Pengertian, Rumus dan Contoh Perhitungan Rasio Lancar

2 min read

Pengertian Rasio LancarRatio lancar atau yang dikenal dengan Current Ratio merupakan rasio yang mengukur kinerja keuangan neraca likuiditas perusahaan.

Rasio lancar ini memperlihatkan sebuah kemampuan perusahaan agar dapat memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya pada 12 bulan kedepan.

Untuk seorang calon kreditur secara umum memakai rasio ini untuk bisa menentukan apakah akan melakukan pinjaman jangka pendek atau tidak sama sekali kepada perusahaan yang berkaitan.

 

Perlu kamu ketahui !!

Bahwa rasio lancar ini menunjukan efesiensi siklus operasi perusahaan atau kemampuan sebuah perusahaan dalam mengubah produk supaya menjadi uang tunai.

Current ratio atau rasio lancar ini adalah salah satu analisis Rasio likuiditas yang biasa disebut dengan working capital ratio (rasio modal kerja)

 

 

Rumus dan Contoh Perhitungan Rasio Lancar

 Pengertian, Rumus dan Contoh Perhitungan Rasio Lancar

Rumus Rasio Lancar (Current Ratio)

Cara perhitungan rasio lancar ini dihitung dengan cukup membagikan aktiva lancar (current ratio assets) dengan kewajiban atau Hutang lancar (current liabilitas).

Kamu bisa lihat rumus dari rasio lancar dibawah ini :

 

Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Hutang Lancar

Note: Maksud dari aktiva lancar atau aset lancar ialah aset yang bisa dikonversikan menjadi uang tunai, akan tetapi kalau hutang lancar ialah suatu hutang milik perusahaan yang wajib dibayar secara tunai dalam tempo satu tahun atau dalam siklus operasional perusahaan.

 

Baca Juga : 5 Jenis serta Rumus Analisis Rasio Keuangan Menurut Ahli

 

Contoh Kasus Perhitungan Rasio Lancar

Perusahaan PT. Wahyuni Mandiri mempunyai aktiva lancar  sebanyak Rp 150.000.000 namun untuk utang lancarnya sebanyak Rp 75.000.000. Hitunglah rasio lancar atau current rationya dari perusahaan PT. Wahyuni Mandira ?

 

Diketahui :

Aktiva Lancar = Rp. 140.000.000,-
Hutang Lancar = Rp. 75.000.000,-
Rasio Lancar = ?

 

Jawaban :

Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Hutang Lancar
Rasio Lancar = Rp. 150.000.000,- / Rp. 75.000.000,-
Rasio Lancar = 1,9 kali

Jadi Rasio Lancar PT. Wahyuni Mandira ialah 2 kali

 

Penilaian Mengenai Rasio Lancar

Semakin tinggi rasio lancar sebuah perusahaan, maka semakin likuid juga perusahaan tersebut. Hasil dari Rasio Lancar yang diperoleh pada umumnya ialah 2 kali.

Current Rasionya sebanyak 2 kali maka dianggap suatu posisi yang nyaman dalam sebuah kondisi  keuangan bagi kebanyakan perusahaan.

 

Akan tetapi,

Pada dasarnya, current rasio yang bisa diterima ini sangatlah bervariasi antara satu industri dengan industri yang lainya.

Untuk kebanyakan industri, rasio lancar sebanyak 2 kali, maka sudah dianggap bisa diterima atau bisa dikatakan “Acceptable”

Untuk rasio lancar  nilai paling rendah (nilainya yang dibawah satu 1 kali) memperlihatkan bahwa perusahaan mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban lancarnya.

 

Seorang investor perlu memperhatikan hal berikut ini

Yang perlu diperhatikan bagi seorang investor ialah arus kas operasi dari perusahaan supaya bisa lebih memahami tingkat likuiditas perusahaanya.

Apabila ternyata rasio lancarnya tidak tinggi, untuk para calon kreditur bisa menilai kesehatan keuangan perusahaan yang berkaitan dengan keadaan arus kas (cash flow) operasional terhadap perusahaan itu

 

Namun, bila yang terjadi malah sebaliknya,

Ternyata rasio lancarnya sangatlah tinggi (nilainya lebih dari 2 kali), bisa di pastikan jika perusahaan itu tidak memakai aset lancar atau fasilitas pembiayaan jangka pendeknya secara efesien.

Dari hal tersebut bisa  saja terdapat masalah dalam pengelolaan modal kerjanya.

Akan tetapi bagi kreditur rasio lancar yang tinggi sangat baik jika dibandingkan dengan rasio lancar yang rendah.

 

 

Mengapa bisa demikian ?

Alasanya ialah dengan rasio lancar yang tinggii artinya perusahaan cenderung lebih bisa memenuhi kewajiban hutang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

 

Artikel Lainya :

  1. Pengertian, Kegunaan dan Penyusunan Anggaran Kas Perusahaan
  2. Pengertian, Jenis dan Instrumen Pasar Uang dalam Perekonomian
  3. Cara Menentukan Invers Matriks beserta Rumus [Lengkap]
  4. 7 Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Suatu Barang Produksi

 

Demikianlah tadi penjelasan dari Khanfarkhan.com mengenai Pengertian, Rumus dan Contoh Perhitungan Rasio Lancar Semoga dengan penjelasan saya di atas bisa membantu anda semua .

Terimakasih Banyak

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *