Pengertian dan Contoh Kasus Return On Investmen [Lengkap]

1 min read

 

 Pengertian dan Contoh Kasus Return On Investmen [Lengkap]

Khanfarkhan.com – Return on Investment (ROI) atau ROR (rate of return) menurut kamus besar bahasa indonesia yakni suatu uang yang diperoleh pada suatu investasi. Investasi uang bisa dirujuk sebagai modal, asset, basis biaya investasi.

Untuk teman-teman yang belum mengetahui apa itu Return On Investment bisa lihat penjelasan dibawah ini beserta contoh kasusnya agar menjadi lebih mudah untuk dipahami.

Perhitungan ROI tersebut memakai rumus yang akan saya jelaskan berikut ini:

 

Pengertian Return On Investment

ROI adalah sebuah pengukuran kemampuan perusahaan keseluruhan pada saat menghasilkan keuntungan dengan total keseluruhan aktiva yang berada di dalam perusahaan.

Menurut Sutrisno (2001:255)

Menyatakan bahwa return on investment (ROI)  merupakan sebuah tolak ukur perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dimana  hal ini dipakai penutup investasi yang sudah dikeluarkan.

Menurut S. Munawir (2007:89)

Beliau menjelaskan bahwa Return on investment (ROI) ialah  suatu bentuk dari rasio profitabilitas yang dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari semua dana pada aktiva yang dipakai untuk operasional perusahaan.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2007:305)

Menjelaskan bahwa Return on investmen (ROI) ialah suatu  rasio yang bisa  menunjukan persenan laba bersih yang didapat dari modal pemilik.

 

Faktor yang Mempengaruhi ROI

Adanya dua faktor yang bisa mempengaruhi Return on investment yakni :

1. Tingkat perputaran aktiva dalam kegiatan operasional perusahaan

2. Proit margin, ialah jumlah keutungan operasi yang dinyatakan dengan bentuk persentase dan jumlah penjualan bersih. Dengan dihubungkanya ddengan penjualan Profitt margin bisa mengukur tingkat keuntungan perusahaan.

ROI sebagai bentuk tehnil analisa rasio profitabilitas sangat penting dalam suatu perusahaan, dengan alasan bila mengetahui ROI akan diketahui seberapa efesien perusahaan dalam memanfaatkan aktiva demi kegiatan operasional dan bisa  memberikan informasi ukuran profitabilitas perusahaan.

Pengertian dan Contoh Kasus Return On Investmen [Lengkap]

Rumus Return On Investment

Rumus untuk menghitung ROI ialah : Return On Investment = [laba Atas Investasi – Investasi Awal] / Investasi x [100]

Contoh kasus :

Perusahaan A melakukan Investasi Sebesar Rp 700.000.000 kepada sebuah usaha penjualan produk sabun. Perusahaan A teryata mendapatkan penjualan sebesar 1.000 box sabun. Dan dari penjualan tersebut perusahaan mendapatkan laba sebesar Rp 800.000.000

Diketahui : Laba (Keuntungan) investasi sebesar Rp 100.000.000

Dan modal (investasi) awal sebesar Rp 700.000.000

Jadi diperoleh perhitunganya sebagai berikut :

ROI = (800 juta – Rp 700.000) / Rp 700.0000) x 100 = 14%

Jadi didapat ROI nya  ialah sebesar 14%

Bagi perusahaan menghitung Return on Investment dianggap tidak kalah penting dengan margin keutungan dari suatu jasa ataupun produk.

Perusahaan akan memilikikeyakinan dan kepastian usahanya bisa terus berjalan dan berkembang jika perusahaan sudah mengetahui ROI nya karena margin keuntunganya yang didapat akan bisa dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan usaha perusahaan.

Ada sebuah resiko dan kegagalan yang akan di hadapi perusahaan jika memperoleh margin keuntungan yang sedikit.

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Pengertian dan Contoh Kasus Return On Investmen semoga dengan penjelasan diatas bisa membantu anda dan menambah wawasan anda.

 

Kunjungi Juga :

  1. Pengertian, Tujuan dan Periode Stock Opname
  2. Cara Menghitung Break Even Point Beserta Rumusnya
  3. Pengertian Serta Contoh Variabel Independen, Dependen, Moderator dan Interving
  4. Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Rapat  Umum Pemegang Saham

 

 

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *