Contoh Disintegrasi Bangsa, Nasional dan Sosial

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk, baik dari segi sosial maupun budaya. Kemajemukan ini justru bisa menjadi bumerang dan membahayakan jika tidak bisa dikelola dengan baik.

Salah satu akibat yang bisa terjadi adalah adanya disintegrasi bangsa baik secara sosial maupun nasional. Ini adalah fenomena yang sangat diwaspadai dan ditakuti dalam kehidupan sosial karena bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk lebih mengenal tentang fenomena sosial ini, berikut ini adalah penjelasan lengkap, mulai dari pengertian hingga faktor penyebab dan contohnya.

Contoh Disintegrasi di Indonesia

Disintegrasi menurut pendapat ahli adalah sebuah fenomena atau keadaan dimana di dalam masyarakat timbul keadaan tidak akur hingga menyebabkan perpecahan dan pertengkaran.

Baca juga pengertian, faktor, latar belakang disintegrasi

Keadaan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya yang paling sering terjadi adalah karena perubahan sosial. Ada pula yang disebabkan karena perubahan lembaga sosial karena tuntutan untuk hidup berkembang seiring perkembangan waktu.

Keadaan tidak adanya persatuan atau disebut dengan disintegrasi ini dibedakan menjadi beberapa kelompok. Seperti beberapa bentuk berikut ini beserta contoh yang terjadi di masyarakat.

Contoh Disintegrasi Sosial

Bentuk ini merupakan bentuk tidak adanya persatuan dan keadaan tidak akur akibat tidak adanya norma dalam masyarakat yang berfungsi sebagaimana mestinya. Keadaan ini bisa terjadi akibat ketidakpuasan masyarakat atas kondisinya hingga ingin membuat perubahan.

Contoh Kasus:

  1. Tindakan pertikaian antar kelompok beragama yang dipicu karena adanya sikap intoleransi dalam kehidupan sosial.
  2. Terjadinya kerusuhan dan perusakan karena ada perkataan yang bernada rasial oleh seorang guru terhadap muridnya di Wamena.

⓶ Contoh Disintegrasi Bangsa

Bentuk selanjutnya adalah disintegrasi bangsa yang merupakan keadaan tidak adanya persatuan dalam masyarakat akibat dipengaruhi oleh bangsa lain. Keadaan ini bahkan juga bisa disebabkan karena faktor dari dalam bangsa itu sendiri.

Contoh Kasus:

  1. Konflik antar agama di suatu daerah yang disebabkan karena diskriminasi terhadap kaum minoritas.
  2. Konflik antara suku lampung dengan bali yang terjadi di kabupaten mesuji, dan menyebabkan kematian.
  3. Terjadinya tragedi 1998 yang menuntut Presiden Soeharto untuk turun jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia.

⓷ Contoh Disintegrasi Nasional

Bentuk ini hampir sama dengan bentuk sebelumnya, bedanya bentuk keadaan ini hanya disebabkan oleh faktor dari dalam negara itu sendiri. Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya konflik yang berskala nasional.

Contoh Disintegrasi Nasional

Contoh Kasus:

  1. Terjadinya demonstrasi nasional karena ketidakpuasan rakyat atas kinerja pemerintahan.
  2. Terjadinya aksi 212 di monas karena kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Ahok.
  3. Terjadinya demonstrasi oleh para buruh yang menuntut kenaikan gaji kepada pemerintah.

Baca juga contoh konflik sosial di indonesia

Faktor Penyebab Disintegrasi

Fenomena atau keadaan disintegrasi tentu tidak muncul dengan sendirinya. Ada hal yang menjadi faktor penyebab munculnya keadaan ini. Keadaan tidak akur atau tidak bersatunya masyarakat hingga menyebabkan pertikaian bahkan perpecahan bisa ditimbulkan oleh berbagai faktor sebagai pemicu ketidakpuasan masyarakat tersebut.

Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya.

  1. Perbedaan Pandangan dan Persepsi dalam Masyarakat

Ini adalah faktor paling dasar yang bisa menyebabkan keadaan disintegrasi. Kemajemukan dalam masyarakat tentu membuat setiap pandangan atau persepsi yang diberikan juga berbeda.

Ketika perbedaan pandangan dan persepsi ini tidak diimbangi dengan berfungsinya norma dalam masyarakat, maka ketidakpuasan itu pun akan terjadi.

  • Norma Masyarakat Tidak Berfungsi

Seperti sudah sedikit diungkit sebelumnya, disintegrasi bisa timbul karena perbedaan pandangan dalam masyarakat. Disinilah peran norma menjadi sangat penting karena berperan sebagai alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuannya, yaitu persatuan.

Ketika norma sudah tidak lagi berfungsi, maka tidak ada lagi hukum dalam masyarakat yang mengikat, sehingga pertikaian pun bisa terjadi dengan mudah.

  • Tidak ada sanksi yang tegas

Faktor selanjutnya adalah tidak adanya sanksi tegas dalam masyarakat untuk para pelanggar norma. Sebagai sebuah aturan mengikat, sudah sepatutnya norma memiliki sanksi tegas bagi pelanggarnya agar fungsi norma ini bisa tetap berlaku dalam masyarakat.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang disintegrasi, dari pengertian, contoh dan faktor penyebabnya. Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan jika keadaan atau fenomena ini menjadi persoalan serius yang harus diatasi dengan serius pula.

Jika tidak, bukan hanya pertikaian yang terjadi bahkan hingga perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat. Simak terus informasi lengkapnya di Khanfarkhan.com 😀

Berikan empat contoh Disintegrasi Sosial?

Terjasinya pertikaian antar kelompok dan terjadinya kerusuhan di Wamena atas tindakan tidak baik guru kepada muridnya.

Berikan contoh kasus disintegrasi bangsa?

Konflik antar agama di suatu daerah yang disebabkan karena diskriminasi terhadap kaum minoritas

Leave a Comment