Rumus Cara Lengkap Menghitung  SHU dan Contoh Soal

 Rumus Cara Lengkap Menghitung  SHU dan Contoh Soal

Rumus Cara Menghitung  SHU dan Contoh Soal – Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai cara menghitung SHU (Sisa Hasil Usaha) koperasi, mungkin anda sudah mendengar apa itu koperasi. Namun didalam sebuah koperasi ada yang namanya sisa hasil usaha mungkin ada beberapa yang belum mengerti mengenai cara perhitungan dari sisa hasil usaha.

Agar lebih jelas berikut ini saya akan menjelaskan cara perhitungan secara  jelas dan lengkap,  simak penjelasanya:

 

Pengertian Sisa Hasil Usaha Koperasi

SHU koperasi adalah suatu pendapatan yang diterima oleh pihak koperasi dalam satu tahun buku yang dikurangi dengan penyusutan, biaya dan kewajiban lain yang termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Berdasarkan UU N0.25/1992 mengenai perkoperasian, Bab IX, pasal 45.

Perlu diketahui!

SHU ini berbeda dengan deviden yakni hanya berupa sebuah keuntungan dari hasil menanam saham seperti perusahaan (PT), tetapi SHU ialah suatu keuntungan yang dibagikan berdasarkan aktivitas ekonomis dari anggota koperasi.

 

Rumus Untuk Menghitung SHU

Rumus dalam pembagian SHU  dalam dilihat dari penjelasan berikut ini:

SHU  Koperasi = Y + X

Keterangan:

SHU Koperasi               Sisa Hasil Usaha per Anggota

Y                                  SHU Koperasi yang dibagi atas aktivitas ekonomis

X                                  SHU Koperasi yang dibagi atss modal usaha

SHU anggota melalui modal matematika, bisa dihitung melalui cara berikut ini:

SHU Koperasi AE: Ta/Tk (Y) I SHU Koperasi MU : Sa/Sk (X)

Keterangan :

Y                      Jasa usaha anggota koperasi

X                      Jasa modal anggota koperasi

Ta                     Total transaksi anggota koperasi

Tk                     Total transaksi koperasi

Sa                     Jumlah simpanan anggota koperasi

Sk                     Total simpanan anggota koperasi

 

Baca Juga : Macam-Macam & Persyaratan Membuat SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Perseorangan

 

Prinsip Prinsip Pembagian SHU

Terdapat 4  hal yang menjaddi prinsip SHU koperasi berikut penjelasanya:

1. SHU yang dibagi ialah yang bersumber dari anggota

SHU umumnya dibagikan kepada anggota koperasi yakni berasal dari anggota itu  sendiri , maksudnya, SHU  yang tidak berasal dari  transaksi dengan anggota biasanya dijadikan sebagai cadangan koperasi atau tidak dibagi kepada anggota.

SHU  dari bukan anggota bisa diberikan secara merata kepada setiap anggota karena sudah disetujui oleh rapat anggota dengan sebuah catatan tidak menggangu likuiditas koperasi.

2. SHU anggota ialah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri

SHU  yang didapat setiap anggota yakni atas balas jassa kepada anggota koperasi yang sudah menginvetasikan modal dan melaksanakan transaksi pada koperasi. Sehingga diperlukan proporsi SHU untuk jasa modal beserta jasa transaksi usaha nantinya bisa diberikan kepada semua anggota koperasi

Dari hasil Usaha untuk anggota koperasi bisa ditetapkan, berapa persen untuk jasa modal dan jasa usaha contohnya 35% untuk jasa modal dan 65 % untuk hasil jasa usaha.

 

3. Pembagian SHU anggota dilaksanakan sevara transparan dan terbuka

Dalam suatu pembagian SHU maupun perhitunganya untuk para anggota dalam pelaksanaanya seharusnya dilakukan secara transparan diumumkan, kemudian  semua  anggota bisa secara kuantitatif, secara mudah untuk mengetahui berapa besaran partisipasinya untuk koperasi

Dalam kasus ini, bisa menjadi sebuah pembelajaran bagai semua anggota koperasi demi menciptakan sebuah kebersamaan, kepemilikan badan usaha dan pendididkan dalam proses demokrasi dan dapat mengantisipasi timbulnya kecurigaan di antara para anggota.

 

4. SHU anggota dibayarkan secara tunai

Hendaknya saat pembayaraan SHU kepada anggota dilakukan secara tunai, alasanya karena bisa membuktikan sesungguhnya koperasi tersebut sebagai  badan usaha yang sehat kepada setiap anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.

 

Metode Perhitungan SHU Koperasi

Contoh kasus SHU (Ekonomi Koperasi)

Koperasi “Bumu Jaya Sakti” memiliki  dana sebanyak Rp 100.000.000 yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib setiap para anggotanya. Koperasi mengharuskan perhitungan laba rugi pada 32 desember 2017 sebagai berikut :

(hanya untuk anggota)

Penjualan                                 Rp 460.000.000

Harga Pokok Penjualan             Rp 400.000.000

Laba Kotor                               Rp 60.000.000

Biaya Usaha                              Rp 20.000.000

Laba Bersih                               Rp 40.000.000

Sesuai RAT, SHU  dibagi sebagai berikut :

Cadangan Koperasi                               40%

Jasa Anggota                                        25%

Jasa Modal                                           20%

Jasa lain-lain                                         15%

Diminta:

1. Perhitungan pembagian SHU

2. Jurnal Pembagian SHU

3. Perhitungan persentase jasa modal

4. Perhitungan persentase jasa anggota

5. Carilah total yang diperoleh oleh tuan Agus (anggota koperasi) jika simpanan pokok dan simpanan wajibnya Rp 500.000 dan tuan agus sudah berbelanja di  koperasi Bumi Jaya  Sakti sebesar Rp 920.000

 

Jawaban:

1. Perhitungann Pembagian SHU

Keteranngan SHU                                 Rp 40.000.000

Cadangan Koperasi                   40%     Rp 16.000.000

Jasa Anggota                            25%     Rp 10.000.000

Jasa  Modal                              20%     Rp 8.000.000

Jasa Lain-lain                            15%     Rp 6.000.000

Total                                         100%   Rp 40.000.000

 

2. Jurnal Pembagian SHU

SHU                                                       Rp 40.000.000

Cadangan Koperasi                              Rp 16.000.000

Jasa Anngota                                        Rp 10.000.000

Jasa Modal                                           Rp 8.000.000

Jasa Lain-lain                                        Rp 6.000.000

 

3. Persentase jasa modal = (Bagian SHU untuk jasa modal : Total Modal) X 100% = (Rp 8.000.000 : Rp 100.000.000) X 100% = 8 %

Keterangan:

  1. Modal Koperasi terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib
  2. Simpanan sukarela tidak termasuk dalam modal namun utang

 

4. Persentase jasa anggota = (Bagian SHU untuk jasa nggota : Total Penjualan Koperasi) x 100% = (Rp 10.000.000 : Rp 460.000.000) X 100% = 2,17%

Keteranan:

  1. Perhitungan diatas ialah untuk koperasi konsumsi
  2. Untuk koperasi simpan pinjam, total penjualan diganti dengan total pinjaman

 

5. Yang diterima tuan agus

  1. Jasa modal = (Bagian SHU untuk jasa modal : Total modal) X Modal tuan agus = (Rp 8.000.000 : Rp 100.000.000) X Rp 500.000 = Rp 40.000
  2. Jasa anggota = (Bagian SHU untuk jasa anggota : total penjualan koperasi)
  3. Pembelian tuan agus = (Rp 10.000.000 : Rp 460.000.000) X Rp 920.000 = Rp 20.000
  4. Jadi yang diperoleh tuan agus yakni Rp 40.000 + Rp 20.000 = Rp 60.000

 

Pembagian SHU Koperasi

Sisa Hasil Usaha adalah suatu pendapatan yang diterima oleh pihak koperasi dalam satu tahun buku yang dikurangi dengan penyusutan, biaya dan kewajiban lain yang termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutanBerdasarkan ketentuan UU No. 25/1992 pasal 45 SHU koperasi dipakai untuk keperluan:

  1. Dana Cadangan
  2. Jasa untuk anggota
  3. Dana pendidikan
  4. Keperluan lain

 

Contoh Pembagian SHU

Sebuah koperasi pada akhir tahun 2017 memperoleh SHU sebanyak Rp 12.000.000 dan sesuai ketentuan anggaran dasar koperasi, pembagian SHU yakni sebagai berikut:

Dana Cadangan                                    25,0%

Jasa Usaha                                           30,0%

Jasa Modal                                           30,0%

Pengurus/Pengawas                             7,5%

Karyawan                                             7,5%

Dana Pendidikan                                  5,0%

Dana sosial                                           5,0%

Laporan keuangan konsumsi diatas untuk tahun 2017 memperlihatkan data sebagai berikut ini:

Jumlah dana yang terkumpul dari simpanan pokok menunnjukan simpanan wajib dari anggota sebanyak Rp 35.000.000

Omzet/penjualan yang didapat dari:

Partisipasi anggota                                           Rp 250.000.000

Bukan Anggota                                                Rp 150.000.000 +

                                                                        Rp 400.000.000

Harga pokok penjualan                                  (Rp 367.500.000)

Pendapatan                                                      Rp 32.500.000

Gaji, biaya, penyusutan, dll. Kewajiban            (Rp 18.000.000)

SHU sebelum pajak                                          Rp 14.500.000

Pajak penghasilan (PPh)                                   (Rp 2.250.000)

Setelah dipotong pajak                                     Rp 12.000.000

Pembagian SHU

Dana cadangan                              25% X Rp 12.000.000               = Rp 2.000.000

Jasa Usaha                               30% X Rp 12.000.000               = Rp 3..600.000

Jasa Modal                               20% X Rp 12.000.000               = Rp 2.400.000

Pengurus/pengawas                 7,5% X Rp 12.000.000              = Rp 900.000

Karyawan                                 7,5% X Rp 12.000.000              = Rp 900.000

Dana pendidikan                      5% X Rp 12.000.000                 = Rp 600.000

Dana Sosial                               5% X Rp 12.000.000                 = Rp 600.000   +

                                                                                                = Rp 12.000.000

Pertanyaan:

Seorang sebagai anggota dari salah satu koperasi mempunyai dana sebesar  Rp 175.000 pada simpanan pokok dan wajibnya, anggota tersebut lalu berbelanja sebesar  Rp 187.500. berapakah pembagian SHU yang diperoleh oleh anggota tersebut?

Jawaban:

Anggota teersebut menerima

Jasa Modal
Rp.175.000 / Rp.35.000.000,-X Rp.2.400.000,- = Rp. 12.000,-
Jasa Usaha
Rp.187.500 / Rp.250.000.000,- X Rp.3.600.000,- = Rp. 2.700,-+
SHU Yang diterima
Rp. 12.000 + Rp. 2.700 = Rp.14.700,

Itulah tadi penjelasan mengenai Rumus Cara Menghitung  SHU dan Contoh Soal Semoga penjelaasan diatas bisa membantu dan manambah wawasan bagi anda. Terimakasih

 

Artikel Lainya :

  1. Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Rapat  Umum Pemegang Saham
  2. Pengertian, Jenis, Fungsi dan Bentuk Badan Usaha [Contohnya]
  3. 3 Jenis Waralaba Menurut: Kriteria, Asal dan IFA (Lengkap)
  4. Pengertian, Ciri-Ciri dan 7 Contoh Lembaga Sosial di Indonesia

Please rate this

Tinggalkan komentar