7 Teori – Teori Pertumbuhan Ekonomi (Klasik, Rostow, Hostoris, Modern)

4 min read

 

7 Teori Pertumbuhan Ekonomi – Semua teori pada judul diatas adalah salah satu teori yang menjelaskan tentang gejala perubahan social ataupun ekonomi yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Ada dua aspek utama dalam teori pertumbuhan ekonomi ini, antara lain yakni mahzab analitis dan mahzab historis.

Dimana dalam pembahasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai 7 teori-teori pertumbuhan ekonomi dimana masing-masing dari teori tersebut dijelaskan menurut pendapat ahli.

Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi

Pada dasarnya keseluruhan pertumbuhan ekonomi ini dibagi dalam beberapa kelompok antara lain yakni :

7 Teori Pertumbuhan Ekonomi (Klasik, Rostow, Hostoris, Modern)
Crowth

1. Teori Klasik

Pada abad ke-17 teori  klasik ini sudah mulai dikembangkan. Ada dua tokoh yang sangat berpengaruh atas pemikiran teori klasik ini, yakni menurut Adam Smith dan juga menurut  David Ricardo

 

Teori Pertumbuhan Ekonomi (Adam Smith)

Adam Smith adalah salah satu seorang tokoh klasik yang memberikan konsep mengenai teori ekonomis, termasuk didalamnya  pertumbuhan ekonomi. Pendapat dari adam smith sendiri kalau proses pertumbuhan ekonomi terdiri dari dua aspek utama yakni pertumbuhan output total dan juga pertumbuhan ekonomi.

 

1. Pertumbuhan Output Total

Adanya 3 unsur pokok dalam system produksi yakni

a. Terdapatnya sumber daya alam yang dijadikan sebagai batas maksimum untuk pertumbuhan suatu perekonomian.

Jika sumber daya alam yang ada belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka jumlah penduduk serta persdiaan barang modal yang tersedia akan ikut berperan dalam pertumbuhan output. Akan tetapi jika seluruh sumber daya alam itu sudah dipakai secara maksimal, dengan begitu  pertumbuhan itu akan segera terhenti.

b. Sumber daya manusia (jumlah penduduk) pada proses pertumbuhan output akan beradaptasi dengan kebutuhan akan tenaga kerja dalam seuatu masyarakat.

c. Persediaan barang modal termasuk dalam unsur produksi yang dijadikan dasar penentuan tigkat output serta berperan dalam segala proses pertumbuhan output. Persediaan barang modal mempunyai pengaruh kepada tingkat output total bisa secara langsung, namun stok modal berpengaruhh kepada tinfkat output total secara tidak 

Menurut adam smith sendiri dia berpendapat kalai pasat tidaklah tumbuh secepat pertumbuhan modal, maka tingkat keuntungan akan cepat merosot dan akan menyebabkan berkurangya semangat para pemilik modal ketika akan melakukan akumulasi modal serta dalam jangka Panjang, tingkat keuntungan akan segera menurun.

 

Lihat Juga : Pengertian Macam -Macam Pertumbuhan Penduduk (Contoh dan Rumus)

 

2. Pertumbuhan Penduduk

Pendapat dari adam smith sendiri beliau menejelaskan kalau jumlah penduduk akan terus meningkat jika standar upah yang berlaku lebih tinggi dari standar upah subsistem. Misalnya saja yakni orang-orang akan sangat berani menikah bila standar upah diatas standar subsistem, dengan begitu akan menimbulkan kelahiran yang terus meningkat.

Akan tetapi masalah sebaliknya jika standar upah ternyata lebih rendah jika disamakan dengan upah system, maka jumlah penduduk akan terus menurun.

 

Adam smith juga berpendapat kalau tingkat upah yang sangat tinggi dan meningkat jika pertumbuhan akan permintaan tenaga kerja yang cepat dari pada penawaran tenaga kerja itu sendiri. Akan tetapi persediaan barang modal dan juga tingkat output suatu masyarakat sebagai alas an untuk menentukan permintaan akan tenaga kerja.

Sehingga bisa saya simpulkan kalau laju pertumbuhan persediaan barang modal serta laju pertumbuhan output sebagai penentu laju pertumbuhan permintaan akan tenaga kerja.

 

Lihat Juga : 20 Cabang dan Macam-Macam Ilmu  Ekonomi Menurut Pendapat Ahli

 

Teori Pertumbuhan Ekonomi “David Ricardo”

Pedapat dari David Ricardo tentang adanya pertumbuhan ekonomi yang sangat terkenal yakni the law of diminishing return. Pendapatnya ini berisikan mengenai bagaimana penurunan dari ptoduk marginal disebabkan terbatasnya jumlah dari tanah  dengan begitu akan mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk atau tenaga kerja.

Menurut David Ricardo dengan munculnya kemajuan teknologi serta akummulasi yang lumayan maka penginkatan produktivitas dari tenaga kerja akan mudah tercapai. Dengan begitu laju pertumbuhan ekonomi akan terjadi.

 

2. Teori Neoklasik

Dibawah ini terdapat beberapa tokoh yang mempunyai pendapat mengenai teori  neoklasik,yakni :

 

Pertumbuhan Ekonomi (Joseph A Schumpeter)

Menurut pendapat Joseph A Schmpeter dalam bukunya yang berjudul The Theory of Economic Development, buku ituppun sebenarnya berisi mengenai peran pengusaha dalam pembangunan sebuah negara. Joseph mempunyai pendapat kalau dasar dari proses pertumbuhan merupakan suatu proses yang dijalankan oleh para innovator dan wirausahaawan.

 

Pertumbuhan Ekonomi (Robert Solow)

Pendapat dari  Robert Solow mengenai pertumbuhan ekonomi yakni sebuah urutan kegiatan yang bersumber dari empat factor utama yakni:

  • Manusia
  • Akumulasi Modal
  • Teknonoligi modern
  • Hasil (output)

 

Lihat Juga : Pengertian, Ciri Ciri serta Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Kapitalis

 

3. Teori Neokeynes

Pada teori Neokeynes yang dijelaskan oleh Roy F.Harrod dan Evsey D. Domar mempunyai pandangan kalau ada pengaruh investasi mengenai permintaan agregat serta pertumbuhan padangan kalau adanya pengaruh investasi mengenai permintaan agregat serta tumbuhan kapsitas produksi. Soalnya investasi tersebut ialah demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Maksudnya penanaman modal adalah suatu komponen yang menjadi tiang utama dalam proses penentuan atas menigkatnya pertumbuhan ekonomi.

 

4. Teori W.W.Rostow

Didalam buku yang berjudul Y+The Stages of Economic, A Non Cominist Manifesto, Rostow memakai pendekaatan sejarah ketika menjelaskan bagaimana proses perkembangan atau pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam suatu masyarakat.

Menurut Rostow  ia berpendapat kalau proses pertumbuha dalam masyarakat berlangsung lewat beberapa tahapan yakni sebagai berikut :

  • Masyarakat tradisional (traditional society)
  • Tahap prasyarat tinggal landas (praconditions for thae off)
  • Tahap tinggal landas (the take off)
  • Tahap menuju kedewasaan (maturity)
  • Tahap konsumsi tinggi (high mass consumption)

 

Lihat Juga : 5 Peran dan Manfaat Pasar Modal dalam Perekonomian Indonesia

 

5. Teori Historis

Teori  Pertumbuhan Ekonomi menurut Karl  Bucher

Pendapat dari Karl Bucher bahwa tahapan pertumbuhan ekonomi yakni:

  • Pruduksi guna keperluan sendiri (rumah tangga tertutup)
  • Perekonomian sebagai wujud perluasan pertukaran produk dalam pasar (rumah tangga kota)
  • Perekonomian nasional mempunyai peranan sangat penting di bidang perdagangan (rumah tanga negara)
  • Kegiatan perdagagngan yang sudah semakin luas samapai melewati batas negara (rumah tangga negara)

 

Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi

Sebuah perekonomian bisa dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi apabila  jumlah atas  produksi barang serta jasanya terus meningkat. Artinya, pertumbuhan ekonomi merupakan suatu peningkatan kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat yang menimbulkan kenaikan produski barang dan jasa atau  peningkatan pendapatan nasional.

Secara umum bisa  dikatakan kalau pertumbuhan ekonomi bisa mengindikasikan keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat, dengan begitu untuk dapat melakukan penghitungan pada pertumbuhan ekonomi. Untuk bisa menghitungya salah satu caranya ialah dengan menghitung nilai uang. Dimana pada nilai uang akan tercermin pada produk domestic bruto (PDB).

Ketika akan menghitung PDB ini, pemerintah terlebih dahulu harus mendata semua jenis produksi oleh bisnis di dalam negara yang akan di jual. Pastinya ada banyak sekali,. Sesudah selesai mendata semua jenis produksi tersebut, maka langsung dilakukan penghitungan pada semua output ekonomi negara. Dimana output ini mencakup seluruh barang dan jasa yang sudah diproduksi oleh bisnis-bisnis yang sudah di data sebelumnya

 

Dalam penghitungan atau pengukuran pertumbuhan ekonomi tidak bisa secara terus menerus dilakukan soalnya pengumpulan data PDB cukup sulit dilakukan. Dengan begitu perhitunganya dilakukan dalam setiap tiga bulan atau tahunan. Dan unntuk cara menghitungnya anda bisa memakai rumus yang ada dibawah ini :

7 Teori Pertumbuhan Ekonomi (Klasik, Rostow, Hostoris, Modern)

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Teori pertumbuhan ekonomi dan juga cara menghitung pertumbuhan ekonomi, semoga dengan penjelasan diatas dapat bermanfaat dan bisa membantu anda. terimakasih banyak atas kunjunganya jangan lupa untuk mengunjungi artikel  lainya dibawah ini :

 Artikel Lainya :

  1. Pengertian, Tujuan dan Ciri Ciri (MEA) Masyarakat Ekonomi ASEAN
  2. Pengertian, Manfaat serta Tujuan Ekonomi Syariah [Lengkap]
  3. Pengertian, Tujuan dan Negara Penganut Sistem Ekonomi Komando (Sosialis)
  4. Pengertian, Ciri Ciri dan Negara Penganut Sistem Ekonomi Campuran

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *