Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial

Khanfarkhan.com Pada dasarnya perubahan sosial memperlihatkan sebuah kondisi yang sudah mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Memanglah perubahan sosial ini tidak bisa dihindari oleh semua kalangan masyarakat, termasuk juga masyarakat yang ada di indonesia.

Berkembangnya perubahan sosial yang teradi didalam masyarakat ditimbulkan oleh faktor-faktor penyebab serta  pendorong perubahan sosial.

Faktor Penyebab Pendorong Perubahan Sosial
Perubahan Sosial di Masyarakat

Apabila anda perhatikan saat ini sudah banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, baik yang menguntungkan/positif ataupun yang tidak menguntungkan/negatif.

Disini yang menjadi contoh perubahan positifnya ialah perubahan pola pikir masyarakat dari sudut pandang yang menganggap kalau ada banyak anak banyak rejeki namun ada yang bilang dua anak saja cukup.

Adanya perubahan pola pikir tersebut membawa penngaruh yang positif untuk masyarakat, sebab pendidikan dan kesejahteraan akan lebih terjamin. Artikel lengkap tentang dampak negatif perubahan sosial.

Nah, pada pembahasan kali ini saya akan membahas secara lengkap mengenai faktor-faktor penyebab, pedorong perubahan eksternal dan internal sosial budaya. Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak penjelasanya dibawah ini.

Contoh Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Dibawah ini terdapat contoh perubahan sosial serta akan menjelaskan faktor penyebab perubahan sosial budaya tersebut.

Sewajarnya ada beberapa penyebab atau pendorong terjadinya perubahan sosial bisa dibedakan menjadi dua jenis seperti dibawah ini :

A. Contoh Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang muncul akibat dari masyarakat itu sendiri. Faktor internal ini salah satu faktor penyebab perubahan sosial dari dalam masyarakat yang terdiri dari beberapa bentuk, antaralain faktor internal perubahan sosial yang akan dijelaskan dibawah ini :

1. Penemuan Baru

Dengan adanya sebuah penemuan baru mampu mempengaruhi terjadinya perubahan sosial. Penemuan yang benar-benar masih baru bisa dikenal dengan sebutan discovery.

Contoh penemuan baru (Inovasi) ini diantaranya yakni gagasan, alat atau sebuah rangkaian ciptaan beberapa individu.

Dan jika pada penemuan baru ini sudah diterima serta diakui oleh masyarakat maka disebut sebagai invention. Lalu proses yang berjalan dalam discovery akan berubah menjadi invention dan membutuhkan waktu  yang tidak sebentar (Harton 1993:212).

Penemuan baru yang menimbulkan peerubahan dalam masyarakat melipputi berbagai proses  seperti dibawah ini:

  • Discovery, yakni sebuah penemuan unsur kebudayaan baru oleh seorang individu atau sekelompok individu dalam sebuah masyarakat. Dan pada unsur baru ini bisa berupa alat-alat maupun gagasan baru.
  • Invention, merupakan bentuk dari pengembangan dari suatu discovery, dengan begitu penemuan discovery akan menjadi invention sering bukan hanya melibatkan satu atau dua individu, namun serangkain individu juga ikuti didalamnya. Discovery baru akan berubah menjadi invention apabila masyarakat telah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru tersebut.
  • Inovasi atau proses pembaruan, merupakan sebuah proses panjang yang terdiri dari suatu penemuan unsur baru, jalanya unsur baru tersebar ke dalam bagian-bagian masyarakat. Dalam sebuah masyarakat dikatakan sudah terjadi inovasi jika alat atau unsur baru yang ditemukan sudah banyak dikenali serta digunakan secara luas oleh masyarakat sekitar.

Dibawah ini terdapat beberapa pendapat ahli tentang konsep diccovery, invention serta inovasi yakni sebagai berikut :

  1. Ralph Linton, beliau menjelaskan kalau discovery sebagai penemuan yang memiliki sifat untuk menambah pada pengetahuan, dan invention menjadi dasar penerapan dari pengerahuan tersebut :
  2. Hobart Barnet : beliau memandang kalau inovasi menjadi suatu rekomendasi dari ide-ide yang ada sebelumnya, selanjuntya membentuk ide baru. Atau dengan artian lain inovasi merupakan konfigurasi mental yang terdapat pada individu tertentu.

Sedangkan yang menjadi pendorong munculnya penemuan baru didalam masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor antaralain :

  • Kualitas SDM atau ahli dalam pengelolaan teknologi serta sumber daya alam yang tersedia.
  • Timbulnya rangsangan untuk meningkatkan efektivitas serta efesiensi kerja dalam masyarakat.
  • Adanya kesadaran individu atau masyarakat berkaitan dengan keterbatasan fungsi nilai kebudayaan material dan meteriel
  • Keahlian serta mutu para individu yang terkait akan mendorong terjadinya penemuan baru. Jikan seorang ahli ingin meningkatkan mutu dari hasil karyanya maka mendorongya agar selalu mengoreksi hasil karyanya tersebut.
  • Adanya sistem perangsang dalam sebuah masyarakat yang akan mendorong mutu. Contohnya seperti dengan mutu yang diperoleh, maka seseorang itu akan menerima penghormatan, kedudukan yang tinggi, harta kekayaan dan lain sebagainya.
  • Munsulnya krisis dalam sebuah masyarakat. Banyaknya penemuan-penemuan baru yang di dapatkan pasa saat terjadinya krisis dalam masyarakat.

Dalam sebuah masyarakat pola penemuan baru bisa saja memberikan suatu pengaruh bagi masyarakat lainya. Dan pada beberapa pola penemuan baru yang mempengaruhi perubahan sosial ini diantaranya ialah seperti berikut :

Pola Menjalar : pola menjalar ini maksudnya ialah sebuah penermuan baru akan menyebabkan perubahan yang selanjutnya akan menjalar terhadap perubahan lainya. Contonya perubahan yang menjalar ialah penemuan smartphone.

Dengan penemuan smartphone akan berpengaruh pada gaya hidup sistem perdagangan yang dilakukan secara langsung menjadi online, serta pemakai internet dengan waktu dan tempat yang lebih.

Pola Memancar : pola menjalar ini maksudnya ialah suatu penemuan baru akan memberikan sebuah dampak atau pengaruh ke segala arah. Pengaruh penemuan tidak hanya terbatas pada satu bidang aja, namun bisa meluas atau memancar dalam segala arah.

Dengan adanya penemuan satelit akan berpengaruh pada berbagai bidang, seperti komunikasi dan pengamatan iklim serta cuaca. Dan pastinya dengan adanya penemuan satelit ini dalam kehidupan masyarakat sangat berpengaruh.

Contohnya manusia akan lebih mudah dalam melakukan komunikasi  serta bisa memprediksi cuaca.

Pola Memusat : pola memusat ini artinya penemuan baru ini akan menjadi salah satu penyebab jenis perubahan, untuk contoh pola memusat dalam perubahan sosial ialah adanya penemuan mobil, kereta api serta sara transportasi lainya yang selanjutnya akan mempengaruhi semakin efesienya gerak masyarakat.

2. Dinamika Penduduk

Faktor internal lainya yang menjadi salah satu faktor penyebab perubahan sosial, berikutnya ialah dinamika penduduk dan dinamika pendudukk ini sangat erat kaitanya dengan pertambahan atau penurunan jumlah penduduk.

Kematian (Moralitas), kelahiran (Fertilitas) dan migrasi sangat  mempengatuhi dinamika penduduk, sedangkan untuk jumlah penduduk bisa mempengaruhi struktur serta sistem sosial masyarakat.

Contoh Dinamika Penduduk dalam Perubahan Sosial

Contoh dari dinamikan penduduk yang menjadi salah satu faktor penyebab perubahan sosial ialah transmigrasi yang dilakukan oleh masyarakat dari Jawa ke Sumatra atau sekarang ini yang banyak sekali dilakukan oleh masyarakat Jawa ke Papua.

Selanjuntya transamigrasi yang terjadi selanjutnya akan berpengaruh pada sistem sosial serta struktur sosial dan akan terus saja  terjadi pada kehidupan masyakat serta yang paling utama ialah masyarakat multikultural misalnya seperti indonesia yang banyak sekali bermunculan konflik sosial.

3. Konflik Sosial

Ditambah lagi adanya konflik sosial akan selalu saja terjadi dalam kehidupan masyarakat akan menimbulkan sebuah perubahan sosual.

Sedangkan konflik sosial ini akan terus saja muncul dalam kehidupan mayarakat dan yang paling utama ialah masyarakat multikultural seperti indonesia yang banyak sekali mengalami konflik sosial.

Pada dasarnya ada banyak sekali yang menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan sosial di dalam sebuah masyarakat. Dikarenakan ada faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya.

Contohnya saja dengan adanya perbedaan kepentingan pola seseorang dengan orang lain, perbedaan pilihan politik, perbedaan agam serta perbedaan yang lainya masih banyak lagi.

Contoh Konflik Sosial

Contoh Konfllik Sosial Penyebab Perubahan Sosial

Yang menjadi contoh dari konflik sosial ini yang menimbulkan adanya perubahan sosial ialah adanya kasus yang terjadi dalam masyarakat Lampung, dan lebih tepat di kabupaten Lampung Selatan antara Pribumi dan Suku Bali.

Contoh lainya masyarakat di Kalimantan Barat antara Suku Dayak dengan Suku Madura selanjutnya kasus konflik tersebut menimbulkan adanya perubahan pada aspek-aspek kehidupan dalam masyarakat.

4. Pemberontakan/Revolusi

Pada dasarnya adanya pemberontakan/revolusi menjadi salah satu pengaruh adanya konflik sosial yang berada dalam masyarakat. Karena hal tersebut disebabkan adanya pemberontakan akan menimbulkan adanya perubahan besar dalam tataperaturan yang dijalani selama ini.

Contoh Pemberontakan Penyebab Konflik Sosial

Dalam hal ini yang dapat dijadikan contoh tentang pemberontakan yang menjadi salah satu penyebab konflik sosial ialah adanya pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang selanjutnya hal tersebut justru mendorong terjadi atau jatuhnya kepemimpinan pada masa Orde Lama.

Akibat yang  ditimbulkan dari pemberontakan PKI itu sesungguhnya terjadi demonstrasi untuk pembubaran PKI yang sudah dianggap menyimpang sebab sudah melanggar Pancasila, terutama pada sia pertama yang berbunyi (Ketuhanan yang Maha Esa).

5. Pertentangan dalam Masyarakat

Terkadang  ada saatnya masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang pro serta kelompok-kelompok yang kontra. Oleh sebab itu, akan memungkinkan munculnya konflik atau pertentangan di dalam sebuah masyarakat.

Pertentangan-pertentangan ini adalah bagian dan dinamika sosial yang akan menimbulkan terjadinya sebuah tatanan baru sebagai solusi dari hasil pertentangan itu sendiri.

Pertentangan dalam masyarakat ini menjadi faktor penyebab perubahan sosial yang berasal dari dalam masyarakat.

Contoh Pertentangan dalam Masyarakat

Dalam hal ini yang menjadi salah satu contoh dari pertentangan dalam masyarakat ialah berpenampilan ala anak Punk yang sekarang-sekarang ini banyak sekali digemari oleh para kaum remaja yang memperoleh tantangan serta generasi yang lebih tua.

Sebab hal tersebut sudah dipandang tidak cocok dengan tatanan kebudayaan timur, namun menurut para kaum remaja hal tersebut justu salah satu wujud kebebasan dalan berekpresi.

6. Berubahnya Situasi Kependudukan

Didalam sebuah masyarakat situasi  kependudukan memiliki sifat yang dinamin, maksudnya  ialah bisa saja sewaktu-waktu mengalami peruahan, baik berkurang malah justru bertambah.

Pada situasi penduduk ini didalmnya meliputi tingkat keberadaan, jumlah penduduk, tingkat kepadatan, kualitas penduduk serta komposisi penduduk.

Berubahnya Situasi Kependudukan

Dikarenakan berubahnya situasi kependudukan bisa mendorong terjadinya sebuah dinamika sosial dalam bentuk perubahan-perubahan kebijaksanaan atau revisi-revisi serta kebijaksaan yang sudah ada untuk menyesuaiakan dengan berubahnya situasi kependudukan tersebut.

A. Contoh Faktor Eksternal

Adapun faktor penyebab terjadi peruabahan sosial budaya yang berasal dari luar masyarakat bisa anda lihat pada penjelasan berikut ini.

1. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Dalam hal ini pengaruh yang timbul dalam kebudayaan lain salah satunya  ialah dengan adanya perubahan sosial (eksternal). Hal itu terjadi sebab hubungan sosial selalu saja terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Sehingga begitu kebudayaan satu dengan kebudayaan lainya saling bertemu dalam proses sosial baik bertemunya kebudayaan tersebut secara disosiatif maupun asosiatif.

Dua atau lebih kebudayaan yang saling bertemu mempunyai perbedaan latar belakang budaya tersebut pada hakikatnya menjadi salah satu indikasi perubahann sosial budaya, dan bisa saja perubahan tersebut  benbentuk akulturasi maupun dalam bentuk  asimilasi.

Contoh Kebudayaan Masyarakat Lainya

Dalam pengaruh kebudayaan masyarakat yang menjadi  salah satu indikator faktor penyebab perubahan sosial dari luar masyarakat,contohnya ialah adanya perkawinan yang dilakukan antara suku bugis dengan suku jawa.

Perkawinan tersebut mendorong munculnya kebudayaan baru yang dilakukan sesuai nilai serta norma yang berlaku antara dua  kebudayaan yang saling berbeda.

Munculnya pengaruh kebudayaan masyarakat lain yang menimbulkan perubahan sosial ialah sebagai berikut :

1. Jika terjadi hubungan primer, maka akan terjadi pengaruh timbal balik. Sehingga di samping dipengaruhi, sebuah masyarakat juga akan mempengaruhi masyarakat lain.

Maka otomatis akan muncul  kebudayaan baru perpeduan antara dua kebudayaan yang saling berkaitan. Contohnya wayang yang adalah perpeduan antara kebudayaan Hindu dan Jawa (India)

2. Jika kontak kebudayaan terjadi jika sarana komunikasi massa, seperti televisi, radio, majalah atau surat kabar. Dalam hal ini yang akan terjadi ialah pengaruh sepihak, yang pada dasarnya pengaruh tersebut bersumber dari masyarakat yang menguasai sarana komunikasi massa itu.

3. Jika antara dua kebudayaan saling bertemu salah satunya meiliki taraf yang lebih tinggi, dengan begitu yang akan terjadi ialah proses imitasi unsur-unsur kebudayaan masyarakat yang sudah maju oleh kebudayaan yang masih rendah.

Tentunya hal tersebut akan menjadi faktor utama yang menyebabkan perubahan sosial.

2. Peperangan

Selanjutnya faktor penyebab perubahan sosial eksternal yang menjadi pengaruh ialah adanya peperangan. Munculnya peperangan antara kelompok maupun antar negara bisa menimbulkan perubahan sosial,  hal tersebut disebabkan pihak-pihak yang memang mempunyai  kekuasaan penuh pada pihak yang kalah.

Sedangkan untuk pihak  yang menang dalam peperangan tersebut juga akan mempunyai pengaruh dominan (lebih) dengan begitu hal tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya perubahan sosial secara sistematis pada masing-masing pihak yang saling berperang.

3. Kebutuhan Yang Dianggap Perlu

Kebutuhan ini sifatnya ialah subjektif. Kebutuhan dianggap nyata apabila orang merasa kalau kebutuhan itu memanglah nyata. Dalam banyak bagian dunia yang masih tertinggal serta kekurangan pangan, orang bukan saja mempunyai kebutuhan objektif akan tambahan pangan, namun juga membutuhkan berbegai jenis pangan.

Apabila orang masih belum merasa butuh, maka orang tersebut akan selalu menolak perubahan, dan hanya kebutuhanlah yang mereka anggap perlu oleh masyarakat yang memegang perang menentukan.

3. Bencana Alam

Contoh Bencana Alam

Lalu faktor eksternal faktor penyebab perubahan sosial yang terakhir ialah terjadinya bencana alam, seperti tsunami, longsor, gemba bumi, banjir dan lainya pada hakikatnya itulah yang enjadi penyebab munculnya perubahan sosial.

Hal tersebut dikarenankan adanya bencana yang terjadi dalam sebuah daerah sehingga akan mengubah segala bentuk  struktur serta sistem hidup yang direncanakan kembali.

4. Kontak dan Isolasi

Masyarakat terletak di persimpangan jalan lalu lintas dunia selalu menjadi pusat sebuah perubahan. Sebab kebanyakan unsur dari masyarakat atau negara lain masuk lewat difusi, sehingga masyarakat yang menjalani hubungan dengan masyarakat atau negara lain itulah yang mudah atau cenderung terjadinya perubahan terlebih dahulu.

Namun untuk daerah yang masih terisolasi adalah pusat kestabilan, konservatisme serta penolakan terhadap perubahan . hampir seluruh suku yang masih begitu primitif juga adalah suku-suku yang terisolasi juga.

Dari seluruh faktor yang ada diatas ada beberapa juga yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan sosial budaya.

Selanjutnya ada juga perubahan yang meyebabkan pengaruh negatif, contohnya  seperti pengunaan mesin-mesin industri menggantikan tenaga manusia yang bisa  meimbukan munculnya penganggutan dalam lingkungan masyarakat.

Maka dari itu utuk bisa memahami lebih lanjut tentang perubahan sosial, ada perlu mengtahui dahulu mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab perubahan tersebut.

Terjadinya perubahan tersebut dapat terjadi disebabkan karena adanya sesuatu yang dalam masyarakat sudah dianggap sudah tidak memuaskan lagi.

Bukan hanya itu saja bisa saja disebabkan oleh faktor-faktor baru yang sudah masyarakat anggap memiliki manfaat yang lebih besar bagi kehidupanya.

Dan Soerjono Soekanto juga menyebutkan kalau adanya faktor-faktor intern dan ekstern yang menimbulkan munculnya perubahan sosial dalam suatu masyarakat.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Faktor penyebab perubahan sosial semoga dengan penjelasan diatas bisa membantu anda serta menambah wawasan untuk  anda.

Terimakasih banyak atas kunjunganya dan jangan lupa untuk  mengunjungi artikel lainya.

Please rate this