[Contoh] Surat Undangan yang Resmi dan Tidak Resmi yang Benar

[Contoh] Surat Undangan yang Resmi dan Tidak Resmi yang Benar

Khanfarkhan.com –  Pentingnya sebuah surat undangan, apabila akan mengundang bebarapa orang untuk hadir dalam acara ataupun kegiatan-kegiatan tertentu. Namun sebelum itu harus bisa memahami mana surat undangan yang resmi dan surat undangan yang tidak resmi.

Dalam suatu instansi atau perusahaan diperlukan membuat surat undangan yang baik dan benar dari cara dan struktur penulisanya.

Karena didalam surat undangan tertera nama perusahaan atau intansi yang mengundang, jadi akan terlihat tidak profesional bila dalam penulisan undangan terjadi kesalahan yang fatal yang bisa  mempengaruhi  nama baik dari instansi tertentu.

Berikut ini saya akan memberikan gambaran menganai bentuk dana cara penulisan dari  jenis-jenis surat undangan yang diperlukan dalam kegiatan tertentu :

 

A. Surat Undangan Resmi

Disini  surat undangan resmi merupakan surat undangan yang dikeluarkan oleh pihak organisasi yang biasanya ditunjukan kepada organisasi lain atau perseorangan.

[Contoh] Surat Undangan yang Resmi dan Tidak Resmi yang Benar

Terdapatnya perbedaan dengan surat yang tidak resmi bahwa dalam penulisan surat resmi ini penulisanya harus memakai Bahasa baku dan penulisanya harus sesuai dengan EYD

 

Kriteria Surat Undangan Resmi

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam pembuatan surat undangan resmi yakni  sebagai berikut  :

  1. Kop surat
  2. Tanggal pembuatan surat
  3. Nomer surat
  4. Hal (undangan)
  5. Lampiran
  6. Alamat tujuan
  7. Salam pembuka
  8. Isi surat
  9. Salam penutup
  10. Pengirim
  11. Tembusan
  12. Inisial

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini:

[Contoh] Surat Undangan yang Resmi dan Tidak Resmi yang Benar

 

B. Surat Undangan Tidak Resmi

Yang dimaksud dengan surat undangan tidak resmi ialah surat tersebut dibuat oleh perorangan dengan mengajak orang lain untuk hadir ke suatu acara

Ada beberapa contoh surat undangan yang tidak resmi seperti surat undangan syukuran kelahiran bayi atau aqiqahan, surat undangan hari ualangtahun dan surat undangan pernikahan

Kriteria dalam pembuatan surat tidak resmi yang benar ialah sebagai berikut :

  1. Terdapat nama dan alamat pengirim
  2. Bahasa yang digunakan harus sopan,menarik serta komunikatif
  3. Terdapat hari, tanggal, waktu dan tempat pelaksaan acara yang tertera di dalam surat undangan

[Contoh] Surat Undangan yang Resmi dan Tidak Resmi yang Benar

 

Contoh surat undangan tidak resmi adalah surat undangan aqiqah atau syukuran kelahiran bayi, surat undangan pernikahan, dan surat undangan hari ulang tahun.

 

Baca Juga : Inilah 12 Contoh Bukti Transaksi Perusahaan

 

Bagian Surat Undangan Tidak Resmi

Terdapat bagian-bagian dari surat undangan tidak resmi

  1. Tempat dan tanggal
  2. Alamat
  3. Salam pembuka
  4. Isi surat
  5. Salam penutup
  6. Tanda tangan
  7. Nama pengirim

Setiap contoh yang ada diatas dan formatnya dapat dijadikan sebuah bahan referensi bagi and ajika akan membuat surat undangan yang resmi ataupun tidak resmi.

Maksudnya di dalam pembuatan surat tidak boleh sembarangan ataupun asal-asal karena ada bagian-bagian atau  krtiteria yang harus tercantum dan ada di  dalam surat tersebut.

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Surat Undangan yang Resmi dan Tidak Resmi semoga dari penjelasan saya di atas dapat dipahami dan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua

 

Kunjungi Juga:

  1. [terbaru]13 Contoh Bentuk Kwitansi Pembayaran
  2. 12 Contoh dan Format Surat Pengunduran Diri (Resign) terbaik 2018
  3. 14 Contoh Kwitansi Kosong Pembayaran dan Ketentuanya
  4. Pengertian, Tujuan, Periode dan 5 Dokumen Penting Stock Opname

Tinggalkan komentar