Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham

2 min read

Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham

Khanfarkhan.com – Pada era sekarang ini mungkin dari teman-teman sudah ada mengatahui apa itu capital gain dan capital loss. Sangatlah penting bagi untuk mengetahui keduanya ini apabila teman-teman ingin menjadi investor. Karena disini saya akan menjelaskan secara terperinci mengenai cara Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham.

Apabila ingin menjadi seorang investor pastinya teman-teman harus mengetahui cara menghitung perolehan  dari capital gain dan ccapital loss pada saham.

Sebelum saya menjelaskan lebih detail tentang ilustrasi perhitungan capital gain dan capital loss suatu saham, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal berikut ini.

 

Pengertian Capitan Gain dan Capital Loss

Capital gain saham diartikan sebagai sesuatu hal yang dapat memungkinkan seorang investor untuk bisa menerima keuntungan (return) suatu saham yang dihitung dari selisih nilai harga jual lebih besar dari pada harga waktu pembelian.

Sedangkan capital loss saham adalah sebuah kerugian yang diterima oleh pihak investor atas selisih harga yang jauh lebih rendah dari pada harga belinya.

Sebelum saya menjelaskan lebih detail tentang ilustrasi perhitungan capital gain dan capital loss suatu saham, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Mengetahui keuntungan berapa deopito dana awal ketika berinvestasi saham di pasar modal

Secara umum bahwa ketentuan deposito awal untuk memulai investasi sebuah saham tidak ada batasanya, namun sekarang ini dibeberapa sekuritas sering memberikan standar range dalam deposito awal yakni sekitar 5  s/d 10 juta rupiah.

 

Pemberitahuan : “hakikat deposito dan awal setiap sekuritas tidak sama, tergantung kesepakatan antara pihak investor dan sekuritas, dalam perjanjian tersebut saling berhubungan fee beli, fee jual dan besanya interest margin”

 

2. Mengetahu satuan perdagangan saham yang disebut ”Lot”

Didalam BEI (Bursa Efek Indonesia) sekarang sudah dapat memberikan ketentuan dalam satuan perdagangan saham di pasar reguler dan pasar tunai yakni “Lot”, dimana sebelum itu 1 lot sama dengan 500 lembar saham, tetapi sekarang 1 lot adalah 100 lembar saham, itulah yang dinamakan batasan minimal pembelian saham untuk periode ini.

 

3. Mengetahui standart pengenaan fee beli dan fee jual dari sekuritas

Secara hakikatnya untuk pengenaan fee jual dan fee beli di sekuritas tidaklah sama biasanya berdasarnya dari perjanjian awal antara pihak sekuritas dan pihak investor.

Pada saat ini beberapa dari sekuritas sudah membagi dua ketentuan dalam pengenaan fee sesuai perlakuan khusus mengenia pelayanan kepada beberapa nasabah atau investor.

a. Fee Reguler, dalam ketentuanya pengenaan dari fee reguler ini sangat besar, standarnya yakni fee buy 0,25 %, lalu untuk fee sell 0,35%.

Dasar dari  pengenaai fee ini berhubungan dengan pelayanan khusus terhadap nasabah konvesional. Contohnya ketika input jual beli dientriikan langsung dari pegawai sekurtitas yang sudah memiliki sertifikasi Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE).

 

b. Fee Online, dalam ketentuanya pengenaan dari fee online ini sanggat murah berbeda dengan fee reguler, standarnya ialah fee buy 0,15% sedangkan fee sell 0,25%.

Dasar dari  pengenaan fee murah ini berhubungan dengan input jual beli yang dilakukan sediri oleh pihak investor dengan sistem online yang sudah tersedia oleh masing-masing sekuritas.

 

4. Mengetahui ketentuan fraksi harga

Sangatlah penting untuk diketahui mengenai ketentuan fraksi harga, alasanya dari masing-masing harga disetiap kenaikan ataupun penurunan berbeda

Contoh Ilustrasi I

Berikut ini terdapat ilustrasi soal perhitungan perolehan capital gain sebuah saham:

 

Yang menjadi contoh adalah saham perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk perhitungan perolehan capitla gain pada saham transaksi reguler, berikut ilustrasinya:

Tuan Andi (Nasabah) membeli saham PGAS diharga Rp 2.250 sebesar 1000 lembar (10 lot), dihari yang sama ternyata saham mengalami kenaikan diharga Rp 2,340 karena sudah merasa cukuo dari keuntungan yang diterima, maka tuan andi langsung menjual di harga  Rp 2,340, sehingga perhitungan keuntungan yangg diterima ialah sebagai berikut:

Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham

Buy PGAS : RP 2.250

Pembelian saham :1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 2.250 X 1000                = Rp 2.250.000

Fee Buy 0,25%                    = Rp      5.625

Total = Rp 2.255.625

Jual PGAS : Rp 2.340

Penjualan saham : 1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 2.340 X 1000                = Rp 2.340.000

Fee jual 0,35 %                   =  Rp     8.190

Total = Rp 2.331.810

Total keuntungan yang diterima ialah = Rp 76.185

 

Contoh Ilustrasi II

Berikut ini terdapat ilustrasi soal perhitungan perolehan capital loss sebuah saham:

 

Yang menjadi contoh adalah saham perusahaan Astra International (ASII) untuk perhitungan perolehan capitla gain pada saham transaksi reguler, berikut ilustrasinya:

Tuan Abas (Nasabah) membeli saham Astra International (ASII)  diharga Rp 8.925 sebesar 1000 lembar (10 lot), dihari yang sama ternyata saham mengalami penurunan diharga Rp 8.775 karena tuan abas takut sahamnya terus mengalami penurunan, maka tuan abas menjualnya  di harga Rp 8.775, sehingga diterima kerugian sebagai berikut:

Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham

Buy ASII : RP 8.925

Pembelian saham :1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 8.925 X 1000                = Rp 8.925.000

Fee Buy 0,25%                   = Rp      22.312

Total = Rp 8.947.312

Jual ASII : Rp 8.775

Penjualan saham : 1000 lembar (10 lot)

Perhitungan:

Rp 8.775 X 1000                = Rp 8.775.000

Fee jual 0,35 %                  =  Rp    30.712

Total = Rp 8.744.288

Total keuntungan yang diterima ialah = Rp 203.712

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham semoga dengan penjelasan dan ilustrasi diatas tadi teman-teman dapat memahaminya. Terimakasih juga atas kunjunganya

 

Kunjungi Juga :

  1. Pegertian Rekening Koran (Giro) Fungsi, Jenis dan Manfaat
  2. Pengertian dan Jenis-Jenis Inkaso Beserta Prosedur dan Mekanisme
  3. Pengertian Elastisitas Penawaran dan Pembelian beserta Contoh Perhitungan
  4. Pengertian, Contoh dan Ciri Ciri dari Pasar Monopolistik

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *