Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung [Lengkap]

3 min read

Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Contoh dan Cara Penyusunan Laporan Arus Kas  – Secara garis besar, bentuk dari arus kas yang berlaku terdiri atas metode langsung (Direct Method) dan tidak langsung (Indirect Method).

Yang wajib diperhatikan ketika akan menyusun laporan arus kas ialah dengan membandingkan neraca selama dua periode, yakni periode sebelumnya dan periode sedang berjalan.

Pada pembahasan kali ini saya akan mengulas mengenai laporan arus kas lengkap dengan penjelasan dan rumusnya, berikut ialah penjelasanya :

 

Pengertian Laporan Arus Kas

Menurut PSAK (Peryataan Standar Akuntansi Keuangan), menjelaskan bahwa laporan arus kas harus dapat menggambarkan dengan terperinci aliran dana kas keluar  dan masuk suatu perusahaan dalam periode tertentu dan diklarifikasikan menurut aktiva operasi, investasi dan pendanaan.

Dalam proses penyelasaian arus kas, diperlukan sebuah logika pengerjaan arus kas, sebabnya, logika berfikir bahwa hal itu yang dapat membantu rekan-rekan dalam menyelesaikan kesulitan ketika dalam penyusunan laporan arus kas.

 

Cara Membuat Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Pada dasarnya terdapat 2 metode dalam membuat laporan arus kas

 

A. Cara Membuat laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Pada dasarnya laporan arus kas ini disusun atau dibuat sesudah pembuatan Neraca. Dimana terdapat  dua sumber data yang dipakai dalam penyusunan arus kas tersebut diataranya yakni :

1. Data Laporan laba rugi berjalan (Current Book)

2. Perbandingan neraca periode berjalan dengan neraca periode sebelumnya

 

Langkah # 1 Data Laporan Laba Rugi Tahun 2015

Cara Membuat dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Atau Tidak Langsung

Coba anda perhatikan Laba Bersih sebelum pajak dari contoh Laba Rugi seperti gambar diatas, kita dapat melihat perusahaan dalam keadaa merudi ssebanyak Rp 244.473.335,-

 

Langkah # 2 Mengumpulkan Data Neraca Tahun 2014 dan 2015

Untuk langkah yang kedua ini  anda bisa memperhatikan contoh dibawah  ini

Neraca Tahun 2014

Cara Membuat dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Atau Tidak Langsung

 

Baca Juga : Contoh Serta Penjelasan Circular Flow Diagram 2, 3 dan 4 Sektor 

 

Neraca Tahun 2015

Cara Membuat dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Atau Tidak Langsung

 

Langkah # 3 Membandingkan Neraca Periode Sebelumnya dengan Neraca Periode Bejalan

Cara Membuat dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Atau Tidak Langsung

Anda perhatikan di kolom Net Change yang memperlihatkan aktivitas atau kegiatan yang terjadi mulai dari 01 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015. Kolom net change adalah selisih antara data neraca tahun 2015 dengan 2014 :

(a). Kelompok Akiva

Apabila angka yang diperoleh pada kolom net change bertanda positif, artinya: terjadi Pengeluaran kas

Conrohnya pada  rekenning “BANK”, ner change-nya ialah Rp 159.031.548 maksudnya untuk rekening BANK perusahaan mengeluarkan kas sebesar Rp 159.031.548

Dan sebaliknya bila angka pada kolom net change ini tandanya negatif, artinya: terjadi Penerimaan kas

Contohnya pada rekening ‘KAS” net change-nya ialah (Rp 2.352.092.580), artinya sudah terjadi realisasi kas msuk sebanyak Rp 2.352.092.580

 

Baca Juga : [Lengkap] Contoh-Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang dan Jasa

 

(b). Kelompok KEWAJIBAN dan EKUITAS (Passiva)

Apabila angka yang diperoleh pada kolom net chane bertanda positif, artinya: sudah terjadi realisasi kas masuk, dan sebaliknya apabila angka pada kolom net change tandanya negatif maka sudah terjadi penerimaan kas.

 

B. Cara Membuat Laporan Arus Kas Metode Langsung

Cara Membuat Dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung

Elemen Laporan Arus Kas Metode Langsung tidak ada bedanya dengan metode tidak langsung, namun yang membedakan ialah sumber data serta langkah-langkahnya. Cara atau metode dalam pembuatan sebuah Laporan Arus kas dengan Metode langsung sumber data nya ialah sebagai berikut :

  • Buku Kas Bank
  • Buku Kas Kecil (Petty Cash)

Kenyataanya bahwa, terdapat dua cara yang dapat dipakai untuk menyusun laporan arus kas, kedua metode itu ialah metode langsung dan tidak langsung. Tentunya kedua metode ini mempunnyai perbedaan pada penyajian arus kas yang  berasal dari kegiatan operasi. Seperti penjelasan di atas

Untuk metode tidak langsung (indirecct method) arus kasnya ditentukan dari kegiatan operasional dilakukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang disajikan dalam laporan laba rugi.

 

Tentunya dalam pengoreksian itu masih berkaitan dengan biaya  penyusutan, kenaikan harta lancar, laba atau rugi serta utang lancar.

Sedangkan metode langsung (direct method) arus kas dari kegiatan operasional disajikan secara terperinci menjadi dua arus yakni arus kas keluar dan kas masuk. Selanjutnya kedua arus kas ini diperinci lagi dalam beberapa jenis penerimaan dan pengeluaran kas.

Nah, diluar dari perbedaan tersebut secara umum terdapat 5 langkah yang dapat anda pakai dalam penyusunan laporan arus kas (cash flow statement) yakni antara  lain :

  • Menghitung kenaikan atau penurunan pada kas
  • Melaporkan dan menghitung kas bersih yang dipakai pada aktivitas operasi
  • Melaporkan dan menghitung kas bersih yang dipakai pada aktivitas investasi
  • Melaporkan dan menghitung kas bersih yang dipakai pada aktivitas pendanaan
  • Menjumlahkan kas bersih dan menghitung arus dari 3 aktivitas yang dilakukan (Pendanaan, Investasi, dan Operasi) dengan saldo awal kas.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk membuktikan kesamaan dengan saldo akhir kas.

 

Baca Juga: Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun 

 

Perbedaan Metode Langsung dan tidak Langsung

1. Untuk metode arus kas tidak langsung, perhitunganya berasal dari bawah ke atas pada laporan laba rugi, bisa juga dimulai dari pendapatan bersih.

2. Dari kedua metode ini hanya pada bagian aktiva operasi perusahaan yang bersangkutan. Investasi dan aktivitas dari pendanaan.

3. Dalam metode langsung, akun-akun antara lain :

  • Utang
  • Keutungan dan kerugian
  • Beban penyusutan
  • Beban deplesi
  • Beban amortisasi

Dikeluarkan dari komponen aktivitas operasi, sehingga akan terlihat di laporan arus kas deperti berikut ini :

Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Diagram Aliran Kas pada Perusahaan

 

Dari dua metode diatas bahwa terdapat tiga aktivitas utama dalam pelaporan arus kas, antara lain :

1. Aktivitas Operasi (Operation Activities)

Ada bebarapa koponen yang diperbolehkan ada dalam kas dari aktivitas operasi yakni : komponen neraca, baik ASET atau KEWAJIBAN dimana nilainya tidak lebih daru saru tahun.

Contohnya :

  • Pembayaran Gadi karyawan
  • Piutang usaha
  • Utang dagang
  • Utang usaha
  • Persediaa
  • Peralatan yang nilainyad ditaksir hanya bertahan kurang dari setahun

 

Baca Juga :

  1. Pengertian dan Jenis-jenis Aktifa beserta Contoh Jurnalnya
  2. Contoh dan Tujuan Laporan Perubahan Ekuitas Perusahaan Jasa

 

2. Aktivitas Investasi (Investasi Aktivitas)

Ada beberapa komponen yang termasuk pada kas dari aktivitas investasi ialah komponen neraca bagian ASSET dimana nilainya tidak lebih dari satu tahun.

Contohnya :

  • Kendaraan
  • Pembeliaan tanah
  • Gedung
  • Mesin
  • Hak paten dan lainya

 

Baca Juga: Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun 

 

3. Aktivitas Pendanaan  

Ada bebrapa komponen yang termasuk dalam aktivitas pendanaan biasanya ialah komponen neraca bagian kEWAJIBAN, dimana nilainya lebih dari satu tahun.

Contohnya :

  • Penerbitan saham biasa (saham preferen)
  • Penerbitan obligasi yang jatuh tempo lebih dari satu tahun

Kas dari akrivitas pendanaan, yakni kas yang berkaitan dengan pengurangan atau penambahan modal perusahaan

 

“transaksi yang sifatnya non cash tibak boleh dimasukan dalam laporan arus kas. Contoh transaksinya. Contohnya: Pembelian sebidang tanah dengan memberikan dua buah mobil menurut tanah dengan saham biasa.”

 

Rumus Pengerjaan Laporan Arus Kas

Pada saat menghafal rumus penyusunan arus kas tidaklah sulit, cukup dengan “Pendapatan + Aset Awal”

Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

 

Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan

 

Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Contoh & Cara Menyusun Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung  semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu anda. terimakasih

 

Artikel Lainya:

  1. Fungsi, Manfaat dan 7 Jenis Produk Pasar Modal Bagi Investor
  2. 8 Aspek Perbedaan Obligasi dan Saham [Lengkap]
  3. Perbedaan serta Contoh Saham Preferen dan Saham  Biasa
  4. Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Rapat  Umum Pemegang Saham

 

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *