Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

Contoh Laporan Laba Rugi | Suatu perusahaan di akhir periode akan membuat yang namanya laporan laba rugi. Apabila di analisis tujuan peruahaan membuat laporan ini untuk mengetahui berapa besar laba yang diperoleh perusahaan tersebut.

Secara umum terdapat 3 perusahaan yang memperlukan laporan laba rugi yakni Perusahaan Jasa, Perusahaan dagang dan Perusahaan Manufaktur.

Baca juga perbedaan dari ketiga perusahaan tersebut.

Jika dilihat dari siklus akuntansi, laporan laba rugi disusun setelah dilakukan penyusunan neraca lajur atau sering disebut kertas kerja. Kenapa? Karena, seluruh data yang ada di neraca lajur diperlukan untuk pembuatan laporan laba rugi.

Data tersebut ialah pendapatan jasa dan semua beban, baik beban di luar usaha ataupu beban usaha selama periode berjalan.

Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana

Contoh Laporan Laba Rugi

Berikut ini terdapat beberapa contoh laporan laba rugi perusahaan jasa, data tersebut berasal dari Neraca Lajur. Disini pencatatan memakai metode Single Step dan Multiple Step.

Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana

1. Laporan Laba Rugi Single Step

Apabila diperhatikan, bentuk laporan laba rugi Single Step berupa tabel berikut ini. Angka yang tertera bisa di cocokan dengan angka di Neraca Lajur.

Contoh Laporan Laba Rugi Single Step

Jumlah laba bersih diperoleh dari kolom Neraca, Akun Saldo Laba Bersih yakni Rp 710.000,00. Angka ini didapatkan dari hasil pengurangan Rp 1.120,00 – Rp 410,00 di kolom Laba Rugi.

Dalam bentuk laporan laba rugi single step, tidak ada akun beban pajak karena bentuk laporan ini dipakai untuk perusahaan skala kecil.

2. Laporan Laba Rugi Multiple Step

Berikut ini merupakan contoh laporan laba rugi multiple step perusahaan jasa.

Contoh Laporan Laba Rugi Mutiple Step

Jumlah angka yang didapatkan sama saja dengan SIngle Step, hanya saja format laporan ini berbeda dan tidak sama. Yang dicari disini yaitu laba bersih.

Pada bentuk laporan laba rugi Multiple Step ini, terdapat beban pajak secara otomatis akan ada perkiraan laba sebelum pajak dan laba setelah pajak atau laba bersih.

Dan pada umumnya memang bentuk multiple step ini dipakai untuk perusahaan skala besar.

Laporan Laba Rugi Sederhana

Pada dasarnya pembuatan laporan laba rugi sendiri tidaklah sulit, hanya saja diperlukan ketelitian dalam memasukan nominal dari neraca lajur. Bila pada laporan ini terjadai kesalahan.

Maka dalam pembuatan laporan keuangan peruhaan jasa pun akan terdapat angka-angka yang salah. Tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi perusahaan.

Contoh Soal Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

Berikut ini ada beberapa contoh soal laporan laba rugi, agar kalian lebih memahami dan tau seperti apa transaksinya.

Contoh Soal:

1. Diketahui data-data dari perusahaan PT SEMEN BETON untuk periode berakhir Desember 2018 seperti berikut:

Pendapatan JasaRp 60.000.000
Pendapatan BungaRp 800.000
Beban GajiRp 12.000.000
Beban SewaRp 3.000.000
Beban PerlengkapanRp 2.000.000
Beban IklanRp 800.000
Beban PenyusutanRp 600.000
Beban PantryRp 500.000
Beban Premi AsuransiRp 1.000.000
Beban Listrik & AirRp 500.000
Beban AdministrasiRp 400.000
Beban BungaRp 300.000

Diminta:

Buatlah laporan laba rugi milik perusahaan PT SEMEN BENTON dengan memakai bentuk laporan laba rugi single step.

Berikut ini jawaban dari soal diatas:

Pendapatan Usaha
Pendapatan JasaRp 60.000.000
Pendapatan BungaRp 800.000
Rp 60.800.000
Beban Usaha
Beban GajiRp 12.000.000
Beban SewaRp 3.000.000
Beban PerlengkapanRp 2.000.000
Beban Premi AsuransiRp 1.000.000
Beban IklanRp 800.000
Beban Listrik & AirRp 500.000
Beban PenyusutanRp 600.000
Beban PantryRp 500.000
Beban AdministrasiRp 400.000
Beban BungaRp 300.000
(Rp 21.100.000)
Laba Sebelum PajakRp 39.700.000
Beban Pajak Penghasilan (10%)(Rp 3.970.000)
Laba Setelah PajakRp 35.730.000

Demikianlah tadi beberapa contoh soal dari perusahaan jasa dengan memakai bentuk laporan Single Step. Semoga contoh diatas membantu pehaman anda semua.

Mohon maaf jika ada salah penulisan angka, silahkan berikan komentar anda.

Please rate this

Leave a Comment