Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

6 min read

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian

Contoh Jurnal Penjualan dan Pembelian – Setiap perusahaan dagang memiliki kegiatan utama yakni jual beli secara terus menerus dan kemungkinan semua transaksi tidak dilakkan secara tunai.

Kerana ada sebagian transaksi yang tidak dilakukan secara tunai makan perusahaan perlu menggunakan jurnal pembelian dan jurnal penjualan.

Dimana masing-masing jurnal ini memiliki fungsi agar memudahkan dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, berikut ini ialah penjelasanya agar lebih dapat dipahami

 

Pengertian Jurnal Pembelian 

Bila kita dapat pahami bahwa jurnal pembelian merupakan jurnal khusus yang dipakai untuk pencatatan secara kredit untuk semua transaksi pembelian barang dagang atau barang lain. Sehingga jurnal khusus pengeluaran kas hanya mencatat pembelian barang secara tunai.

Seluruh pembeilian yang dilakukan secara kredit akan dicatat pada debet di akun pembelian dan kredit di akun utang dagang. Namun untuk pemebelian peralatan dan perlengkapan yang dilakukan secara kredit akan dicatat dalam kolom debet akun perelngkapan dan kredit utang dagang.

Akan menjadi sangat lebih praktis untuk disediakan kolom khusus apabila transaksi ini terjadi berulang-ualng. Namun tidak perlu dibuatkan kolom jika transaksinya tidak berulang-ulang, cukup di tampung kedalam kolom serba-serbi

Kolom

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Kolom Jurnal Pembelian

 

Pengertian Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan dalam akuntansi ialah diman seluruh penjualan yang dilakukan secara kredit akan dicatat semua dalam jurnal penjualan.

Apabila didalam transaksi penjualan secara kredit akan menimbulkan penambahan piutang dagang dan penambahan penjualan.

Ketika terjadi penambahan piutang dagang makan transaksi tersebut akan dicatat pada posisi debet alasanya, kerena piutang merupakan salah satu harta dan sebaliknya pada saat penambahan dari hasil penjualan maka dicata  pada posisi kredit.

Kolom

Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Kolom Jurnal Penjualan

 

Baca Juga :

  1. Pengertian, Manfaat, Fungsi dan Contoh Jurnal Umum
  2. Perbedaan Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Dagang dan Jasa [Tabel]

 

Fungsi Jurnal Pembelian dan Jurnal Penjualan

Fungsi dari Jurnal Pembelian adalah berfungsi untuk mencatat seluruh transakssi yang berkaitan dengan transaksi pembelian secara kredit

Fungsi Jurnal Penjualan adalah jurnal yang berfungsi sebagai wadah untuk pencatatan penjualan secara kredit

 

A. Transaksi dan Jurnal Penjualan

Pencatatan transaksi jurnal penjualan dalam akun-akun menggunakan aturan debit dan kredit seperti yang telah dijelaskan didalam artikel sebelumnya, seperti 10 Contoh Penjualan & Pembelian (Retur, Potongan, Tunai, Kredit) Perusahaan Dagang.

Ayat jurnal khusus yang bisa pakai atau transaksi bisa dimasukkan, dicatat lalu di posting ke akun-akun secara elektronik. Walaupun ayat jurnal tidak dibuat secara manual, maka kita akan mencoba untuk memakai bentuk ayat jurnal umum dua kolom pada pembahasan ini untuk mempersingkat penjelasan ini.

 

Penjualan Tunai

Sebuah perusahaan akan bisa menjual barang dengan tunai ataupun kredit. Biasanya penjualan tunai akan dimasukkan ke mesin kasir dan selanjutnya dicatat dalam akun-akun.

Simak contoh dibawah ini, jika dimisalkan pada tanggal 02 Maret 2018, PT Go Syariah menjual barang dengan harga Rp 3.000.000

 

Sehingga transaksi ini akan bisa dicatat seperti berikut :

(Debet) Kas = Rp 3.000.000

(Kredit) Penjualan = R 3.000.000

Didalam sistem persediaan perpetual, harga pokok penjualan dan pengurangan jumlah persediaan WAJIB dicatat juga.

 

Dengan cara ini…

Akun persediaan akan memperlihatkan jumlah sisa persediaan yang belum dicatat.

Sebagai Contoh: Diasumsikan kalau harga pokok penjualan pada tanggal 6 Maret 2018 sebesar Rp 1.800.000

 

Maka untuk mencatat harga pokok penjualan dan pengurangan dalam persediaan ayat jurnalnya menjadi seperti dibawah ini :

(Debit) Harga Pokok Penjualan = Rp 1.800.000

(Kredit) Persediaan = Rp 1.800.000

Dalam kurun waktu terakhir, seiring bertambahnya pemilik kartu kredit di indonesia, sebagian besar penjualan ritel dilakukan dengan memakai kartu kredit, seperti Visa atau Master Card.

 

Sehingga banyak sekali orang bertanya-tanya mengenai. Bagaimana paritel pencatatan penjualan yang dilakukan jika memakai kartu kredit ? ada yang tahu ?

Pada kasus penjualan seperti ini akan dicatat sebagai penjualan tunai sebab paritel umumnya menerima pembayaran beberapa saat sesudah terjadi penjualan. Dan penjualan dengan memakai kartu kredit akan diproses oleh sebuah badan kliring yang menghubungi bank penerbit kartu kredit misalnya, Bank Mandiri dan Bank BCA.

Nah, kedua bank inilah yang nantinya akan mentransfer uang tunai hasil penjualan secara elektronik ke rekening bank paritel.

Sehingga apabila si pelanggan membayar tunai ataupun memakai kartu kredit untuk membayar pembelanjaanya, penjualan akan dicatat seperti ditunjukan di atas.

 

Beban pemrosesan yang dikenalan oleh badan kliring atau bank penerbit kartu kredit, yang jumlahnya sekitar 2-3 % dari jumlah transaksi penjualan, maka akan dicatat secara periodik seperi berikut ini.

(Debet) Beban kartu Kredit = Rp 50.000

(Kredit) Kas = Rp 50.000

 

Penjualan Kredit

Pihak perusahaan bisa menjual barang secara kredit. Penjual akan melakukan pencatatan sebagai debit pada piutang usaha/piutang dagang dan kredit pada penjualan.

Sebagai contoh dari ayat jurnal penjualan secara kredit seharga Rp 400.000 dan harga pokok penjualan ialah Rp 180.000 untuk PT Go Syariah yakni seperti berikut :

(Debit) Piutang Usaha = Rp 400.000

(Kredit) Penjualan = Rp 400.000

 

(Debet) Harga Pokok Penjualan = Rp 180.000

(Kredit) Persediaan  = Rp 180.000

 

Diskon Penjualan

Pada umumnya syarat penjualan ditujukkan dalam faktur penjualan yang dikirim si penjual kepada pembeli. Dan sebagai contohnya dari faktur penjualan untuk PT Go Syariah bisa anda lihat seperti dibawah ini:

Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

Kemudian untuk syarat waktu pembayaran pada gambar diatas sudah disepakati oleh pembeli dan penjual sehingga disebut dengan credit item (Syarat Kredit).

Apabila pembayaran dilakukan pada saat pengiriman, maka syaranya adalah tunai atau tunai bersih.

Namun sebaliknya, apabila si pembeli memperbolehkan menerima kelonggaran waktu untuk membayar maka dikenal sebagai Credit Period (Periode Credit).

Dan biasanya periode kredit dimulai dengan tanggal transaksi penjualan seperti yang tunjukkan dalam faktur.

 

Namun apabila pembayaran jatuh tempo dalam beberapa hari yang disebutkan sesudah tanggal faktur seperti 30 hari, syaratnya yakni 30 hari bersih yang ditulis sebagai n/30.

Apabila pembayaran jatuh tempo pada akhir bulan yang sama dengan bulan penjualan syaratnya ditulis sebagai n/EOM (End-of-Month).

Supaya bisa mendorong pembeil untuk agar membayar sebelum batas akhir peridoe kredit, penjualn jarang sekali memberikan diskon.

 

Contohnya seperti ini, penjual bisa menawarkan diskon 2% apabila pembeli membayar dalam 10 hari sesudah tanggal faktur.

Tapi bila pembeli tidak mengambil diskonya, jumlah yang tertulis di faktur akan jatuh tempo dalam waktu 30 hari kedepan.

Untuk syarat ini akan ditulis sebagai 2/10, n/30 dan dibaca sebagai 2% apabila dibayar dalam 10 hari, jumlah bersih jatuh tempo dalam 30 hari.

 

Syarat kredit 2/10. n/30 bisa dicontohkan dalam gambar yang aad dibawah ini

Contoh Soal Lengkap Jurnal Penjualan dan Pembelian Perusahaan

Diskon yang diperoleh pembeli atas pembayaran lebih awal maka dicatat sebagai diskon penjualan oleh si penjual.

Sebab manajer perlu tahu jumlah diskon penjualan dalam suatu periode, pada umumnya penjual akan mencatat diskon penjualan dalam akun terpisah.

Akun diskon penjualan adalah akun kontra mengenai penjualan.

 

Sebagai contoh, uang tunia yang diterima dalam periode diskon (10 hari) dari penjualan kredit Rp 1.500.000 seperti diperlihatkan dibawah ini ;

(Debit) Kas = Rp 1.470.000

(Debit) Diskon Penjualan – Rp 30.000

(Kredit) Piutang Usaha = Rp 150.000

Untuk lebih lengkapnya mengenai diskon anda bisa membaca di manajemenkeuangan.net karena menurut saya website tersebut menjelaskan secara lengkap mengenai diskon.

 

B. Transaksi dan Jurnal Pembelian

Banyak sekali paritel serta ada banyak juga perusahaan dagang kecil yang sudah memakai sistem persediaan perpetual komputerisasi.

Lihat Contoh berikut :

Pada tangga 3 Mei 2018, PT Go Syariah membeli barang dari toko Budi jaya dengan harga Rp 2.350.000 secara tunai.

Pada sistem ini, pembelian baramg yang dilakukan secara tunai akan dicatat sebagai berikut:

(Debet) Persediaan = Rp 2.350.000

(Kredit) Kas = Rp 2.350.000

 

Namun untuk pembelian barang secara kredit akan dicatat seperti dibawah ini;

Lihat Contoh berikut :

Pada tanggal 4 Mei 2018, PT Go Syariah membeli barang dari Toko Tomas Jaya senilai Rp 8.700.000 secara kredit.

Pada sistem ini pembelian barang secara kredit akan dicatat seperti berikut :

(Debeit) Persediaan Rp 8.700.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 8.700.000

 

Diskon Pembelian

Dalam hal ini kebanyakan faktur yang ada dapatkan tidak menawarkan diskon untuk pembayaran lebih awal.

Namun faktur yang memperlihatkan tanggal jatuh tempo serta denda keterlambatan pembayaran. Pembeli akan selalu menerima faktur beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo.

 

Bagaimana dengan perusahaan ?

Dalam perusahaan diskon pembelian yang diambil oleh pembeli untuk pembayaran faktur lebih awal bisa mengurangi harga pokok pembelian.

Saat ini lebih banyak perusahaan yang merancang sistem akuntansi mereka dengan begitu semua diskon yang tersedia akan diambil.

Hingga apabila pembeli harus meminjam uang untuk membayar dalam periode diskon, hal tersebut bisa menjadi keuntungan bagi para pembeli.

 

Sebagai contoh, PT Jaya Makmur mengeluarkan faktur senilai Rp 4.000.000 ke PT Go Syariah pada tanggal 12 Juli 2018, dengan syarat 2/10, n/30.

Tanggal terakhir periode dengan diskon seniali Rp 70.000 bisa diambil ialah tanggal 22 Juli 2018.

Diilustrasikan kalau untuk membayar faktur pada tanggal 22 Juli 2018. PT Go Syariah meminjam uang selama sisa 20 hari periode kredit.

Bila kita asumsikan tingkat suku bunga tahunan sebesar 6% dan satu tahun hitung 360 hari, sehingga bunga untuk pinjaman dan juga penghematan PT Go Syariah ialah seperti berikut:

Besar Pinjaman:

= Rp 4.000.000 – Rp 70.000 = Rp 3.930.000

Bunga Pinjaman: 

= Rp 3.930.000 X 6% X (20/360) = Rp 13.100

Penghematan bersih untuk PT GO Syariah ialah:

Diskon 2% atas Rp 4.000.000 = Rp 70.000 Bunga selama 20 hari pada tingkat 6% atas Rp 3.930.000 = (Rp 13.100) sedangkan penghematan dari pinjaman sebesar Rp 56.900 (70.000-13.100)

 

Pengehematan juga bisa dilihat dengan cara membandingkan tingkar suku bunga atas uang yang dihemat sebab mengambil diskon dan tingkat suku bunga atas uang yang dipinjam demi mendapatkan diskon.

Untuk PT. Go Syariah tingkat suku bunga yang dihemat pada contoh ini dapt diperkirakan dengan mengubah 2% untuk 20 hari ke tingkat suku bunga tahunan, seperti dibawah ini.

= 2% x (360 hari/20 hari)

= 2% x 18 = 36%

 

Apabila PT Go Syariah meminjam uang untuk mengambil diskon, maka PT Syariah akan membayar bunga pada tingkat 6%.

Dan apabila tidak mengambil diskonya, maka PT Go Syariah akan membayar estimasi tingkat bunga 36% atas pemakain Rp 3.930.000 untuk tambahan 20 hari kedepan.

Didalam sistem persediaan perpetual, pembeli awalnya mendebit akun persediaan untuk jumlah yang sudah tertera di faktur. Pada saat membayar faktur, pembeli akan mengkredit akun persediaan untuk jumlah diskon.

 

Contohnya seperti ini, PT Go Syariah akan mencatat faktur dari PT Abadi Selamanya dan pembyaranya pada akhir periode diskon seperti dibawah ini.

(Debit) Persediaan Rp 4.000.000

(Kredit) Utang Usaha – PT Abadi Selamanya Rp Rp 4.000.000

 

(Debit) Utang Usaha – PT Abadi Selamanya Rp 4.000.000

(Kredit) Kas Rp 3.930.000

(Kredit) Persediaan Rp 70.000

 

Sedangkan apabila PT Go Syariah tidak mengambil diskon sebab PT Go Stariah tidak membauar hingga tanggal 11 Juni maka pencatatan pembayarannya akan berubah menjadi seperti ini:

(Debit) Utang Usaha – PT Abadi Selamanya Rp 4.000.000

(Kredit) Kas Rp 4.000.000

 

Contoh Soal Jurnal Pembelian Perusahaan

Berikut ini adalah transaksi yang terjadi pada Usaha Dagang Cahaya pada bulan Juli.

TglTransaksi
5 Juli.Faktur No. M01. Dibeli sejumlah barang dagang dari UD MELATI seharga Rp 1.200.000 dengan syarat n/30.
8 JuliFaktur No. L015. Dibeli perlengkapan toko dari UD. Laksana seharga Rp 600.000.
12 JuliFaktur No. 025. Dibeli barang dagang dari UD. Mekar seharga Rp 2.000.000, dengan syarat 2/30, n/30.
15 JuliFaktur No. 204. Dibeli dari Toko Mawar diantaranya:
1. Mesin ketik seharga ………….. Rp 400.000
2. Perlengkapan kantor seharga ……… Rp 200.000
22 JuliFaktur No. M35. Dibeli barang dagang dari UD. Melati seharga Rp 2.300.000, dengan syarat 2/10, n/30.
24 JuliFaktur No. L 065. Dibeli perlengkapatn toko seharga Rp 400.000 dari UD. Laksana
28 JuliFaktur No. 209E. Dibeli barang dagang dari PT. Kemuning seharga Rp 3.000.000 dengan syarat 3/10, n/60.
Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Pembelian CV UDA SANJAYA

 

Contoh Soal Jurnal Pembelian Perusahaan

TglTransakasi Penjualan
6 JuliFaktur No. 011. Dijual sejumlah barang dagang kepada Toko Bersama seharga Rp 3.200.000 dengan syarat 4/10, n/30.
10 JuliFaktur No. 012. Dikirim kepada Toko Sahabat untuk barang yang dipesannya seharga Rp 2.400.000 dengan syarat 4/10, n/30.
19 JuliFaktur No. 013. Dikirim barang pesanan Toko Famili seharga Rp 1.400.000 dengan syarat 4/10,n/30.
27 JuliFaktur No. 014. Dijual barang dagangan kepada PD. Cipta Usaha seharga Rp. 2.800.000 dengan syarat 4/10, n/30.
Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian
Penjualan CV UDA SANJAYA

 

Demikialah tadi penjelesan mengenai Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian  semoga dengan apa yang sudah saya jelaskan diatas dapat membantu anda.

 

Artikel Lainya :

  1. 5  [Macam-Macam] dan Contoh Jurnal Khusus Perusahaan Dagang
  2. Pengertian, Fungsi dan Contoh Soal Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik
  3. [Lengkap] Contoh-Contoh Transaksi Buku Besar Pembantu Utang Perusahaan Dagang
  4. 13 Contoh Soal Jurnal Umum dengan Metode Periodik dan Perpetual

 

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *