Pengertian (HPP) Harga Pokok Penjualan Dan Cara Menghitungnya

3 min read

 Definisi dan 2 Manfaat Harga Pokok Penjualan (HPP)  

Cara Menghitung Harga Pokok PenjualanPerlu diketahui dalam penentuan harga dari suatu barang tidaklah  bisa dilakukan secara sembarangan. Penentuan harga suatu produk juga berdasarkan perhitungan juga pastinya.

Harga pokok penjualan merupakan metode yang digunakan perusahaan untuk menentukan harga pokok dari produk yang dijual oleh perusahaan dagang. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai cara menghitung dan beberapa contoh soal Harga Pokok Penjualan yang terjadi dalam sebuah perusahaan manufaktur, dagang serta jasa.

 

 

Pengertian Harga Pokok Penjualan

Secara umum harga pokok penjualan yaitu suatu biaya dari barang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Harga pokok penjualan pada umumnya ada pada perusahaan dagang.

Karena kegiatan utama perusahaan dagang adalah memperjualbelikan barang dagangan. Komponen yang terdapat pada harga pokok penjualan diantaranya :

 

Lihat Juga: Contoh Soal Retur Penjualan dan Cara Membuatnya [Lengkap]

 

A. Persediaan Awal Barang Dagangan

Persediaan awal  barang dagangan adalah persediaan pada awal periode tahun buku berjalan sudah tersedia yang. Saldo persediaan awal barang dagangan bisa  dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.

 

B. Persediaan Akhir Barang Dagangan

Persediaan barang dagangan ini merupakan persediaan pada tahun buku berjalan yang tersedia di akhir periode. Saldo persediaan ini dapat diketahui pada data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

 

C. Pembeliaan Bersih

Pembelian bersih ini artinya seluruh pembelian barang dagang baik pembeliaan secara tunai maupun pembelian secara kredit yang dilakukan perusahaan ditambah lagi dengan biaya angkut pembelian, serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.

 

Lihat Juga: 10 Contoh Penjualan & Pembelian (Retur, Potongan, Tunai, Kredit) Perusahaan Dagang

 

Manfaat Harga Pokok Penjualan

Terdapat dua manfaat harga pokok penjualan diantaranya yaitu :

  • Sebagai patokan untuk menentukan harga jual
  • Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Harga jual yang lebih besar dari harga pokok penjualanya akan memperoleh laba, dan sebaliknya harga jual yang lebih rendah dari harga pokok penjualan akan mendapatkan rugi

 

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Perhitungan HPP ini pada dasarnya  adalah perbandingan seluruh biaya yang dikeluarkan demi memperoleh barang yang dijual dengan hasil dari barang-barang yang dijual (nilai dan harga jual)

Unsur-unsur yang mempengaruhi laporan harga pokok  penjualan

  • Persediaan barang dagang awal (+)
  • Pembelian barang dagangan (+)
  • Beban angkut pembelian (+)
  • Retur pembelian dan pengurangan harga (-)
  • Potongan pembelian (-)
  • Persediaan barang dagang akhir (-)

 

Baca Juga :

  1. Contoh Transaksi Laporan Perusahaan Dagang beserta Jurnal
  2. Pengertian dan Contoh Bentuk Buku Besar Perusahaan

 

A. Menghitung Penjualan Bersih

Unsur-unsur dalam penjualan bersih yaitu :

  • Penjualan kotor
  • Retur penjualan
  • Potongan penjualan
  • Penjualan bersih

 

Rumus Penjualan Bersih

Penjualan Bersih = Penjualan Kotor – Retur Penjualan – Potongan Penjualan
Contoh

Diketahui

Penjualan Bersih ?

Penjualan                    : Rp 30.000.000

Retur Penjualan          : Rp 135.000

Potongan Penjualan    : Rp 175.000

Jadi penjualan bersih : Rp 30.000.000 – Rp 135.000 – Rp 175.000 = Rp 29.690.000

 

B. Menghitung Pembelian Bersih

Unsur-unsur dalam menghitung pembelian bersih diataranya yaitu :

  • Pembelian kotor
  • Biaya angkut pembelian
  • Retur pembelian dan pengurangan harga
  • Retur pembelian
  • Potongan pembelian

 

Rumus Pembelian Bersih

(Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) – (Return Pembelian + Potongan Pembelian) = Pembelian Bersih
Contoh

Diketahui :

Pembelian Bersih ?

Pembelian                               : Rp 33.000.000

Biaya Angkut Pembelian        : Rp 1.200.000

Retur Pembelian                      : Rp 800.000

Potongan Pembelian               : Rp 400.000

Jadi

Pembelian bersih = Rp 33.000.000 + Rp 1.200.000 – Rp 800.000 – Rp 700.000 = Rp 32.700.000

 

C. Menghitung Persedian Barang

Persediaan Awal + Pembelian Bersih = Persediaan Barang

 

D. Menghitung Harga Pokok Penjualan

Unsur-unsur dalam perhitungan harga pokok penjualan yaitu :

  • Persediaan awal barang dagangan
  • Pembelian
  • Biaya angkut pembelian
  • Retur pembelian dan pengurangan harga
  • Potongan pembelian

 

Lihat Juga: Contoh Soal Retur Penjualan dan Cara Membuatnya [Lengkap]

 

Rumus Harga Pokok Penjualan

Persediaan Barang – Persediaan Akhir = Harga Pokok Penjualan

 

Definisi dan 2 Manfaat Harga Pokok Penjualan (HPP)  

 

 

Contoh Perhitungan Harga Pokok Penjualan

 

Harga Pokok Penjualan

PT AWS

Per 31 Maret 2018

Persediaan barang dagang (Awal)

    15.000.000
Pembelian   75.000.000  
Beban Angkut Pembelian   1.000.000  
Total Pembelian     76.000.000
Retur Pembelian dan PH 1.500.000    
Potongan Pembelian 2.500.000    
Jumlah Potongan Pembelian     4.000.000
Jumlah Pembelian Bersih      72.000.000
Barang Tersedia Untuk Dijual     87.000.000
Persediaan Barang Dagangan (akhir)     (12.500.000)
Harga Pokok Penjualan     74.500.000

Jika anda amati dari contoh tabel diatas bisa kita ketahui secara sederhana kalau harga pokok penjualan per tanggal 31 Maret 2018 PT AWS yakni sebesar Rp 74.500.000

Pada hakikatnya dalam menyusun patokan harga pokok penjualan, sebuah usaha memerlukan sebuah informasi dari laporan nercara lajur, sebelum menyederhanakanya kemudian menjadikanya dalam beberapa komponen inti penyusunan perhitungan harga pokok penjualan pada contoh diatas. Agar bisa mendapatkaa harga pokok yang akurat, maka laporan neraca lajur yang mempunyai sebuah perusahaan pun harus tepat.

 

Demikianlah penjelasan mengenai Cara Menghitung dan Contoh Soal (HPP) Harga Pokok Penjualan Perusahaan Semoga dapat menambah  pengetahuan bagi pembaca dana saya  sendiri.

Mohon Kasih Bintang ya !

 

Kunjungi Juga :

  1. 14 Jenis dan Tujuan Anggaran Perusahaan [Lengkap]
  2. 8 Aspek Perbedaan Obligasi dan Saham [Lengkap]
  3. 5 Jenis serta Rumus Analisis Rasio Keuangan Menurut Ahli
  4. Pengertian dan Metode Depresiasi serta Cara Menghitungnya

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *