Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Elastisitas Permintaan | Didalam suatu perekonomian permintaan yang leatis adalah sesuatu yang wajar. Definisi dari leastis sendiri ialah berubah-ubah .

Dipembahasan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran namun di pembahasan kali ini terdapat 6 faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan.

Simak penjelasanya berikut ini:

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Ada 6 faktor elastisitas permintaan berikut ini faktor-faktor yang harus anda pahami:

1. Harga Barang

Harga barang dipasar akan menjadi faktor utama yang menentukan keelastisan permintaan terhadap barang tersebut. Contohnya saja seperti harga beras yang ada dipasaran cukup murah maka dengan kenaikan harga yang sedikit tidak akan berpengaruh banyak.

Misalnya saja harga beras mengalami kenaikan mulai dari 2.000 sampai 3.000 rupiah dari harga normal, hal tersebut masih bersifat inelastis. Saat ini dan seterusnya beras tetap menjadi barang inelastis apalagi barang tersebut bisa memenuhi kebutuhan manusia dan termasuk kedalam barang primer, sekunder ataupun tersier.

2. Jenis Barang

Ada beberapa hal yang perlu kita pahami kalau setiap kebutuhan manusia tentu berbeda-beda tentu saja jenis barang yang dipilihpun akan berbeda seperti yang sudah di jelaskan pada pembahasan sebelumnya mengenai hukum permintaan dan penawaran.

Jenis barang sendiri terbagi menjadi beberapa macam salah satunya yakni jenis barang inelastis, inelastis ialah menggambarkan sebuah barang dengan tingkat harga yang bervariasi bisa berubah-ubah namun tingkat permintaanya akan cenderung tetap dan jarang berubah-ubah.

Apa penyebabnya? Tentu saja hal ini dipengaruhi oleh barang yang masuk dalam kategori selalu dibutuhkan dan selalu tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun harga barang cenderung naik dan turun.

Pada umunya harga barang yang sering mengalami kenaikan dan penurunan yakni cabe, beras, bawang dan kebutuhan hidup lainya.

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
Elastisitas Permintaan

Hal ini hanya berlaku untuk kebutuhan pokok yang bersifat kebutuhan tersier ataupun sekunder tidak berlaku untuk kebutuhan tersier, dengan begitu di pasar permintaan akan bersifat elastis.

Namun meskipun begitu harga masih dapat berubah kapan saja, maka apabila terjadi kenaikan harga yang sangat tinggi ada kemungkinan tingkat permintaan akan barang menjadi sedikit naik namun tidak terjadi terus menerus.

Hal ini dipengaruhi oleh perubahan harga yang dianggap naik secara drastis atau dikarenakan tingkat pendapatan yang berbeda-beda.

Disaat itu juga para konsumen akan berfikir dua kali untuk membeli barang tersebut dan pada intinya konsumen akan sabar dan menunggu barang kembali normal dan tidak memaksakan membeli disaat harga sedang naik.

Dalam sebuah pasar tentu ada yang namanya permintaan dan penawaran terkait hal ini dipembahasanya sudah dijelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran.

3. Kesiapan Substitusi atau Barang Pengganti

Dalam hal ini barang penganti termasuk kedalam faktor penentu, barang pengganti ini juga mampu mempengaruhi tingkat permintaan yang dapat menggantikan fungsi terhadap barang tersebut kedepanya.

Contoh Ilustrasi:

Harga barang [X] mengalami perubahan harga menjadi amat tinggi, akan tetapi mempunyai substisui yang di gambarkan dengan huruf [Y]. Secara umum kedua jenis barang ini fungsi utamanya sama meskipun mempunyai bentuk jenis yang tidak sama dalam segi apapun.

Jadi kalau harga barang [X] naik secara otomatis konsumen akan lebih memilih barang [Y] begitupun sebaliknya, apabila harga barang [Y] yang naik maka konsumen cenderung memilih barang [X].

Sehingga untuk jenis barang [X] akan menjadi elastis apabila semakin bertambahnya substitusi lainya yang dapat dipakai untuk menjadi pengganti barang [X] tersebut.

Misalnya ternyata selain barang [Y] masih ada banyak lagi barang yang mempunyai fungsi sama meskipun ternyata ada barang [O], [P], [W] dan [Z]. Kalau tidak ada barang pengganti lainya maka barang [X] cenderung lebih elastis .

4. Frekuensi Pembelian Barang

Secara Umum semua jenis barang yang di beli dan akan diganti setiap tahunya contohnya saja seperti bantal, kain, payung dan lain-lain maka permintaan akan barang tersebut cenderung bersifat elastis meskipun terjadi perubahan harga yang tidak begitu tinggi.

Seluruh jenis barang diatas tadi mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan begitu semua orang tidak perlu membelinya secara mingguan ataupun harian.

Konsumen berhak membeli barang-barang tersebut kapan saja yang pasti jangka waktunya sangat panjang satu tahun sekali atau dua tahun sekali maka disaat harga barang tersebut mengalami kenaikan dan tidak dalam frekuensi yang rutin tidak menjadi masalah bagi konsumen.

Hal inilah yang mempengaruhi tingkat ineslatis permintaan di pasar.

5. Selera

Kalau sudah membahas selera tentu saja ini bisa dipengaruhi oleh perkembangan zaman atau berasal dari hal-hal yang sedang ramai maka orang akan cenderung membeli barang tersebut.

Dengan munculnya trend dan menjadi booming tentu akan mempengaruhi jadi menjadikan barang-barang tersebut menjadi inelastis meskipun harganya terbilang sangat tinggi tidak akan mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut.

Pada umumnya memang faktor permintaan ini dipengaruhi oleh selera juga atau mengikuti trend yang ada saat itu tentu selera itu sendiri sifatnya berubah-ubah alias tidak tetap.

Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Elastisitas Permintaan

Misalnya saja seperti ini di tahun 2018 lalu muncul jenis merk motor baru dan desain motor sport yaitu r15 karena keluaran terbaru orang banyak yang mencarinya meskipun harganya mahal.

Namun ternyata di tahun 2019 ini muncul lagi jenis motor baru dari india yakni NMAX harga tidak jauh berbeda dari r15 karen banyak orang yang menyukai desainya yang gagah jadi banyak juga orang yang beralih memakai motor jenis NMAX ini.

6. Keyakinan dan Kebiasaan (Tradisi)

Faktor yang terakhir ini jenis barangya masuk dalam kebutuhan barang primer meskipun tidak semua jenis barang untuk memenuhi hidup, tapi tetap ada barang yang wajib ada dan akan dibeli walaupun barang tersebut tinggi.

Karena berkaitan dengan tradisi, barang-barang tersebut harus selalu memilikinya maka akan bersifat inelastis permintaan barang tersebut. Walaupun tidak semua orang menjalankan keyakinan atau tradisi ini hanya beberapa orang saja.

Sesudah mengetahui penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan dan untuk memahaminya lebih lanjut lagi anda perlu membaca rumus dan contoh perhitungan elastisitas peemintaan dan penawaran.

Dengan anda membaca artikel ini diharapkan bisa menambah wawasan untuk anda serta bisa di share kepada teman-teman yang belum mengetahuinya.

Please rate this

Leave a Comment