Pengertian Aktiva dan Pasiva beserta Perbedaanya [Lengkap]

3 min read

Pengertian Aktiva dan Pasiva beserta Perbedaanya [Lengkap]

 

Khanfarkhan.com – Pengertian dan perbedaan aktiva/pasiva : Aktiva (Harta) merupakan suatu sumber daya ekonomi peerusahaan yang jua meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat dari transaksi sebelumnya serta  juga memiliki  manfaat dimasa yang akan dating.

 

Pengertian Aktiva dan Pasiva beserta Perbedaanya [Lengkap] H(harta)=U(utang)+M(modal)

 

 

Pengertian Aktiva

Definisi harta sendiri ialah suatu kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan untuk dapat  menjalankan usahanya. Harta perusahaan dapat dibedakan menjadi harta lancar investasi jangka panjang, harta tetap harta tak berwujud dan juga harta lainya.

1. Aktiva lancer (current assets)

Aktiva yang diharapkan tersebut dapat dicairkan (diuangkan) tidak lebih dari 1 tahun atau siklus akuntansi. Aktiva lancer terdiri dari :

  • Kas (cash)

Seluruh aktiva yang tersedia didalam kas perusahaan maupun setara kas yang disimpan di bank yang dapat di ambil kapan saja.

  • Surat berharga (marketable securitas)

Pemilikan saham atau juga obligasi perusahaan lain yang mempunyai sifat sementara, yang sewaktu-waktu bisa dijual kembali

  • Piutang dagang (acoounts receivable)

Yaitu tagihan kepada perusahaan kepada pihak lain (debitur) disebabkan karena penjualan barang atau jasa secara kredit.

  • Piutang wesel notes (notes recivable)

Yaitu surat perintah penagihan pada seseorang atau juga badan untuk dapat membayar sejumlah uang ditanggal yang telah ditentukan sebelumnya, pada orang yang namanya sudah disebut didalam surat.

  • Piutang pendapatan atau juga pendapatan yang masih harus diterima (accured revenue).

Pendapatan yang sudah menjadi hak, akan tetapi belum diterima pembayaranya.

  • Persekot beban atau juga beban dibayar dimuka (prepaid exspenses)

Pembayaran beban yang dibayar diawal, namun tetapi belum menjadi suatu kewajiban pada periode yang bersangkutn.

  • Perlengkapan (supllies)

Semua perlengkapan yang digunakan demi terwujudnya kelancaran usaha, yang sifatnya  habis pakai .

  • Persdiaan barang dagang (merchandise inventory)

Barang yang dibeli yaitu dengan tujuan dijual kembali dengan mengharapkan mendapatkan suatu laba.

  • Investasi jangka panjang (long term investment)

Yaitu suatu penamaan modal didalam perusahaan lain didalam jangka waktu yang panjang selain itu juga unntuk memperolwh laba untuk mengontrol perusahaan tersebut.

 

 

2. Aktiva tetap (fixed assets)

Fixed assets yakni kekayaan milik perusahaan yang pemakainya (umur ekonomis), lebih dari satu tahun, dipakai untuk kegiatan operasi, serta juga tidak untuk dijual.

Contoh asset tetap adalah :

  • Tanah (land)
  • Gedung atau bangunan (building)
  • Mesin (machinery)
  • Peralatan took (store equipment)
  • Alat angkut (delivery equipment)
  • Peralatan kantor (office equipment)

 

3. Aktiva tetap tetap berwujud (intangible fixed assets)

Yaitu suatu hak istimewa yang dimiliki suatu prusahaan serta juga memiliki nilai namun tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Yang termasuk didalam intangible fixed assets atau aktiva tetap tak berwujud, antara lain sebagai :

  • Goog will : nilai lebih yang dimiliki perusahaan dikarenakan keistimewaan tertentu.
  • Hak paten : adalah hak unggul yang diberikan oleh pemerintah kepada seseorang atau juga badan dikarenakan penemuan tertentu.
  • Hak cipta : yakni hak yang bersifat tunggal yang diterima dari pemerintah terhadap seseorang atau juga badan dengan alasan memiliki hasil karya seni atau tulisan bisa juga karya intelektual.
  • Merek dagang : hak yang diberikan oelh pemerintah kepada suatu badan unntuk dapat menggunakan nama dan juga lambing bagi usahanya.
  • Hak sewa : hak untuk bisa memakai aktiva tetap pihak lain dengan jangka waktu yang panjang berdasarkan kesepakatan sebelumnya.
  • Franchise : hak istimewa yang diterima oleh seseorang atau juga suatu badan dari pihak lain untuk dapat mengkomersikan formula oleh seseoarang atau juga produk tertentu.

 

Baca Juga : 

  1. Pengertian dan Bentuk Neraca Saldo Beserta Contohnya
  2. Cara Lengkap Membuat Neraca Lajur dalam Perusahaan

 

Pengertian Pasiva

Pasiva yaitu suatu pengorbanan ekonomi yang harus dapat dilakukan oleh suatu perusahaan dimasa yang mendatang. Pengorbanan untuk masa yang mendatang ini terjadi akibat oleh kegiatan usaha kewajiban tersebut dibedakan menjadi utang lancar dan juga utang jangka panjang

 

Pasiva (liabilitas) ialah suatu bentuk kewajiban oleh perusahaan yang wajib dibayarkan kepada pihak ketiga (kreditur). Termasuk juga di dalam pasiva (kewajiban yang harus dibayar) ialah suatu modal.

Pasiva  juga sesuai dengan jangka waktu atau juga umurnya dibagi menjadi:

  • Utang janngka pendek (current liabilites)
  • Utang jangka panjang (long term liabilities)

 

A. Utang Jangka Pendek

Merupakan suatu utang usaha yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang jangka pendek adalah satu tahun. Yang termasuk didalam kriteria utang jangka pendek di antranya adalah sebagai berikut :

  • Utang Wesel atau Wesel Bayar: adalah wesel yang wajib seseorang bayarkan pada pihak lain yang sebelumnya sudah pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel tersebut adalah 30 hari, 60 hari, atau juga 90 hari. Baca Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi
  • Utang Dagang (Account Payable): adalah utang terhadap suplier misalnya utang dalam rangka aktivitas atau kegiatan perusahaan, bisa juga utang yang muncul karena membeli barang dan belum dibayar.
  • Biaya-biaya yang harus dibayar: adalah suatu biaya-biaya yang belum kita lunasi didalam periode pembukuan tertentu. Misalnya adalah utang gaji, utang upah serta juga utang-utang biaya lainnya.

 

B. Utang Jangka Panjang

Utang yang masuk dalam golongaan utang jangka panjang yakni seluruh utang yang pembayarannya itu jangkan waktunya lama atau panjang. Seperti contohnya utang obligasi (bond payable), utang hipotek (mortage payable), dan lain sebagainya.

Komponen terakhir dari pasiva adalah suatu modal (capital). Modal atau juga capital itu diperoleh dari selisih atau juga nilai lebih assets dengan liabilities. Nilai lebih tersebut adalah hak dari si pemilik perusahaan.

Ada beberapa syarat dalam menyusun Neraca antara lain sebagai berikut:

  • Menuliskan nama perusahaan.
  • Menuliskan jenis laporan, didalam hal ini Neraca.
  • Menuliskan juga saat keadaan keuangan perusahaan itu sudah dilaporkan, misalnya tanggal, bulan serta juga tahun tertentu.

Penyusunan dalam Neraca tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara antara lain:

  • Bentuk laporan (Staffel)
  • Bentuk Scontro

Sumber penyusunan Neraca tersebut diambil dari kertas kerja lajur Neraca dengan ketentuan antara lain yaitu:

  • Untuk aktiva tersebut berada di lajur Neraca sebelah debet.
  • Untuk kewajiban datanya tersebut di lajur Neraca sebelah kredit.
  • Untuk modal tersebut diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan suatu modal.

 

Sekian penjelasan mengenai Pengertian Aktiva dan Pasiva beserta Perbedaanya semoga penjelasan saya diatas dapat dipahami. terimakasih.

Artikel Lainya :

  1. Pengertian dan Jenis-jenis Aktifa beserta Contoh Jurnalnya
  2. Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung
  3. Pengertian dan Contoh Buku Besar bentuk T , Skontro serta Stafell
  4. Pengertian, Jenis dan Instrumen Pasar Uang dalam Perekonomian

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *