Pengertian dan 3 Pendekatan Teori Analisis Stakholder Beserta Contoh

3 min read

Pengertian dan 3 Pendekatan Teori Analisis Stakholder Beserta Contoh

Khanfarkhan.com – Apabila kita sadari kita merupakan bagian dari stakholder perusahaan yang berada disekeliling kita, baik perusahaan dagang, perusahaan manufaktur ataupun perusahaan jasa.

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menjelasakan tentang apa itu stakholder, dan 3 pendekatan teori analisis stakholder berikut ini saya akan paparkan secara jelas dan ringkas.

 

Pengertian Teori stakholder

  • Menurut Wibisono (2007)

Berpendapat bahwa stakholder disebut juga seperti sebuah pihak dari kelomppok yang memiliki kepentingan secara langsung atupun tidak langsung dan dapat mempengaruhi atai dipengaruhi atas aktivitas dan eksistensi perusahaan.

  • Menurut Freeman

Menurutnya stakholder yakni sekumpulan individu atau kelompok yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pencapaian tujuan suatu perusahaan.

Jadi jika disimpulkan bahwa stakholder bila diibaratkan seperti sekelompok komunitas atau manusia yang tergabung dari masyarakat yang mempunyai hubungan dan kepentingan dengan perusahaan bbaik secara menyeluruh atau persial.

Artinya stakholder  ini memiliki pengaruh terhadap  pencapaian tujuan perusahaan atau dalam artian mempengaaruhi kelangsungan hidup (going corncern) perusahaan.

 

Teori Stakholder

Berdasarkan stakholder teory (Andreas Lako) sebuah perusahaan bisa sukses atau hidup matinya memiliki ketergantungan kepada kemampuanya dalam menyeimbangkan berbagai macam kepentingann dari para pemangku kepentingan (Stakholder).

 

Teori Legimitasi

Legitimasi merupakan suatu kondisi yang menjelaskan mengenai sistem nilai bagi suatu perusahaan merupakan sama dengan sistem nilai  dari sistem sosial masyarakat yang mana suatu perusahaan masuk dalam bagian dari masyarakat menurut lindbolm (penggagas teori legitimasi)

Teori legitimasi secara khusus mengakui bahwa  suatu bisnis  perusahaan dibatasi oleh kontrak sosial yang mewajibkan perusahaan menunjukan atau melakukan aktivitas sosial perusahaan untuk masyarakat agar masa depan dari masyarakat terjamin dikarenakan perusahaan akan mendapatkan penerimaan masyarkaat.

 

Pendekatan Teori Stakholder

Menurut tungga (2008) berpendapat bahwa teori  bisa dilihat dengan tiga pendekatan yakni :

1. Deskriptif

Pada intinya dalam pendekatan deskriptif ini secara sederhana ialah deskripsi yang realitas terhadap bagaimana suatu perusahaan melakukan kegiatanya. Dalam pendekatan deskriptif bahwa teori stakholder bertujuan  untuk memahami bagaimana seorang manajer mengatasi kepentingan stakholder dengan selalu melaksanakan  kepentingan perusahaan.

Kewajiban manajer untuk selalu mengarahkan kekuatan mereka terhadap semua pemangku kepentingan, tidak hanya terdapat pemilik perusahan saja.

 

2. Instrumental

Untuk pendekatan instrumental menyatakan jika salah satu dari strategi dari pihak manajemen perusahaan agar menerima kinerja perusahaan yang menjadi lebih baik kedepanya ialah dengan memperhatikan para pengaku kepentingan.

Dimana dalam teori ini didukung dengan bukti empiris menurut Lawrance & Weber (2008), bahwa setidaknya terdapat lebih dari 450 perusahaan yang mengatakan komitmenya terhadap pemangku kepentingan dalam laporan tahunya mempunyai kinerja keuangan yang lebih baik  jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak mempunyai komitmen.

 

3. Normatif

Dalam pendekatan normatif dijelaskan bahwa semua orang atau kelompok yang sudah memberikan konstribusi terhadap nilai sebuah perusahaan mempunyai hak moral untuk  menerima imbalan (rewards) dari pihak perusahaan, dalam hal ini menjadi suatu prioritas bagi manajemen untuk memenuhi apa yang menjadi hak para pemangku kepentingan.

Tujuan dari adanya pendekatan normatif ialah sebagai pedoman moral atau filosofi terkait mengenai aktivitas ataupun manajemen perusahaan.

 

Baca Juga :  

  1. Pengertian, Manfaat, Kekurangan dan Kelebihan Joint Venture
  2. Pengertian, Contoh dan Ciri Ciri dari Pasar Monopolistik

A. Contoh Stakholder Berdasarkan ruang lingkup

Menurut Henriques, bahwa contoh stakholder di golongkan dalam beberapa ruang lingkup yakni :

1. Pemerintah (Govermental)

Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah  menjadi  hal terpenting dan juga harus meneriman pperhatian dari pihak perusahaan.

 

2. Kelompok Masyarakat (Community)

Kelompok masyrakat ini menjadi elemem konsumen untuk mengkonsumsi hasil produksi dan suatu perusahaan yang juga harus diperhatikan.

 

3. Organisasi Lingkungan (Enveriontal Organization)

Di zaman yang maju sekarang ini, sangat dibutuhkan adanya suatu organisasi lingkungan agar menjadi kekuatan kontrol sosial dengan fungsi mengawasi setiap aktivitas perusahaan.

Secara  umum organisasi lingkungan berorientasi  untuk menghindari eksplotasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup oleh perusahaan demi keuntungan perusahaan semata.

 

4. Media Massa (Massa media)

Dimasa yang sudah moderen ini media masa memilik peran dalam membentuk opini masyarakat terhadap aktivitas perusahaan. Perusahaan menggunakan media masa sebagai alat dan sosialisasi untuk membentuk kepercayaan (image) publik tentang aktivitas sosial yang dijalankan.

 

B. Contoh Stakholder Berdasarkan kelompok

Menurut Kasali bahwa contoh stakholder di golongkan dalam beberapa kelompok yakni :

1. Stakholder Internal dan Stakholdr Eksternal

Stakholder eksternal merupakan stakholder yang terletak di luar organisasi/perusahaan. Contoh : pemerintah, masyarakat, konsumen atau pelanggan, media massa, kelompok social responsible investor, licessing partner, penyalur dan pemasok dan lain-lain.

Stakholder Internal merupakan stakholder yang keberadaanya di lingkungan organisasi atau perusahaan. Contoh : manajer, pemegang saham dan karyawan.

 

Stakholder Primer, Sekunder dan Marjinal

Tinggkatan dalam stakholder sendiri terdiri dari primer, sekunder dan marjinal. Sehinggaa perusahaan tidak harus mmemperhatilakn semua  elemen stakholder, skala prioritas harus disusun dari perusahaan.

Bisa dikatakan untuk stakholder primer sebagai stakholder yang terpenting, urutan yang kedua ialah stakholder sekunder dan kemudian yang terakhir stakholder marjinal. Urutan ini bisa berbeda untuk setiap perusahaan dan dapat berubah dari waktu ke waktu.

 

Stakholder Masa Depan dan Stakholder Tradisional

Stakholder masa depan itu  seperti, peneliti, mahasiswa dan konsumen potensial dan lainya yang diperkirakan bisa mendatangkan pengaruh posistif untuk organisasi.

Kemudian kalau  stakholder tradisional itu seperti konsumen dan karyawan yang telah terjadi hubungan dengan organisasi.

 

 Propenents, Opponets, dan Uncommmitted

Stakholder terbagi menjadi 3 sesuai dengan sifatnya yakni kelompok yang memihak (proponent), kelompok uang menentang organisasi (opponents) dan kelompok abai (uncommitted) dengan maksud tidak perduli.

Ada keuntungan tersendiri jika mengenal stakholder dalam menyusun rencana dan strategi dan melaksanakan tindakan prodorsional ketika menghadapi permasalahan.

 

Vokal Minority dan Silent Majority

Kemudian jika dilihat dari bentuk dan dukunganya dapat dibedakan menjadi 2 yakni yang mendukung atau melakukan pertentangan dengan perusahaan secara vokal (aktif) tetapi terdapat juga yang menyatakan secara silent (pasif)

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Pengertian dan 3 Pendekatan Teori Analisis Stakholder Beserta Contoh semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu anda.terimakasih atas kunjunganya. 🙂

 

Kunjungi Juga :

  1. Pengertian, Jenis serta Perbedaan Uang Giral dan Uang Kartal
  2. Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Rapat  Umum Pemegang Saham
  3. Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun [Lengkap]
  4. Pengertian dan Contoh Soal LIFO, FIFO, AVERAGE dan HPP dengan 2 Pencatatan

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *