Pengertian, Cara Menghitung Capital Gain dan Capital Loss

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Pernahkah anda terfikir ingin menjadi seorang investror disalah satu perusahaan besar ? Apabila sudah yakin ada beberapa hal yang perlu ketahui selain memiliki modal yang cukup.

Untuk menjadi seorang investor, disini anda perlu memahami yang namanya capital gain dan capital loss didalam saham. Terlebih lagi anda juga harus paham untuk cara menghitungya.

Tapi anda tidak perlu khawatir !!
Dipembahasan kali ini akan dijelaskan pengertian dari capital gain dan capital loss, beserta contoh perhitunganya. Simak terus penjelasanya sampai selesai agar anda paham.

Pengertian Capital Gain

Capital gain saham diartikan sebagai sesuatu hal yang dapat memungkinkan seorang investor untuk bisa menerima keuntungan (return) suatu saham yang dihitung dari selisih nilai harga jual lebih besar dari pada harga waktu pembelian.

Untuk mendapatkan keuntungan anda perlu membeli saham perusahaan tertentu. Untuk pembelian saham sendiri minimal 1 lot, 1 lot sama dengan 100 lembar saham. Baca Juga: Perbedaan saham preferen dan saham biasa

Pada dasarnya capital gain ini hanyalah sebuah istilah yang di pakai jika anda bermain saham, yang artinya sendiri yaitu sebuah keuntungan. Agar anda bisa memahahi lebih jelas berikut ada contoh dari capital gain.

Contoh dan Cara Menghitung Capital Gain

Berikut ini terdapat contoh soal perhitungan perolehan capital gain sebuah saham:

Yang menjadi contoh adalah saham perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk perhitungan perolehan capitla gain pada saham transaksi reguler, berikut ilustrasinya:

Tuan Andi (Nasabah) membeli saham PGAS diharga Rp 2.250 sebesar 1000 lembar (10 lot), dihari yang sama ternyata saham mengalami kenaikan diharga Rp 2,340 karena sudah merasa cukup dari keuntungan yang diterima, maka tuan andi langsung menjual di harga  Rp 2,340, sehingga perhitungan keuntungan yangg diterima ialah sebagai berikut:

Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham

Buy PGAS : RP 2.250

Pembelian saham :1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 2.250 X 1000                = Rp 2.250.000

Fee Buy 0,25%                    = Rp      5.625

Total = Rp 2.255.625

Jual PGAS : Rp 2.340

Penjualan saham : 1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 2.340 X 1000                = Rp 2.340.000

Fee jual 0,35 %                   =  Rp     8.190

Total = Rp 2.331.810

Total keuntungan yang diterima ialah = Rp 76.185

Pengertian Capital Loss

Sedangkan capital loss saham adalah sebuah kerugian yang diterima oleh pihak investor atas selisih harga yang jauh lebih rendah dari pada harga belinya. Baca Juga: Perlakuan akuntansi dan pelaporan saham

Capital loss ini kebalikan dari capital gain, banyak para investor yang memperoleh keuntungan tapi tidak sedikit juga yang mengalami kerugian. Maka tidak sembarang jika ingin bermain saham.

Tapi setelah kamu melihat contoh dan perhitungan berikut ini anda akan paham, langkah-langkah mana yang harus anda lakukan.

Contoh dan Cara Menghitung Capital Loss

Berikut ini terdapat contoh soal perhitungan perolehan capital loss sebuah saham:

Yang menjadi contoh adalah saham perusahaan Astra International (ASII) untuk perhitungan perolehan capitla gain pada saham transaksi reguler, berikut ilustrasinya:

Tuan Abas (Nasabah) membeli saham Astra International (ASII)  diharga Rp 8.925 sebesar 1000 lembar (10 lot), dihari yang sama ternyata saham mengalami penurunan diharga Rp 8.775 karena tuan abas takut sahamnya terus mengalami penurunan, maka tuan abas menjualnya di harga Rp 8.775, sehingga diterima kerugian sebagai berikut:

Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham

Buy ASII : RP 8.925

Pembelian saham :1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 8.925 X 1000                = Rp 8.925.000

Fee Buy 0,25%                   = Rp      22.312

Total = Rp 8.947.312

Jual ASII : Rp 8.775

Penjualan saham : 1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 8.775 X 1000                = Rp 8.775.000

Fee jual 0,35 %                  =  Rp    30.712

Total = Rp 8.744.288

Total keuntungan yang diterima ialah = Rp 203.712

Saat bermain saham anda harus memiliki keberanian, contohnya saja seperti contoh diatas disitu anda hanya memiliki dua pilihan bertahan sampai harga kembali nail atau bermain aman dengan menjual saham tersebut.

Segala sesuatunya tentu memiliki resiko, tapi banyak cara untuk meminimalisir agar kerugian yang ada dapatkan tidak begitu besar. Berikut tips yang perlu anda perhatikan.

Hal-hal yang wajib diketahui oleh Investor

1. Mengetahui keuntungan berapa deopito dana awal ketika berinvestasi saham di pasar modal

Secara umum bahwa ketentuan deposito awal untuk memulai investasi sebuah saham tidak ada batasanya, namun sekarang ini dibeberapa sekuritas sering memberikan standar range dalam deposito awal yakni sekitar 5  s/d 10 juta rupiah.

“Hakikat deposito dan awal setiap sekuritas tidak sama, tergantung kesepakatan antara pihak investor dan sekuritas, dalam perjanjian tersebut saling berhubungan fee beli, fee jual dan besanya interest margin”

2. Mengetahu satuan perdagangan saham yang disebut ”Lot”.

Didalam BEI (Bursa Efek Indonesia) sekarang sudah dapat memberikan ketentuan dalam satuan perdagangan saham di pasar reguler dan pasar tunai yakni “Lot”.

Saat itu 1 lot sama dengan 500 lembar saham, tetapi sekarang 1 lot adalah 100 lembar saham, itulah yang dinamakan batasan minimal pembelian saham untuk periode ini.

3. Mengetahui standart pengenaan fee beli dan fee jual dari sekuritas

Secara hakikatnya untuk pengenaan fee jual dan fee beli di sekuritas tidaklah sama biasanya berdasarnya dari perjanjian awal antara pihak sekuritas dan pihak investor.

Pada saat ini beberapa dari sekuritas sudah membagi dua ketentuan dalam pengenaan fee sesuai perlakuan khusus mengenia pelayanan kepada beberapa nasabah atau investor.

a. Fee Reguler, dalam ketentuanya pengenaan dari fee reguler ini sangat besar, standarnya yakni fee buy 0,25 %, lalu untuk fee sell 0,35%.

Dasar dari  pengenaai fee ini berhubungan dengan pelayanan khusus terhadap nasabah konvesional. Contohnya ketika input jual beli dientriikan langsung dari pegawai sekurtitas yang sudah memiliki sertifikasi Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE).

b. Fee Online, dalam ketentuanya pengenaan dari fee online ini sanggat murah berbeda dengan fee reguler, standarnya ialah fee buy 0,15% sedangkan fee sell 0,25%.

Dasar dari  pengenaan fee murah ini berhubungan dengan input jual beli yang dilakukan sediri oleh pihak investor dengan sistem online yang sudah tersedia oleh masing-masing sekuritas.

4. Mengetahui ketentuan fraksi harga

Sangatlah penting untuk diketahui mengenai ketentuan fraksi harga, alasanya dari masing-masing harga disetiap kenaikan ataupun penurunan berbeda

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Pengertian, Cara menghitung Capital Gain dan Capital Loss semoga dengan penjelasan dan ilustrasi diatas tadi teman-teman dapat memahaminya.

Terimakasih dan Selamat Mambaca !!!

Leave a Comment