Pengertian, Contoh dan Sifat – Sifat Kas dalam Akuntansi [Lengkap]

2 min read

Pengertian, Contoh dan Sifat - Sifat Kas dalam Akuntansi [Lengkap]

Khanfarkhan.com – Sering kali kita mendengar istilah kas di dalam akuntansi ataupun tanah tertulis di jurnal maupun  laporan keuangan perusahaan.

Dimana dalam penjelasan kali saya akan menjelaskan secara jelas dan lengkap mengenai kas, karena kas ini memiliki sifat-sifat dan kategori kas, langsung saja simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Kas dalam Akuntansi

Dalam ilmu akuntansi kas merupakan harta perusahaan yang berfungsi sebagai alat tukar dan dapat diberikan dasar bagi pemahaman akuntansi. Sehingga kas bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Kas terdiri dari saldo kas dan rekening giro sedangkan setara kas atau cas equivalent yaitu sebuah investasi perusahaan yang sangat likuid.

Memiliki jangka waktu pendek dan dapat dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah yang ditentukan dan memiliki resiko perubahan nilai yang tidak tetap.

Kas berfungsi sebagai alat pertukaran yang bisa digunakan  sebagai ukuran di dalam akuntansi sedangkan neraca kas yaitu  aktiva yang lancar dan sering berubah yang dipengaruhi oleh beberapa transaksi dengan pihak eksternal.

Kas ialah aktiva yang tak berproduktif sehingga harus dijaga agar jumlah kas yang ada tidak terlalu besar sehingga tidak terjadi kas atau uang diam.

 

 

Definisi Kas Menurut Ahli

Dalam ilmu ekonomi kas dapat di ibaratkan uang berbentuk fisik mata uang, misalnya uang kertas dan koin.

Namun didalam pembukuan keuangan kas berupa aktiva lancar yang dapat digunakan secara langsung untulk pembayaran transaksi kas sehingga dipandang baik sebagai cadangan untuk pembayaran.

 

Fungsi kas terhadap akuntansi

Kas berfungsi untuk menampung transaksi yang menyangkut kas dalam perusahaan (pengeluaran atau penerimaan). Ditetapkan akun dan rekening sebagai berikut :

1. Kas kecil (petty cash) merupakan sejumlah dana dibuat secara khusus untuk pengeluaran secara rutin dan relative kecil jumlahnya. Namun memiliki jumlah yang terbatas secara berkala diisi kembali jika saldonya akan habis.

2. Kas atau Bank, berfungsi untuk menampung transaksi penerimaan dan pengeluaran kas melalui kasir didalam perusahaan.

3. Selisih kas yaitu untuk menampung perbedaan dari  jumlah fisik kas dengan jumlah kas menurut catatan pembukuanya. Namun, bersifat sementara saja atau sebelum penyebab selisihnya ditemukan.

Baca juga : 2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi

Sifat – Sifat Kas

Sesuai uang yang saya jelaska diatas bahwa kas meliputi uang tunai bisa yang berada ditangan ataupun dalam perusahaan atau di bank, check, demand reposit money order dan lainya. Ada beberapa kriteria dari kas yaitu :

1. Kas aktif tapi tidak produktif, agar mendapatkan rentabilitas, kas harus bergerak tidak boleh diam, agar dapat manfaat  atau dapap pendapatan.

Kas harus diubah terlebih dahulu bentuknya menjadi suatu persediaan atau piutang namun tidak juga dibolehkan merubah saldo kas seutuhnya, karena dapat menyulitkan perusahaan beroperasi karena kekurangan kas yang memadai.

2. Tidak memiliki identitas kepemilikan, yang menyebabkan kas mudah dipindah tangankan. Kondisi ini harus mampu membuat manajemen yakin jika :

  • Setiap pengeluaran kas harus sesuai dengan tujuan
  • Semua uang yagng seharusnya diterima, harus benar-benar diterima
  • Tidak terjadi penyalahgunaan terhadap uang milik perusahaan.

Supaya  alat pembayaran bisa dikategorikan sebagai kas, maka ada kriteria yang dapat dpenuhi terlebih dahulu seperti :

  • Harus diakui oleh umum dan dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran atau alat tukar dalam setiap transaksi.
  • Diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran sebesar nilai nominalnya.

 

Kategori Kas

Beberapa yang dapat dikategorikan sebagai  kas antara lain :

  1. Uang tunai, baik berupa uang kertas dan logam yang dikeluarkan oleh pemerintah indonesia atau oleh pemerintah negara lain (mata uang asing).
  2. Uang tunai yang tersimpan dalam lembaga keuangan (bank) namun berbentuk giro ataupun rekening tabungan (saving deposit).
  3. Intrument lainya yaitu money order personal check. Cashier’s sceck dan bank draft.

 

Contoh Bukti Kas Masuk

 

Pengertian, Contoh dan Sifat - Sifat Kas dalam Akuntansi

Demikian artikel mengenai Pengertian, Contoh dan Sifat – Sifat Kas dalam Akuntansi  semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca. Terimaksih atas kunjunganya

 

Kunjungi Juga :

  1. Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus dalam Akuntansi
  2. Pengertian, Ciri Ciri dan Karakteristik Perusahaan Jasa
  3. Contoh Transaksi Laporan Perusahaan Dagang beserta Jurnal
  4. Pengertian, Fungsi, Unsur dan Rumus Persamaan Dasar Akuntansi

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *