Bentuk Bentuk Sosialisasi

Bentuk Sosialisasi – Perlu Anda ketahui bahwa dalam proses penerapan sosialisasi terbagi menjadi beberapa bentuk, dimana secara sadar maunpun tidak sadar seseorang sudah melakukanya.

Berdasarkan bentuknya proses sosialisasi yang dialami oleh masing-masing individu berbeda. Hal ini bisa dilihat dari prilaku bahkan pola pikir orang tersebut dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Nah, pembahasan kali ini saya ingin menjelaskan satu persatu dari berbagai macam bentuk sosialisasi yang ada di lingkungan sekitar kita serta contohnya.

Bentuk Sosialisasi beserta Contohnya

1. Sosialisasi Formal

Bentuk sosialisasi secara formal yang tampak telihat dan berwujud yaitu sekolah, perguruan tinggi, kepolisian, lembaga dan lain sebagainya.

Yang dimaksud formal disini adalah resmi dimana tahapan sosialisasinya dilakukan oleh instansi yang terkait. Contohnya seperti sosialsiasi mengenai bahaya Narkoba didalam rapat sekolah, lembaga atau RT/RW.

2. Sosialisasi Non Formal

Bentuk sosialisasi secara non formal adalah bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar tidak melibatkan instansi Pemerintah, Organisasi ataupun Lembaga yang ada.

Dalam hal ini aturan yang dilakukan sesuai norma-norma yang sudah ada sejak dulu. Contohnya bisa kita saksikan pada saat kita sedang berjalan dan bertemu orang yang lebih tua, maka kita menyapanya dengan bahasa yang sopan sebagai bentuk tata krama.

3. Sosialisasi Primer

Pada dasarnya sosialisasi primer merupakan sosialisasi tahap awal yang di dalam kehiduapn setiap individu. Maksudnya adalah tahapan sosialisasi ini yang pertama dijalani oleh masing-masing individu dalam bersosialisasi di lingkungan keluarga.

Sosialisasi ini berlangsung hanya sampai usia anak umur 5 tahun. Jadi peran keluarga sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. Karena anak tersebut belum memasuki bangku sekolah.

Contoh sosialisasi primer terlihat dari seorang ibu yang mengajarkan kebiasan tidur yang baik kepada anak.

4. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah sebuah tahapan dimana seorang individu mulai mengenali lingkungan masyarakat dihidupnya.

Dengan adanya sosialisasi sekunder akan memberikan pengetahuan mengenai, nilai dan norma di luar lingkungan keluarga.

Meskipun seperti itu, orang tua masih harus tetap menjaga sebab masih banyak orang-orang yang bisa menjerumuskan sesorang ke arah yang salah misalnya seperti mencuri dan lain-lain.

Contoh Sosialisasi sekunder bisa dilihat ketika seorang guru yang memberikan pembelajaran kepada muridnya disekolah.

5. Sosialisasi Refresif

Sosialisasi refresif adalah sosialiasi yang mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan dan tidak melakukan perbuatan menyimpang.

Tujuan utamanya untuk menimbulkan hubungan harmonis dan menghindari konflik. Adapun tindakan yang dilakukan bisa diberikan hadiah atau justru sanksi tegas.

Contoh dari sosialisasi refresif adalah menetapkan UU tentang hukuman bagi para pelaku Korupsi dan Denda yang besar dan Menjebloska ke penjara para pelaku tindak kriminal.

6. Sosialisasi Partisipatoris

Sosialisasi partisipatoris adalah sosialisasi yang pada prosesnya selalu melibatkan peran aktif dari objek sosialisasi itu sendiri yang sudah ditanamkan keyakinan serta nilai-nilai sosial.

Bentuk sosialisasi ini mengedepankan masing-masing individu yang tergabung didalam suatu organisasi agar bisa mengimplementasikan ilmu dalam organisasinya ke masyarakat.

Sebagai contoh sosialisasi partisipatoris adalah si Andi mengikuti pelatihan cara budidaya jamur merang, maka Andi harus bisa memahaminya dan mampu mengimplementasikan terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya.

7. Sosialisasi Otoritatif

Sosialisasi otoritatif merupakan proses sosialisasi yang akan memberikan peluang kepada seseorang tanpa adanya batasan dalam menentukan sikap terhadap dirinya sendiri.

Didalam penerapanya ke masyarakat akan melakukan pendekatan secara langsung kepada individu agar melakukan sosialisasi sebagai mestinya.

Contoh dari sosialisasi ini adalah seorang mahasiwa yang berhak menentukan ikut bergabung didalam keorganisasian kampus atau tidak sama sekali.

8. Sosialisasi Ekualitatif

Bentuk sosialisasi ekualitatif ini bisa dilihat berdasarkan persamaan dalam kedudukan antar pihak yang melakukan sosialisasi dengan pihak yang disosialisasikan.

Sosialisasi ekualitatif ini bisa kita lihat di sebuah PT ataupun Badan Usaha dimana seorang atasan yang memberikan arahan kepada bawahanya sebelum memulai suatu pekerjaan.

Contoh yang bisa kita lihat adalah Direktur perusahaan A dengan Direktur Perusahaan B sedang malakukan Meeting untuk menjalin kerjasama Bisnis.

9. Sosialisasi Langsung

Proses sosialisasi langsung ini dilakukan secara langsung atau tatap muka kepada masyarakat tanpa melibatkan media massa atau teknologi komunikasi lainya.

Artinya sosialisasi ini bisa dilakukan secara enjoy di tempat-tempat tertentu.

Contoh sosialisasi langsung adalah seorang wartawan yang sedang mewawancarai nara sumber secara tatap muka.

10. Sosialisasi Tidak Langsung

Berbanding terbalik dengan sosialisasi langsung, bentuk sosialisasi ini memerlukan peranan media massa serta alat komunikasi dalam penyampaianya.

Media sosial yang bisa kita temukan saat ini seperti pesan, whatsaap, telegram dan email.

Contohnya sosialisasi tidak langsung adalah informasi mengenai terjadinya bencana aam disuatu wilayah melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan Youtube.

Untuk lebih lengkapnya kamu bisa baca di artikel contoh sosialisasi.

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan mengenai bentuk-bentuk sosialisasi semoga informasi diatas dapat memberikan wawasan kepada teman-teman semua.

Tinggalkan komentar