2 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang [Perpetual dan Periodik]

2 min read

2 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang [Perpetual dan Periodik]

2 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang – Sering sekali kita mendengar mengenai persediaan barang dagang, dalam sebuah perusahaan dagang. Dimana pada dasarnya terdapat dua metode pencatatan dalam persediaan barang dagang yakni metode perpetual dan metode periodik.

 

Pengertian Persediaan

Dalam PSAK 14 (revisi 2018), persediaan ialah sebuah aset yang: tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha, sebagai proses produksi penjualan, berbentuk bahan atau perlengkapan guna keperluan proses produksi.

Merchandise Inventory (Persediaan Barang Dagang) ialah persediaan yang di beli kemudian di jual kembali sebagai usaha normalnya oleh perusahaan dagang.

Pembelian barang yang masih dalam perjalanan :

  • Jika dikirim dengan shipping term BOP destination (syarat pengirim dimana biaya pengirim ditanggung pihak penjual), maka barang masih milik penjual.
  • Jika dikirim dengan shipping term FOB Shipping Point (syaratnya pengirim dimana biaya pengirim ditanggung pembeli), sehingga barang sudah milik pembeli.

10 Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Suatu Barang

 

A. Barang Konsiyasi,

Barang Konsiyasi adalah barang yang masih dipenjual (consigne) masih hak perusahaan yang menitipkan (consignor) apabila penjualan dilakukan secara konsiyasi dengan cara  menitipkan barang kepada perusahaan ritel (consigner).

B. Biaya Persediaan,

Biaya Persediaan ialah semua biaya konversi, biaya pembelian dan biaya lainya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.

 

Metode Pencatatan Persediaan

Ada dua (2) metode/sistem pencatatan persediaan antara lain:

1. Metode Pencatatan Terus Menerus (Perpetual Inventory Method)

Sering disebut metode buku, dimana harga per unit dan jumlah masing-masing barang yang telah  dijual atau dibeli dicatat  secara terus menerus, dengan demikian saldo persediaan dapat diketahui setiap saat.

2. Metode Pencatatan Secara Periodik (Periodic Inventory Method)

Sering disebut sebagai metode fisik, yaitu setiap ada pembelian dan penjualan barang tidak langsung dicatat ke dalam persediaan namun, dengan menggunakan perkiraan pembelian dan penjualan, sehingga untuk mengetahui saldo persediaan harus melakukan perhitungan secara fisik.

13 Contoh Soal Jurnal Umum dengan Metode Periodik dan…

 

Perhatikan contoh dibawah ini:

Transaksi yang dilakukan PT FARKHAN JAYA berkaitan dengan persediaan barang dagam selama bulan Oktober 2016 sebagai berikut:

  1. Pembelian barang dagang sebesar Rp5.000.000 dengan termmin 2/10 n/30
  2. Dikembalikan sebagian barang yang dibeli pada 1 karena rusak senilai Rp 500.000
  3. Setelah 10 hari dilakukan pembayaran atas pembelian pada 1
  4. Dijual barang dagang sebesar harga jual Rp 7.400.000 dengan termin 2/10 n/30. Beban pokok barang yang dijual RP 4.500.000
  5. Sebagian barang yang dijual pada 4 diterima kembali karena tidak sesuai dengan pesanan seharga Rp 400.000. bean pokok barang tersebut Rp 250.000
  6. Diterima per kas dari debitur atas penjualan pada 4 dengan memperoleh potongan tunai.

 

Dari transaksi diatas pencatatan dengan kedua metode sebagai berikut :

Dalam sistem Perpetual, bila terjadi perbedaan nilai persediaan barang dagang akhir antar hasil pencatatan dengan perhitungan fisik maka perlu dilakukan jurnal penyesuaian:

  1. Selisih Persediaan Rp xxx

Persediaan barang dagang                                           Rp xxx

(bila nilai pembukuan lebih besar dari nilai fisik)

 

  1. Persediaan barang dagang Rp xxx

Selisih persediaan                                                            Rp xxx

(bila nilai fisik lebih besar dari nilai pembukuan)

 

Dalam sistem Periodik, bila terjadi perbedaan antara nilai persediaan barang dagang awal dan nilai persediaan barang dagang akhir, maka perlu dilakukan jurnal pemyesuaiaan.

  1. Ikhtisar L/R Rp xxx

Persediaan barang dagang,awal                                   Rp xxx

                Persediaan barang dagang, akhir                 Rp  xxx

                                Ikhtisar L/R                                                                      Rp xxx

(bila menggunakan metode Ikhtisar L/R)

 

  1. Persediaan barang dagang, akhir Rp xxx

Beban pokok penjualan                                                 Rp xxx

Retur pembelian                                                              Rp xxx

Potongan pembelian                                                      Rp xxx

                Persediaan barang dagang, awal                                                Rp xxx

                Ongkos angkut pembelian                                                            Rp xxx

(bila menggunakan metode beban pokok penjualan)

Demikian penjelasan mengenai 2 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang [Perpetual dan Periodik] semoga artikel yang saya buat ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan akan menambah ilmu pengetahuan kita bersama.

 

Kunjungi Juga :

  1. Inilah 5 peran manfaat pasar modal dalam Perekonomian
  2. 10 Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Suatu Barang
  3. 5 Dokumen Penting Stock Opname [Terlengkap]
  4. 2 Contoh Metode Pencatatan Kas Kecil Imprest dan Fluktuasi serta Perbedaanya

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *