting Berdasarkan Fungsi & Perencanaan Masa Depan

Menurut Heizer dan Render bahwa berdasarkan fungsi dan perencanaan masa depan forecasting (peramalan) terbagi menjadi:

  1. Forecasting Teknologi – Adalah  proses pengawasan terhadap penggunaan teknologi agar mampu menghasilkan produk terbaru yang menarik sehingga akan diminati pada saat launching produk tersebut.
  2. Forecasting Permintaan – Adalah proses peramalan dengan mengawasi permintaan suatu produk dan layanan dari perusahaan kepada customer, dan didalamnya juga termasuk mengawasi kegiatan produksi, pemasaran, SDM hingga perencanaan keuangan.
  3. Forecasting Ekonomi – Adalah memaparkan siklus bisnis dengan memperkirakan ketersediaan modal, uang yang dibutuhkan untuk pembangunan perumahan, tingkat inflasi dan beberapa indikator lainnya.

⓸ Forecasting Berdasarkan Data

Adapun jenis peramalan berdasarkan data terbagi lagi menjadi dua yakni:

  1. Data Kuantitatif – Adalah peramalan yang dilakukan dengan memakai data kuantitatif dimasa lalu, dan data tersebut merupakan data real sehingga akan di konversikan dalam bentuk numerik.
    Untuk mendapatkan data kuantitatif bisa dilakukan dengan dua metode yaitu metode seri waktu dan metode kasual.
  2. Data Kualitatif – Adalah peramalan yang dilakukan berdasarkan data-data dimasa lalu, dan data tersebut pada dasarnya berupa pengetahuan dan pengalaman terhadap mereka yang mengalaminya.
    Dalam hal ini jenis peramalan kualitatif sangat dipengaruhi oleh penyusunannya. Adapun metode yang dipakai yakni dari gabungan tenaga penjualan, metode delphi, survei pasar dan juri dari opini eksekutif.
Baca juga: Jenis dan Contoh Usaha Waralaba di Indonesia

Manfaat Forecasting (Peramalan)

Berikut ini beberapa manfaat yang akan rasakan oleh suatu perusahaan setelah melakukan forecasting.

  1. Mampu meningkatkan perusahaan dalam melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan yang dilakukan perusahaan.
  2. Membantu dalam proses pembuatan perencanaan bisnis guna sebagai landasan agar menghasilkan sesuatu yang baik untung waktu yang akan datang.
  3. Menciptakan kerja sama tim yang semakin baik.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai pengertian, tujuan, jenis dan manfaat forecasting (peramalan) semoga informasi diatas bisa bermanfaat untuk teman-teman semua. Simak terus informasi selengkapnya di khanfarkhan.com.

Leave a Comment