Contoh Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat

Khanfarkhan.com – Sebagai seorang manusia atau individu yang besama-sama tinggal di sebuah tempat dan saling berinteraksi, haruslah bersikap baik atar sesama.

Meskipun setiap manusia memiliki karakternya masing-masing ada yang bersifat ekslusivisme yakni merasa lebih baik dari orang lain dan sifat partikularisme atau sifat tidak peduli dengan sekitarnya.

Pada masa sekarang ini banyak sekali contoh partikularisme yang bisa kita jumpai di lingkungan masyarakat bahkan di lingkungan sekolah sekalipun.

Apa pengertian dari Partikularisme ?

Sederhananya partikularisme adalah pola berfikir seseorang yang lebih mengutamakan kepentingan pribadinya dari pada kepentingan orang banyak yang mencakup masalah ekonomi, politik dan sosial budaya.

Apabila orang yang memiliki sifat partikularisme berada dalam kehidupan sehari-hari maka akan menimbulkan berbagai jenis konflik atas apa yang dia lakukan.

Dilihat dari cara berfikirnya saja sudah tidak sependapat atau berbeda dari kebanyakan orang.

Namun, alasan seseorang bersikap seperti itu tentunya di latar belakangi oleh beberapa faktor.

Untuk lebih jelasnya baca terus artikel ini sampai selesai.

Jenis-Jenis Partikularisme

Setiap orang dengan karakter partikularisme ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, ada beberapa jenis partikularisme di dalam kehidupan sehari-hari kita.

  • Sejarah
  • Multikultural
  • Agama

Dari beberapa jenis ini kita bisa melihat contohnya di lingkungan sekolah dan di dalam masyarakat.

Contoh Partikularisme di Sekolah

Berikut ini beberapa contoh partikularisme yang ada di sekolah, antara lain:

1. Hanya ingin bergaul dengan teman yang pintar

Bergaul Dengan Teman Yang Pintar

Perilaku seperti ini tentu terjadi di sekolah manapun, mereka menganggap kalau berteman dan bergaul dengan orang pintar dia akan terus bertambah pintar.

Sebaliknya jika berteman dengan teman yang nakal dan malas dia akan menjadi pemalas juga.

Untuk kasus seperti ini tentunya tidak semuanya benar tergantung individunya masing-masing mudah terpengaruh oleh pergaulan atau tidak.

2. Berteman dengan orang yang kaya saja

Berteman Dengan Orang Yang Kaya Saja

Kalau di lingkungan sekolah pemandangan seperti ini bukan hal yang biasa. Hal ini banyak terjadi lantaran merasa gengsi karena sudah terbiasa dengan pergaulannya.

Meskipun begitu masih banyak juga anak-anak disekolah yang berteman tanpa melihat status orang tersebut.

3. Berteman dengan orang yang taat Agama saja

Berteman Dengan Orang Yang Taat Agama Saja

Agama Islam memang mengajarkan kepada kita untuk berteman dengan orang-orang yang taat agama.

Namun ada beberapa orang tidak peduli dengan orang lain disekitarnya bahkan bersikap apatis.

Contoh Partikularisme di dalam Masyarakat

Setelah mengetahui contoh partikularisme di lingkungan sekolah, dibawah ini ada beberapa contoh partikularisme yang terjadi pada masyarakat Indonesia, antara lain:

  1. Mempekerjakan karyawan yang berasal dari satu suku
  2. Bergaul dengan orang-orang yang berasal dari suku yang sama
  3. Seseorang yang menginginkan semua anggota kelompoknya menuruti apa maunya
  4. Seseorang yang selalu ingin dianggap baik dan benar
  5. Seseorang yang hanya mau menolong orang lain yang berasal dari suku yang sama
  6. Hanya ingin bergaul dengan orang yang agamanya sama
  7. Tidak mau menolong orang lain yang terkena musibah karena berbeda keyakinan
  8. Melarang anggota keluarganya menikah dengan suku lainnya.
  9. Seorang gubernur yang menangkap seseorang karena mengkritik kinerjanya
  10. Melarang orang yang berbeda warna kulit bekerja di perusahaanya.
  11. Suku badui yang tekesan lebih tertutup dibandingkan suku lainnya di indonesia
  12. Memisahkan diri dari kelompok sosial yang ada di masyarakat
  13. Lebih mendahulukan orang yang dikenal dibandingkan orang lain
  14. Mengharuskan menikah dengan marga yang sama
  15. Para koruptor yang memakan uang rakyat demi kepentinganya sendiri

Penutup

Dari beberapa contoh partikularisme di sekolah dan masyarakat diatas bahwa, sikap partikularisme ini ada yang berdampak positif namun ada juga yang negatif.

Hal ini bisa kita lihat berdasarkan sudut pandang kita masing-masing.

Terlihat jelas bahwa partikularisme ini memang lebih mementingkan keperluan pribadi.

Itulah penjelasan yang bisa kami sampaikan kepada teman-teman semua, semoga ini bisa bermanfaat untuk kita semua tentunya didalam kehidupan sehari-hari kita.

Tinggalkan komentar