Cara Mengatasi Inflasi di Indonesia dengan Tiga Kebijakan

Artikel ini Telah Ditinjau Oleh: Farkhan Ramadhan, S.E.

Terjadinya inflasi bukanlah hal yang menguntungkan bagi sebuah negara, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasinya yakni menggunakan kebijakan yang benar.

Beberapa tahun yang lalu Indonesia sempat mengalami inflasi, yang menimbulkan krisis ekonomi. Inflasi ini bisa juga disebabkan karena nilai tukar rupiah yang anjlok.

Ada beberapa penyebab dan dampak yang di timbulkan inflasi, dan sudah dibawah pada postingan sebelumnya. Nah, pada pembahasan kali ini akan dibahas cara mengatasi inflasi dengan kebijakan yang benar dan tepat.

Cara Mengatasi Inflasi di Indonesia

Ada 3 kebijakan yang bisa mengatasi inflasi yakni dengan kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan lainya. Berikut ini penjelasan lengkap terkait tiga kebijakan tersebut.

1. Menerapkan Kebijakan Moneter

Yakni sebuah kebijakan yang diambil pemerintah dibidang keuangan (moneter) yang memiliki sebuah tujuan supaya menjaga kestabilan moneter dan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan moneter sendiri meliputi :

Kebijakan Diskonto :

Maksundya ialah mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menaikan suku bunga yang merupakan kebijakan Bank Sentral. Setelah dinaikan suku bunga, diharapkan mayarakat menabung dibank lebih banyak. Sehingga, uang yang beredar dapat dikurangi.

Kebijakan Cadangan Kas :

Maksudnya ialah mengurangi uang yang beredar dengan cara menaikan cadangan kas minimum yang di tetapkan oleh Bank Sentral. Pada saat itu, Bank umum harus menahan uang lebih banyak di bank sebagai cadangan. Sehingga, uang yang beredar dapat dikurangi.

Kebijakan Pasar Terbuka :

Maksudnya adalah, dengan kebijakan ini akan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dengan kebijakan Bank Sentral. Setelah dijualnya SBI, uang dari masyarakat akat diterima langsung oleh Bank Sentral. Sehingga, uang yang beredar dapat dikurangi.

Membatasi Pencetakan Uang Baru :

Membatasi Pencetakan Uang Baru
Proses Pencetakan Uang

Maksudnya ialah Pemerintah mampu mengatasi inflasi dengan cara membatasi percetakan uang baru, supaya jumlah uang yang beredar tidak bertambah.

Menarik atau Memusnakan Uang yang lama :

Maksudnya adalah mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menarik atau memusnahkan uang lama dengan kebijakan Bank Sentral seperti uang logam Rp 5,00; Rp10,00 dan Rp25,00 kemudian uang kertas Rp100,00.

Kebijakan Kredit Selektif :

Maksunya ialah mengurangi jumlah uang yang beredar dengan memperketat syarat-syarat pembelian kredit dari kebijakan Bank Sentral. Sehingga mampu mengurangi pengusahan yang bisa memperoleh kredit.

Sanering :

Suatu kebijakan yang ditetapkan Bank Sentral dengan memotong nilai mata uang dalam negeri jika negara sudah mencapai inflasi di atas 100% (hiperinflasi). Sehingga uang yang beredar dapat dikurangi.

2. Kebijakan Fiskal (Kebijakan Anggaran)

Merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara agar dapat mengatasi inflasi. Kebijakan fiskal meliputi;

Menaikan Tarif Pajak :

Menaikan Tarif Pajak
Pajak Kendaraan

Pemerintah perlu membuat kebijakan dengan menaikan tarif pajak bertujuan agar dapat mengatasi inflasi.

Dengan naiknya tarif pajak diharapkan mampu mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Menurunya tingkat konsumsi akan mengurangi barang dan jasa yang akhirnya dapat menurunkan harga.

Menghemat Pengeluaran Pemerintah :

Dengan cara meminimalisir pengeluaran pemerintah dapat menekan inflasi, sehingga berkurangnya permintaan barang dan jasa dampaknya bisa menurunkan harga.

3. Kebijakan lainya

Agar mengurangi dampak yang ditimbulkan inflasi, selain dengan kebijakan moneter dan fiskal. Pemerintah masih mempunyai cara lain untuk mengendalikan inflasi sebagai berikut.

Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang :

Pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan mengendalaikan harga yang  ada. Namun penetapanya harus realistis agar tidak menjerumus ke pasar gelap karena penetapan yang tidak realistis.

Menambah hasil produksi & Menambah Jumah barang di pasar :

Dalam meningkatkan produksi pemerintah bisa mengeluarkan perintah dengan menambah jumlah barang.

Dengan cara  memberi premi atau subsidi kepada perusahaan yang sudah memenuhi target tertentu. Agar mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar pemerintah menambah hasil produksi berupa barang dan jasa.

Menjaga kestabilan tingkat upah :

Agar biaya produksi dapat ditekan yaitu dengan menjaga kestabilan untuk tidak membiaran upah naik terus-menerus.

Melarang penimbunan yang sering dilakukan pedagang :

Akibat yang ditimbulkan dari penimbunan barang di pasaran dapat memicu kenaikan harga-harga. Jika pemerintah memberikan kebijakan melarang penimbunan, berarti mencegah kenaikan harga.

Setelah anda mengetahui tentang dampak inflasi di atas , dimaksudkan agar bisa menilai seberapa pentingnya mengatur keuangan. Inflasi dapat dicegah jika anda mampu mengatur keuangan dengan proses akuntansi.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Inflasi semoga dengan penjelasan saya diatas dapat membantu anda. Terimakasih atas kunjunganya

Cara Mengatasi Inflasi di Indoneisa

Leave a Comment