Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian

Contoh Jurnal Penjualan dan Pembelian – Pada tiap-tiap perusahaan baik itu perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang pastinya mempunyai kegiatan utama yakni transaksi jual beli, akan tetapi dalam melakukan sebuah transaksi tidak semua melakukan pembayaran secara tunai ada beberapa yang membayar secara kredit.  Tentu saja ada perbedaan pencatatan dalam jurnal suatau perusahaan.

Dan hal tersebut yang akan kami bahas pada penjelasan kali ini yakni Contoh jurnal penjualan dana juga Jurnal Pembelian.

A. Pengertian Jurnal Pembelian 

Berdasarkan definisinya bahwa jurnal pembelian ialah jurnal khusus yang memiliki fungsi dalam melakukan pencatatan secara kredit untuk seluruh transaksi pembelian barang dagang atau barang sejenis lainya.

Anda bisa melihat gambar dibawah ini dimana seluruh transaksi yang dilakukan secara kredit akan ditulis di kolom kredit utang dagang. Untuk memudahkan dalam pencatatan transaksi yang berulang-ulang maka disediakanlah kolom khusus, tapi apabila transaksi tersebut hanya terjadi sekali saja tidak perlu membuat dibuatkan kolom.

Kolom

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Kolom Jurnal Pembelian

 

B. Contoh Soal Jurnal Pembelian 

Berikut ini adalah transaksi yang terjadi pada Usaha Dagang Cahaya pada bulan Juli.

TglTransaksi
5 Juli.Faktur No. M01. Dibeli sejumlah barang dagang dari UD MELATI seharga Rp 1.200.000 dengan syarat n/30.
8 JuliFaktur No. L015. Dibeli perlengkapan toko dari UD. Laksana seharga Rp 600.000.
12 JuliFaktur No. 025. Dibeli barang dagang dari UD. Mekar seharga Rp 2.000.000, dengan syarat 2/30, n/30.
15 JuliFaktur No. 204. Dibeli dari Toko Mawar diantaranya:
1. Mesin ketik seharga ………….. Rp 400.000
2. Perlengkapan kantor seharga ……… Rp 200.000
22 JuliFaktur No. M35. Dibeli barang dagang dari UD. Melati seharga Rp 2.300.000, dengan syarat 2/10, n/30.
24 JuliFaktur No. L 065. Dibeli perlengkapatn toko seharga Rp 400.000 dari UD. Laksana
28 JuliFaktur No. 209E. Dibeli barang dagang dari PT. Kemuning seharga Rp 3.000.000 dengan syarat 3/10, n/60.

Jurnal Umum Pembelian

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Pembelian CV UDA SANJAYA

A. Pengertian Jurnal Penjualan

Didalam ilmu akuntansi jurnal penjualan yakni jurnal yang mencatat seluruh transaksi jual beli secara kredit. Apabilla pada saat itu terjadi penambahan piutang dagang dengan begitu transaksi tersebut akan dicatat pada posisi debet alasanya, karena memang pada hakikatnya piutang adalah harta akan tertapi jika sebaliknya terjadi penambahan atas penjualan maka akan diletakkan di kredit.

Kolom

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Kolom Jurnal Penjualan

B. Contoh Soal Jurnal Penjualan 

TglTransakasi Penjualan
6 JuliFaktur No. 011. Dijual sejumlah barang dagang kepada Toko Bersama seharga Rp 3.200.000 dengan syarat 4/10, n/30.
10 JuliFaktur No. 012. Dikirim kepada Toko Sahabat untuk barang yang dipesannya seharga Rp 2.400.000 dengan syarat 4/10, n/30.
19 JuliFaktur No. 013. Dikirim barang pesanan Toko Famili seharga Rp 1.400.000 dengan syarat 4/10,n/30.
27 JuliFaktur No. 014. Dijual barang dagangan kepada PD. Cipta Usaha seharga Rp. 2.800.000 dengan syarat 4/10, n/30.

Jurnal Umum Penjualan

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Penjualan CV UDA SANJAYA

Fungsi Jurnal Pembelian dan Jurnal Penjualan

Jurnal Pembelian dan juga Jurnal Penjualan memiliki fungsi yang sama yakni untuk mencatat semua transaksi perusahaan dimana transaksi tersebut dilakukan secara kredit, bisa itu pembelian secara kredit atau penjualan secara kredit

A. Transaksi dan Jurnal Penjualan

Pencatatan transaksi jurnal penjualan dalam akun-akun menggunakan aturan debit dan kredit seperti yang telah dijelaskan didalam artikel sebelumnya, seperti Contoh Penjualan & Pembelian (Retur, Potongan, Tunai, Kredit) Perusahaan Dagang.

Ayat jurnal khusus yang bisa pakai atau transaksi bisa dimasukkan, dicatat lalu di posting ke akun-akun secara elektronik. Walaupun ayat jurnal tidak dibuat secara manual, maka kita akan mencoba untuk memakai bentuk ayat jurnal umum dua kolom pada pembahasan ini untuk mempersingkat penjelasan ini.

Lihat Juga :

Penjualan Tunai

Simak contoh dibawah ini, jika dimisalkan pada tanggal 02 Maret 2018, PT Go Syariah menjual barang dengan harga Rp 3.000.000

Sehingga transaksi ini akan bisa dicatat seperti berikut :

(Debet) Kas = Rp 3.000.000

(Kredit) Penjualan = R 3.000.000

Didalam sistem persediaan perpetual, harga pokok penjualan dan pengurangan jumlah persediaan WAJIB dicatat juga.

Penjualan Kredit

Pihak perusahaan bisa menjual barang secara kredit. Penjual akan melakukan pencatatan sebagai debit pada piutang usaha/piutang dagang dan kredit pada penjualan.

Sebagai contoh dari ayat jurnal penjualan secara kredit seharga Rp 400.000 dan harga pokok penjualan ialah Rp 180.000 untuk PT Go Syariah yakni seperti berikut :

(Debit) Piutang Usaha = Rp 400.000

(Kredit) Penjualan = Rp 400.000

(Debet) Harga Pokok Penjualan = Rp 180.000

(Kredit) Persediaan  = Rp 180.000

Diskon Penjualan

Pada umumnya syarat penjualan ditujukkan dalam faktur penjualan yang dikirim si penjual kepada pembeli. Dan sebagai contohnya dari faktur penjualan untuk PT Go Syariah bisa anda lihat seperti dibawah ini:

Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

Jika anda perhatikan gambar diatas di situ terlihat kalau syarat waktu pembayran telah disepakati oleh pihak pembeli dan penjual sehingga disebut dengan credit item (Syarat Kredit). Sedangkan jika pembayaran terjadi ketika pengiriman maka syaratnya haruslah tunai atau tunai bersih.

Berbeda halnya apabila pembeli tersebut mengijinkan untuk mendapatkan tenggang waktu saat membayar maka disebut Credit Period (Periode Credit).  Dan seperti yang sudah ditunjukan dalam faktur kalau periode kredit akan dimulai pada tanggan transaksi penjualan terjadi.

Namun apabila pembayaran jatuh tempo dalam beberapa hari yang disebutkan sesudah tanggal faktur seperti 30 hari, syaratnya yakni 30 hari bersih yang ditulis sebagai n/30.

Apabila pembayaran jatuh tempo pada akhir bulan yang sama dengan bulan penjualan syaratnya ditulis sebagai n/EOM (End-of-Month). Supaya bisa mendorong pembeil untuk agar membayar sebelum batas akhir peridoe kredit, penjualn jarang sekali memberikan diskon.

Contohnya seperti ini, penjual bisa menawarkan diskon 2% apabila pembeli membayar dalam 10 hari sesudah tanggal faktur. Tapi bila pembeli tidak mengambil diskonya, jumlah yang tertulis di faktur akan jatuh tempo dalam waktu 30 hari kedepan.

Untuk syarat ini akan ditulis sebagai 2/10, n/30 dan dibaca sebagai 2% apabila dibayar dalam 10 hari, jumlah bersih jatuh tempo dalam 30 hari.

Syarat kredit 2/10. n/30 bisa dicontohkan dalam gambar yang aad dibawah ini

Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

Sebagai contoh, uang tunia yang diterima dalam periode diskon (10 hari) dari penjualan kredit Rp 1.500.000 seperti diperlihatkan dibawah ini ;

(Debit) Kas = Rp 1.470.000

(Debit) Diskon Penjualan – Rp 30.000

(Kredit) Piutang Usaha = Rp 150.000

Pencatatan Penjualan Konsiyasi

Pengakuan pendapatan yang dipakai oleh consignor yakni pendapatan diakui jika consignor menerima pemberitahuan penjualan dan dilakukan pengiriman kas dari consigne.

Contoh Penjualan Konsiyasi:

Farras Manufacturing Co. akan mengirimkan barang dagang dengan harga $36.000 dalam konsiyasinya kepada Best Value Stores Farras membayar $3.750 untuk biaya pengiriman sedangkan Best Value membayar $2.250 untuk biaya iklan local yang bisa anda tagihkan kepada Farras. Selanjutnya diakhir periode, dua pertiga barang dagang yang telah di konsiyasi sudah terjual $40.000 kas. Kemudian diberitahukan penjualan tersebut kepada Farras, dengan mengambil 10% sebagai komisi dan juga mengirimkan kas kepada Farras.

 Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

B. Transaksi dan Jurnal Pembelian

Banyak sekali paritel serta ada banyak juga perusahaan dagang kecil yang sudah memakai sistem persediaan perpetual komputerisasi.

Lihat Contoh berikut :

Pada tangga 3 Mei 2018, PT Go Syariah membeli barang dari toko Budi jaya dengan harga Rp 2.350.000 secara tunai.

Pada sistem ini, pembelian baramg yang dilakukan secara tunai akan dicatat sebagai berikut:

(Debet) Persediaan = Rp 2.350.000

(Kredit) Kas = Rp 2.350.000

Namun untuk pembelian barang secara kredit akan dicatat seperti dibawah ini;

Lihat Contoh berikut :

Pada tanggal 4 Mei 2018, PT Go Syariah membeli barang dari Toko Tomas Jaya senilai Rp 8.700.000 secara kredit.

Pada sistem ini pembelian barang secara kredit akan dicatat seperti berikut :

(Debeit) Persediaan Rp 8.700.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 8.700.000

Diskon Pembelian

Sebagai contoh, PT Jaya Makmur mengeluarkan faktur senilai Rp 4.000.000 ke PT Go Syariah pada tanggal 12 Juli 2018, dengan syarat 2/10, n/30.

Tanggal terakhir periode dengan diskon seniali Rp 70.000 bisa diambil ialah tanggal 22 Juli 2018.

Diilustrasikan kalau untuk membayar faktur pada tanggal 22 Juli 2018. PT Go Syariah meminjam uang selama sisa 20 hari periode kredit.

Bila kita asumsikan tingkat suku bunga tahunan sebesar 6% dan satu tahun hitung 360 hari, sehingga bunga untuk pinjaman dan juga penghematan PT Go Syariah ialah seperti berikut:

Besar Pinjaman:

= Rp 4.000.000 – Rp 70.000 = Rp 3.930.000

Bunga Pinjaman: 

= Rp 3.930.000 X 6% X (20/360) = Rp 13.100

Penghematan bersih untuk PT GO Syariah ialah:

Diskon 2% atas Rp 4.000.000 = Rp 70.000 Bunga selama 20 hari pada tingkat 6% atas Rp 3.930.000 = (Rp 13.100) sedangkan penghematan dari pinjaman sebesar Rp 56.900 (70.000-13.100)

Pengehematan juga bisa dilihat dengan cara membandingkan tingkar suku bunga atas uang yang dihemat sebab mengambil diskon dan tingkat suku bunga atas uang yang dipinjam demi mendapatkan diskon.

Untuk PT. Go Syariah tingkat suku bunga yang dihemat pada contoh ini dapt diperkirakan dengan mengubah 2% untuk 20 hari ke tingkat suku bunga tahunan, seperti dibawah ini.

= 2% x (360 hari/20 hari)

= 2% x 18 = 36%

Apabila PT Go Syariah meminjam uang untuk mengambil diskon, maka PT Syariah akan membayar bunga pada tingkat 6%.

Dan apabila tidak mengambil diskonya, maka PT Go Syariah akan membayar estimasi tingkat bunga 36% atas pemakain Rp 3.930.000 untuk tambahan 20 hari kedepan.

Didalam sistem persediaan perpetual, pembeli awalnya mendebit akun persediaan untuk jumlah yang sudah tertera di faktur. Pada saat membayar faktur, pembeli akan mengkredit akun persediaan untuk jumlah diskon.

Lihat Juga :

Contohnya seperti ini, PT Go Syariah akan mencatat faktur dari PT Abadi Selamanya dan pembyaranya pada akhir periode diskon seperti dibawah ini.

(Debit) Persediaan Rp 4.000.000

(Kredit) Utang Usaha – PT Abadi Selamanya Rp Rp 4.000.000

(Debit) Utang Usaha – PT Abadi Selamanya Rp 4.000.000

(Kredit) Kas Rp 3.930.000

(Kredit) Persediaan Rp 70.000

Sedangkan apabila PT Go Syariah tidak mengambil diskon sebab PT Go Stariah tidak membauar hingga tanggal 11 Juni maka pencatatan pembayarannya akan berubah menjadi seperti ini:

(Debit) Utang Usaha – PT Abadi Selamanya Rp 4.000.000

(Kredit) Kas Rp 4.000.000

Demikialah tadi penjelesan mengenai Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian  semoga dengan apa yang sudah saya jelaskan diatas dapat membantu anda.

Please rate this

Leave a Comment