Contoh dan Pengertian Devaluasi, Revaluasi, Apresiasi dan Resesi

2 min read

 

Contoh dan Pengertian Devaluasi, Revaluasi, Apresiasi dan Resesi– Berkaitan dengan  kurs mata uang asing selain dipengaruhi oleh permintaan dan penawara  juga membuat  suatu kebijakan dalam mengambil penentuan kurs mata uang.

Dalam hal ini juga suatu negara akan mengalami kenaikan atau penurunan nilai mata uang. Maka dari itu artikel ini akan membahas tentang  pengertian dan contoh devaluasi apresiasi dan resesi

Pengertian dan Contoh Devaluasi

Apa itu Devaluasi ?

Devaluasi yakni sebuah bentuk kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya menurunkan nilai mata uang dalam negeri atas mata uang negara asing.

Dengan adanya devaluasi mata uang asing terhadap rupiah akan semakin naik, sehingga aibatnya harga barang impor akan semakin naik jika dinilai dengan rupiah

Pemerintah sendiri mengharapkan dengan adanya kebijakan ini  agar jumlah barang impor dikurangi, sebaliknya barang-barang yang diekspor ke luar negri menjadi turunnilainya bila mata uang impornya bukan ruiah.

Karena nilai suatu barang  ekspor kita diluar negri  lebih rendah jumlahnya maka diharapkan volume ekspor bisa meningkat dan bisa bersaing di pasar internasioanl.

Sangat diharapkan dengan timbulnya jumlah ekspor dan penurunan jumlah ekspor mampu membuat perusahaan dalam negri dapat berkembang dengan baik sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian negara.

Ada dampak negative yang dibawa devaluasi yang membuat harga didalam negri menjadi naik, selain itu juga masyarakat Indonesia memiliki hutang keluar  negri  dalamm bentuk mata uang asing menjadi semakin terpukul

Contoh devaluasi, revaluasi,apresaisi dan resesi

Contoh Devaluasi dan penerapanya

Kasus :
Misalkan sebelumnya US$ = Rp 500,00  lalu naik menjadi US$ = Rp 750,00 (devaluasi pada tanggal 15 november 2016).

Utang andi US$ 2 juta.  Jika ia membayar  utang sebelum tanggal 15 november 2016, ia harus membeli US$  dengan kurs 1 = Rp 500,00 jadi andi harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 500,00, namun apabila ia harus membayar hutangnya setelah tanggal 15 november 2016, andi harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 750,00.

Ini berarti devaluasi mengakibatkan utang andi bertambah dalam niali rupiah sebesar Rp 250 juta dengan adanya tambahan utang ini jadi akan mendorong  andi untuk menaikan harga.

 

Baca Juga : 

  1. Pengertian, Jenis serta Perbedaan Uang Giral dan Uang Kartal
  2. Pengertian, Jenis dan Instrumen Pasar Uang dalam Perekonomian

 

Pengertian dan Contoh Revaluasi

Revaluasi merupakan sebuah kebijakan dari  pemerintah dalam upaya menaikan  mata uang negeri atas mata uang asing kebijakan revaluasi ini diambil oleh pemerintah pada saat akan mendorong tingkat impor dan menurunkan tingkat  ekspor.

Tujuan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan ini supaya mengurangi akumulasi mata uang asing dalam negri dengan hal ini nilai barang dalam negri semakin mahal dan  niali barang luar negri semakin murah.

Dampak negative yang dibawa revaluasi adalah dalam daya saing dan keuntungan perusahaan dalam negeri.

Dengan kebijakanya akan membuat barang-barang lokal lebih murah di pasar internasioanal. Sehingga  perusahaan dalam negri akan mengalami tekanan untuk meningkatkan produktivitas, promosi agar benar-benar barangnya dapat bersaing dalam pasar internasionnal serta menurunkan harga barang-barangnya.

 

Contoh Revaluasi

Kasus :
Pada bulan januari 2016 US$ 1 = Rp 8.500

Di bulan maret 2016, pemerintah mengambil kebijakan revaluasi sehingga  US$ 1 = Rp 7000

Perusahaan jaya merupakan sebuah perusahaan garmen yang mengekspor hasil produknya  ke berbagai  negara di eropa seluruh transaksi menggunakan mata uang US$

Pada bulan januari 2016 apabila negara A ingin membeli produk perusahaan Jaya senilai Rp 1.000.000 negara A harus membayar Rp 1.000.000 x US$1/Rp 8.500 = US$ 117.647 setelah adanya kebijakan revaluasi, nilai transaksi tersebut berubah menjadi Rp 1.000.000 x US$1/ Rp 7.000 = US$ 142.857.

Dalam hal ini dapat dilihat bahwa  setelah adanya kebijakan revaluasi, maka barang-barang ekspor menjadi semakin mahal, sebaliknya apabila perusahaan Jaya ialah penginpor produk garmen nilai transaksi setelah adanya revaluasi akan semakin murah.

 

Pengertian dan Contoh Apresiasi

Apresiasi  sendiri merupakan suatu proses meningkatkan nilai mata uang dalam negri yang disebabkan oleh adanya mekanisme suatu perdagangan. Istilah apresiasi biasanya sering digunakan oleh negara yang memiliki system kurs mata  uang mengembang.

Mata uang akan terjadi pelemahan atau penguatan terhadap mata uang  lainya. Mata uang yang mengalami penguatan terhadap mata uang lainya disebut dengan mata uang yang terapresiasi

Sedangkan mata uang yang nilainya turun terhadap mata uang lainya dinyatakan mata uang mengalami depresiasi

Contoh dan Pengertian Devaluasi, Revaluasi, Apresiasi dan Resesi

 

Contoh Apresiasi

Kasus :
Pada hari sebelumnya EUR?USD 1.3000 kemudian pada hari ini menjadi EUR/USD 1.3100. maka kurs EUR/USD meningkat

EUR/USD 1.3100 – EUR/USD 1.3000 = EUR/USD 0,010 atau serratus point

Bahwa Euro terapsesiasi terhadap dolar amerika. Sedangkan dollar amerika mengalami depresiasi terhadap Euro. Hal ini mencerminkan bahwa nilai Euro naik  atau dollar amerika  turun Euro menjadi mahal atau dolar amerika  menjadi murah dan jumlah dollar  amerika diperlukan untuk  membeli Euro menjadi banyak.

 

Pengertian dan Contoh Resesi

Resesi merupakan kondisi ekonomi dimana ketika  jumlah domestic bruto (GDP) menurun ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara rill bernilai selama lebih dari 1 tahun atau 2 kuartal.

Resesi bisa menyebabkan penurunan secara simultan pasa aktivitas ekonomi suatu negara. Seperti lapak keuntungan perusahaan investasi dan lapangan pekerjaan. Resesi sering dikaitkan dengan inflasi dan deflesi.

Resesi ekonomi yang berlangsung secara  lama disebut depresi ekonomi. Sedangkan penurunana drastis tingkat ekonomi akibat hiperinflasi disebut kebangkrutan ekonomi.

 

Contoh dari Resesi

Seperti suatu negara mengalami penurunaan tingkat ekonomi negara tersebut sering mengalaminya secara periodic dari pemerintahan satu ke pemerintahan lainya. Namun hal itu beerlangsung secara singkat sebagai dasar potensii  bangsa ini untuk bisa meloloskan disri dari resesi dengan ceepat.

Sekian penjelasan meteri artikel mengenai Contoh devaluasi, revaluasi,apresaisi dan resesi semoga artikel yang saya buat ini dapat bermanfaat dan menambah bagi pengetahuan pembaca sendiri. Terimakasih

 

Kunjungi Juga :

  1. Pengertian dan Bentuk Neraca Saldo Beserta 
  2. Pengertian, Tujuan dan Negara Penganut Sistem Ekonomi Komando (Sosialis)
  3. Perbedaan serta Contoh Saham Preferen dan Saham  Biasa
  4. Syarat Wajib dan Tata Cara dalam Pemungutan Pajak

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *