2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil [Imprest dan Fluktuasi]

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Metode Pencatatan Kas Kecil – Petty cash found atau dapat diartikan sebagai sejumlah uang yang disediakan oleh sebuah perusahaan yang memiliki fungsi untuk membayarkan pengeluaran-pengeluaran yang nominalnya tidak terlalu besar dan akan tidak ekonomis jika dibayarkan dengan memakai cek. Contohnya saja seperti untuk mendanai konsumsi, membayar klien atau sesama rekan kerja di kantor.

Selanjutnya seseorang yang memegang kendali keluar masuknya kas kecil harus mampu mengatur dalam perencanaan kas kecil oleh pimpinan karena anda akan membuat catatanya untuk dibukukan kembali dalam laporan keuangan akhir periode.

 

Apa itu kas kecil imprest dan fluktuasi ? Kasir kas kecil ialah orang yang bertanggung jawab terhadap penggunaan dana kas kecil. Jika saldo dari dana kas kecil tinggal sedikt maka kasir akan meminta untuk ditambah dengan memakai kas utama perusahaan.

Dalam periode pengisian dana kas kecil umumnya selalu bergantung pada perusahan atau kas kecil tersebut. Bisa saja periode mingguan atau bulanan

Tujuan Kas Kecil

Pada dasarnya sutau perusahaan membentuk kas kecil bukan tanpa alasan, jika kita perhatikan sebagai seorang pimpinan tentu tidak selalu mengeluarkan uang dengan nominal yang besar maka dari itu berikut ini terdapat tujuan dibuatnya kas kecil:

  1. Mengatasi hal-hal terkait perbekalan/perlengkapan kantor yang dialami oleh suatu perusahaan
  2. Mencegah dalam melakukan pembayaran yang tidak ekonomis serta praktis terkait pengeluaran uang yang relatif kecil
  3. Memudahkkan beban staff karyawan ketika memberikan pelayanan secara utuh kepada para kustomer termasuk rekan bisnis pimpinan
  4. Memeperlancar beberapa kegiatan pimpinan dalam memakai dana yang terencana maupun tidak terencana.
Baca Juga: Pengertian, Contoh dan Sifat Kas dalam Akuntansi 

Metode Kas Kecil

Sebuah perusahaan dalam mengelola dana kas kecil, terdapat dua metode yang bisa dipakai yakni:

  1. Metode Imprest  (Imprest Fund Method)
  2. Metode Fluktuasi (Fluctuating Method)

Untuk lebih lengkapnya mengenai kedua metode kas kecil ini simaklah penjelasan dibawah ini beserta contohnya.

 

1. Metode Imprest (Imprest Fund Method)

Pada metode inprest ini atau dikenal juga sebagai dana tetap didalam rekening kas kecil akan selalu tetap, yaitu sebesar check yang diserahkan kepada kasir untuk membentuk kas kecil.

Lalu, untuk langkah selanjutnya yakni dengan mencairkan dan cek tersebut di bank oleh kasir dan uanngnya bisa dipakai untuk membayar keperluan pengeluaran kas kecil.

Ketika akhir periode atau jumlah dana dari kas kecil tinggal sedikit, pihak kasir kas kecil akan meminta penambahan dana kas kecilnya berdasarkan jumlah yang sudah dikeluarkan memakai dana kas kecil. Dan akhirnya jumlah dari kas kecil kembali seperti semula.

Ciri – Ciri dari Metode Tetap (Imprest fund system) :

  1. Bukti – bukti pemakaian dana kas kecil dijadikan satu atau dikumpulkan oleh pengelola kas kecil
  2. Pengisian atas dana kas kecil dilaksanakan melalui penarikan cek yang sama totalnya dengan dana kas kecil yang sudah dipakai dengan begitu total dana kas kecil kembali kepaada total yang ditetapkan awal.

Langkah- Langkah Operasional Metode Tetap :

  1. Pembentukan dana kas kecil dimana si pemegang kas kecil diberikan beberapa uang tunai yang kedepanya dipakai untuk pembayaran atas pengeluaran yang diperkirakan bisa menutupi kebutuhan dalam waktu tertentu.
  2. Dana kas kecil dipakai guna  pembayaran transaksi pengeluaran
  3. Sesudah dana kas kecil habis/hampir abis, maka kasri membentuk dana kas kecil, diisi sesuai jumlah nominal  pengelauran yang terjadi
Baca Juga: Pengertian, Kegunaan dan Penyusunan Anggaran Kas 

2. Metode Flukstuasi (Fluctuating Method)

Dalam metode fluktuasi ini pembentukann dana dilakukan melalui cara yang sama seperti pada metode imprest.

Yang membedakan antara metode fluktuasi dengan metode imprest yakni terletak pada saldo rekening dana kas kecil didalam metode fluktuasi saldo tidaklah tetap, namun berfluktuasi sama dengan jumlah pengisian kembali atau sesuai dengan pengeluaran-pengeluaran kas kecil.

Dilakukan pencatatan langsung pada saat terjadinya transaksi pengeluaran kas memakai dana kas kecil.

Ciri – Ciri Metode Berubah – ubah (Fluctuating fund system):

  1. Pembentukan beserta pengisian kembali dana kas kecil di catat pada kolom debit akun kas kecil
  2. Bukti pengeluaran kas kecil dicatat dalam buku melalui cara mendebit semua akun yang berhubungan dengan pemakaian kredit akun kas kecil
  3. Besarnya nominal dana dari kas keccil yang disediakan berfluktuasi diseuaikan dengan perkembangan kegiatan-kegiatan di bagian-bagian pemakai dana

 

Perbedaan Sistem Imprest dan Fluctuation

Perihal Imprest Method Fluctuation Method
Pembelanjaan Kas Kecil Tanpa Jurnal, hanya dibutuhkan bukti pembayaran sebagai bukti pengeluaran kas Wajib dibuat jurnal yang sesuai berdasarkan pengeluaran
Pengisian Ulang Kebijakan Perusahaan dan sesuai dengan jumlah kas kecil ketikaa pertama kali dibentuk Nominal pengisian kas kecil sesuai berdasarkan kebutuhan

 

Baca Juga: Contoh dan Cara Menyusun Jurnal Pengeluaran Kas

 

Contoh Soal Kas Kecil

TanggalTransaksi
Desember 2017 Diserahkan selembar cek sebesar Rp. 2.000.000,00 untuk membentuk kas kecil
7 Desember 2017 Dibeli tunai alat-alat tulis untuk kantor Rp. 96.000,00
18 Desember 2017 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp. 275.000,00
19 Desember 2017 Dibayar uang makan untuk para karyawan yang lembur Rp. 150.000,00
22 Desember 2017 Dibeli tunai alat-alat tulis kantor Rp. 70.000,00
28 Desember 2017 Dilakukan pertanggungjawaban atas pengeluaran-pengeluaran menggunakan kas kecil dan pengisian kembali dana kas kecil.

 

1. Jawaban metode imprest

Pencatatan kas kecil dengan memakai metode impres yakni:

Pada saat pembentukan dana kas kecil

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Saat pengisian kembali dana kas kecil

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Baca Juga: 5 Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Dan Contohnya

2. Jawaban metode fluktuasi

Didalam metode fluktuasi transaksi-transaksi yang ada diatas akan dicatat kedalam buku kas kecil seperti berikut ini:

Saat pembentukan dana kas kecil

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Saat terjadi transaksi langsung dicatat pada buku dana kas kecil

Pembelian alat tulis kantor

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Pembayaran biaya angkut

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Pembayaran uang makan lembur karyawan

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Pembelian alat tulis kantor

2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

 

Ketika sedang pengisian kembali untuk metode fluktuasi terserah kepada kasir kas kecil akan menambah jumlah dana kecilnya atau tidak. Artinya pada saat kasir menginginkan pengisian sebanyak Rp 700.000 maka saldo dana kas kecil menjadi Rp 2.109.000. saldo ini tidak sama ketika saat pembentukan dana kas kecil sebesar Rp 2.000.000.

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil [Imprest dan Fluktuasi] semoga dengan apa yang sudah saya jelaskan diatas dapat membantu anda dan menambah wawasan anda. Silahkan berikan kritik atau saran kepada kami agar kami bisa menyajikan artikel lebih baik lagi.

Please rate this

Tinggalkan komentar