Contoh Esai Ilmiah, Pendidikan, Lingkungan dan Cara Membuatnya [DOC]

Contoh Esai Ilmiah, Pendidikan, Lingkungan

Contoh Essay dan Cara Membuatnya – Ada banyak sekali media untuk anda jadikan sebagai penampung ide-ide anda dalam bentuk sebuah tulisan. Namun dalam membuat sebuah tulisan tentu anda caranya bukan asal-asalan.

Karena anda harus tau kalau Essay ini sudah menjadi salah satu jenis karya tulis yang dapat anda sajikan dalam serangkaian guna mengalisis lebih dalam lagi terhadap fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi saat ini.

Esai menjelaskan mengenai kajian secara cermat akan tetapi dengan bentuk yang singkat contohnya seperti mengenai lingkungan, pendidikan, kesehatan, sastra maupun mengenai pertanian.  Maka dari itu disini admin ingin memberikan penjelasan lebih lengkap lagi dan mendalam tentang contoh esai serta cara membuatnya.

Pengertian Esai

Esai merupakan campuran beragam opini serta laporan faktual tentang sebuah masalah sosial dan solusi yang ditawarkan. Untuk membuat sebuah esai tidak harus memakai bahasa yang terlalu formal namun disini anda bisa memakai bahasa yang santai (bahasa keseharian anda tidak dibuat-buat) cobalah untuk membuat pembaca lebih mudah memahaminya.

Untuk menulis esai tentu ada tatacaranya jadi anda perlu memahami struktur kepenulisanya. Ada beberapa bagian dalam ketika menulis esai dan bagian ini yakni pendahuluan, isi serta laporan penutup. Dan keseluruhanya saling berkaitan antara satu dengan lainya.

Baca Juga : 12 Jenis Penelitian Sosial dan Contohnya di dalam Masyarakat

Ciri-Ciri Esai

  • Bentuknya adalah prosa
  • Bersifat Argumentasi
  • Singkat
  • Berisi kesan sesaat
  • Bukan menyajikan pemecahan masalah
  • Proporsi bagian karangan tidak dipersonalkan
  • Bahasa yang dipakai ragam jurnalistik atau ragam sastra

 

Contoh Esai

Ada beberapa contoh dari esai agar lebih mudah untuk dipahami. Dan disini anda bisa melihat beberapa contoh esai pendidikan, esai ilmiah, dan esai lingkungan. Semoga contoh yang admin berikan bisa anda pahami.

Esai Ilmiah

Apabila seseorang sudah mampu menggabungkan antara fakta dengan imajinasi si penulis maka esai tersebut dikatakan semakin baik. Esai akan dibilang ilmiah pada saat sudah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah.

Maka dari itu esai ilmiah haruslah disusun secara sistematis untuk dibuat dari pertama menentukan masalah, menentukan hipotesis, mengumpulkan data, menganaktirikan dan menyimpulkan. Maksudnya opini dari penulis telah berhasil dianalisis sedemikian rupa mengikuti sistematis ilmiah.

Berikut contoh esai ilmiah dengan file DOC [Download]

Esai Pendidikan

Berikut contoh esai Pendidikan dengan file DOC [Download]

Esai Lingkungan

Berikut contoh esai Lingkungan dengan file DOC [Download]

Baca Juga : 5 Instrumen Penelitian: Pengertian, Contoh dan Cara Menyusunnya

Bagian – Bagian Esai

Untuk menjadikan kita lebih mudah dalam membuat esai tentunya kita harus memahami beberapa bagian dari esai itu sendiri seperti pendahuluan, isi dan penutup.

Simak penjelasanya dibawah ini :

1. Pendahuluan

Bisa dibilang bagian pendahuluan itu sebagai bentuk awalan. Anda perlu membuat pendahuluan terlebih dahulu sebelum anda ingin memulai pembahasan didalam inti esai yang akan anda buat.

Saya jelaskan sedikit pendahuluan adalah struktur awal pembangunan kerangka dari pembuatan esai. Jadi di dalam pendahuluan anda perlu membuat kerangka pemikiran dari kamu membuat esai ini. Isi dari pendahuluan sendiri menjelaskan dengan sekilas topik maupun tema yang akan diangkat secara keseluruhan.

2. Isi atau Pembahasan

Pada bagian ini adalah bagian inti dari struktur pembangunan esai. Bagian ini berisikan topik atau tema yang sudah ditentukan diawal yang akan dibahas dan dijabarkan secara lebih detail dan rinci.

Kemudian di pemabahasan, penulis akan menjelaskan opininya bersama argumenya secara kronologis atau berurutan maka nantinya esai yang akan dituliskan sifatnya menjadi keheren. Pada isi dan pembahasan akan dijelaskan mengenai dasar-dasar dalam penyusunan argument tersebut sesuai dengan teori para ahli yang dikombinasikan beserta data dan fakta yang memang ada di lapangana.

3. Penutup atau Kesimpulan

Kesimpulan atau penutup adalah bagian akhir pada penyusunan sebuah esai. Dan bagian ini berisikan kesimpulan dengan beberapa kalimat saja yang merangkum poni-poin utama dan sudah disampaikan diawal pembahasan.

Sifat dari kesimpulan ini sendiri singkat, padat dan jelas tidak bertele-tele dan melebar ke topik lainya. Didalam beberapa esai juga menambahkan saran penulis kepada pihak ketiga untuk memberikan tanggapanya tentang permasalahan yang dibahas pada bagian penutup.

 

Contoh Esai Ilmiah, Pendidikan, Lingkungan

Cara Membuat Esai

Untuk proses penulisan esai yang baik dan benar adalah dengan metodologi kepenulisan yang telah beredar banyak. Antaralain yakni :

1. Menentukan Topik

Topik yang baik ialah topik yang sedang menjadi perbincangan secara umum, dan topik ini sendiri sudah skala nasional yang dapat dilakuna dan bisa dikaji lagi lebih mendalam.

Selain itu juga esai harus memiliki keterkaitan dengan kondisi topik yang akan anda ambil. Sehingga orang lain dapat membaca dan memahami keseluruhan isi esai dengan benar.

Baca Juga : Contoh Tinjauan Pustaka Skirpsi, Karya Ilmiah dan Proposal Penelitian

2. Menentukan Tujuan Tulisan

Selanjutnya anda perlu menentukan tujuan dari tulisan yang sudah ada. Tujuan ini masih memiliki keterkaitan erat dengan kajian tentang masalah dan juga solusi yang ditawarkan terhadap masalah yang sedang terjadi.

Hal seperti ini dapat dilakukan dengan baik dalam pembentukan berbagai subjek dari contoh kerangka pemikiran. Sehingga setiap tulisan yang ada harus mampu memahami prospek tujuan sesuata masalah yang sedang terjadi.

3. Mempergunakan Metodologi Penelitian

Dalam proses pembuatan esai ini anda juuga bisa menentukan dahulu metodologi penelitian yang sedang dipergunakan. Bentuk dari metode penelitian ini bisa kualitatis maupun kuantitatif, tapi dari keseluruhanya hanya metode kajian pustaka yang lebih gampang dilakukan.

4. Mengoreksi Hasil Tulisan

Kata mengeoreksi hasil tulisan ini selalu muncul dan tidak akan bisa dihindarkan ketika proses pembuatan esai. Maka dari itu tulisan-tulisan yang anda buat haruslah sama dengan apa yang sudah diharapkan sebelumnya. Cara cepatnya yakni dengan menuntaskan tulisan dahulu sampai selesai.

Kemudian kalau sudah selesai semua maka anda bisa koreksi.  Sering sekali terjadi kesalahan tentang pengoreksian karena terlali sering mengevaluasi tulisan sedikit demi sedikit yang justru tidak selesai-selesai.

“Inti pokoknya adalah menghindari evaluasi tulisan terlalu awal, anda hanya perlu menuntaskan esai yang anda buat sampai selesai baru dilakukan koreksi.”

 

Itulah tadi penjelasan mengenai Contoh Esai dan Cara Membuatnya, semoga penjelasan diatas tadi mudah untuk teman-teman pahami. Mohon maff juga jika ada tulisan-tulisan yang salah dan membingungkan. Tentu bisa anda tanyakan kepada admin di kolom Komentar. Terimakasih juga atas kunjunganya.

Please rate this