Cara Menghitung dan Rumus (BEP) Break Even Point Beserta Grafiknya

4 min read

Cara yang Benar Menghitung Break Even Point  Didalam perusahaan dagang tentunya anda  sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Break Event Point, akan apakah anda sudah mengetahui bagaimana cara mengihitung Break Event Point.

Nah, dalam kesempatan kali ini langsung saja saya akan mengjelaskan apa itu Break Event Point dan bagaimana cara menghitungnya, agar lebih mudah ada baiknya anda juga harus mengetahui rumus dari Break Event Point.

Adapun tujuan utama dalam sebuah perusahaa ialah agar mendapatkan laba sebesar-besarnya supaya perusagaan tersebut bisa berjalan dengan baik.

Agar mendapatkan laba, manajemen  perusahaan sangat memerlukan sebuah pendekatan, pendekatan dalam arti perencanaan laba yang dikenal sebagai Analisis Titik Impas atau Break Even Point.

 

Pengertian Break Even Point (BEP)

Break Even Point dikenal juga dengan analisi titik impas. Secara umum Break Even Point ini sebagai suatu keadaan dimana perusahaan pada saat akan melakukan kegiatan operasinya perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian juga.

Break Even Point  merupakan sebuah ukuran yang sangat sering dipakai pada  saat menilai keberhasilan suatu  manajemen perusahaan yakni target  penjualan yang tercapai, sehingga terjadilah laba yang maksimal.

Supaya mendapatkan laba yang maksimum dapat dipengaruhi oleh 3 faktor yang menjadi pendukung yakni :

  1. Biaya Produksi,
  2. Banyaknya Penjualan, dan
  3. Harga Produksi

Menurut pakar bahwa Break Event Point merupakan sebuah titik impas antara besarnya laba dan biaya suatu perusahaan dalam posisi yang seimbang atau sama, jadi pasar saat prosesnya tidak memperoleh keuntungan dan kerugian.

 

Lihat Juga : 2 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang [Perpetual dan Periodik]

 

Fungsi Analisa BEP

Biasanya Rumus BEP (Break Event Point) dipakai untuk menentukan hal-hal  seperti berikut ini:

  • Total penjualan minimun yang wajib dipertahankan supaya perusahaan tidak terjadi kerugian. Sedangkan jumlah penjualan minimum ini berarti juga jumlah produksi minimun wajib dibuat.
  • Total penjualan yang wajib dicapai untuk mendatkan laba yang sudah direncanakan atau bisa dikatakan kalau tingkat produksi  wajib ditetapkan untuk mendapatkan laba tersebut.
  • Mengukur lalu bekerja supaya penjualan dan tingkat produksi tidak menjadi sangat kecil dari BEP
  • Menganalisa perubahan harga jual, harga pokok dan besarnya hasil penjualan dan juga tingkat produksi. Dengan begitu analisis  terhadap BEP adalah sebuah alat perencanaan penjualan tingkat produksi, supaya perusahaan secara minimal tidak terjadi suatu kerugian. Berikutnya anda harus mendapatkan keuntungan berarti perusahaan wajib berproduksi di atas BEP-nya

 

Lihat Juga : 10 Contoh Penjualan & Pembelian (Retur, Potongan, Tunai, Kredit) Perusahaan Dagang

 

Tujuan dari Break Even Point

Pemakaian Berak Even Point ini bertujuan untuk menganalisis seluruh barang yang diproduksi atau jumlah uang atau laba yang harus diperoleh agar mencapai titik impas atau balik modal.

Didalam suatu perusahaan sebelum memproduksi suatu produk, hal partama yang perlu dilakukan ialah merencanakan seberapa besar keuntungan yang ingin diperoleh. Dan akan mengeluarkan biaya pada  saat produksi.

Maka dengan memakai BEP agar diketahui waktu dan tingkat harga penjualan yang dilakukan tidak menempatkan usaha tersebut menjadi rugi,dan juga bisa menetapkan harga pasar tanpa melupakan laba yang ditetetapkan.

Cara Menghitung Break Even Point Beserta Rumusnya
Kurva Break Event Point

 

Hal ini sangatlah berpengaruh terhadap penentuan harga  jual dan untuk sebaliknya, sehingga dengan penentuan BEP akan diketahui berapa total barang dan harga pada penjual. Analisis BEP ini dipakai untuk kepentingan lainya juga seperti analisis laporan keuangan.

Hal ini disebabkan karena biaya produksi sebagai suatu yang sangat berpengaruh terhadap penentuan harga jual dan sebaliknya, sehingga dengan penentuan BEP ini bisa diketahui berapa jumlah barang dan harga terhadap penjualan.

Analisis BEP ini dipakai untuk hal yang lain seperti analisis laporan keuangan. Pada saat  penentuan BEP atau titik impas ini perlu diketahui dulu hal-hal dibawah ini agar dapat ditentukan dengan tepat  yakni :

  • Kapasitas Produksi yang sudah ada
  • Tingkat keuntungan yang menjadi target dalam suatu periode
  • Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, seperti biaya tetap dan biaya variabel.

 

Disini juga saya memberikan penjelasan mengenai Pengertian dan Contoh Kasus Return On Investmen [Lengkap]

 

Komponen Break Even Point

Dalam menghitung berapa besar BEP atau titik impas yang pastinya memerlukan komponen-komponen seperti berikut ini dari  BEP, yakni :

1. Variabel Cost

Sifat dari Variabel Cost ini sangatlah dinamis, dan dikenal sebagai biaya per unit, yang bergantung pada tingkat volume produksinya.

Apabila produksi meningkat, maka variabel juga akan terus meningkat. Contohnya yakni biaya listrik, biaya bahan baku, dan sebagainya.

 

2. Fixed Cost

Fixed Cost ini termasuk dalam biaya konstan atau tetap, bila terjadi  kegiatan produksi ataupun sedang tidak berproduksi.

 

3. Selling Price

Seliing Price merupakan suatu harga jual per unit barang atau jasa yang sudah diproduksi

 

Lihat Juga : Pengertian dan Metode Depresiasi serta Cara Menghitungnya

 

Rumus Perhitungan Break Even Point

1. Dasar Unit

Rumus perhitungan berapa  jumlah unit barang atau jasa yang harus diproduksi supaya mendapatkan titik impas.

BEP =  FC /(P—VC) 

 

2. Dasar Penjualan

Cara menghitung berapa rupiah nilai penjualan yanng akan diterima dalam titik impas:

FC / (1-(VC/P)) *

Perhitungan (1-VC/P)) dapat juga dikenal dengan nama Margin Konstribusi  Per Unit

 

Keterangan :

BEP    : Break Even Point

FC       : Fixed Cost

VC      : Variabel Cost

P         : Price Per Unit

S         : Sales Volume

 

Cara  Perhitungan Break Even Point

Contoh  Kasus :

Diketahui :

Total Biaya Tetap (FC) bernilai Rp 180.000.000

Harga Jual Barang Per unit sebesar Rp 120.000

Perhitungan BEP Unit

BEP = FC/ (p – VC)

BEP = Rp  180.000.000/ (Rp 120.000 – Rp 60.000)

BEP = Rp 3.000.000

Perhitungan BEP  Penjualan

BEP = FC/ (1 – (VC/P))

BEP = Rp 180.000.000/ (1 – (Rp 60.000 / Rp 120.000))

BEP = Rp 360.000.000

Jadi dari perhitungan diatas, bahwa perusahaan bisa mengetahui keuntungan yang akan didapat berdaarkan bbesarnya penjualan minimum. Berikut adalah rumus dalam menghitung  keuntungan sebagai brikut :

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)

BEP – Laba = (Rp 180.000.000 + Rp 90.000.000) / (Rp 120.000 – Rp 60.000)

BEP – Laba = Rp 270.000.000 / 60.000

BEP – Laba = Rp 4.500 unit atau

BEP – Laba = Rp 540.000.000 (diperoleh dari 4.500 unit x Rp 120.000)

 

Lihat Juga : Cara Menghitung dan Contoh Soal (HPP) Harga Pokok Penjualan Perusahaan  

 

Perhitungan Dengan Pendekatan Grafis

Selanjutnya rumus BEP yang selanjutnya yakni dengan pendekatan grafis yakni menggambarkan hubunngan antara volume penjualan  dengan biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan serta laba. Bukan itu saja untuk dapat mengetahui biaya tetap dan biaya variabel dan tingkat kerugian suatu perusahaan. Asumsi yang dapat dipakai untuk  analisis peluang pokok ini ialah kalau harga jual biaya variabel per unit ialah konstan.

Anda bisa lihat grafik dibawah ini akan terlihat kalau untuk setiap unit penjualanya ada suatu informasi yang lengkap setiap rupiah penjualan, biaya variabel, biaya tetap dan total maupun laba atau rugi. Sehingga manajemen bisa melihat apabila akan memproduksi sekian unit, akan terlihat semua komponen diatas. BEP lewat grafik tampak terlihat jelas sekali ditunjukan baik dari segi unit ataupun rupiah yang didapat.

Cara Menghitung dan Rumus (BEP) Break Even Point Beserta Grafiknya
Grafik BEP

 

Tujuan dari pendekatan grafik ini dilakukan guna menggambarkan semua unsur-unsur biaya serta penghasilan kedalam sebuah gambar grafik. Pada gambar tersebut akan terlihat garis-garis biaya tetap, biaya total yang memvisualkan berapa jumlah biaya tetap serta biata variabel, dan juga garis penghasilan penjualan. Pada sumbu horizontal (sumbu X) menggambarkan besarnya volume produksi/penjualan dalam unit, sedangkan sumbu Vertikal (sumbu Y) menggambarkan besarnya biaya serta penghasilan penjualan. 

Nah, jika akan menggambarkan garis biaya tetap dalam grafik break even point bisa dilakukan dengan dua cara yakni dengan menggabarkan garis biaya tetap secara horizontal sejajar dengan sumbu X, atau dengan menggambarkan garis biaya tetap sejajar melalui garis biaya variabel. Sedangkan untuk cara kedua, besarnya contribution margin akan terlihat pada gambar break even point tersebut.

Lalu untuk penentuan break even point pada grafik, yakni pada titik dimana persilangan antara garis penghasilan penjualan memalui garis biaya total. Lalu jika titik itu akan kita tarik garis lurus vertikal menuju kebawah sampai sumbu X maka akanterlihat besarnya break even point pada unit. Sedangkan jika titik itu ditarik garis lurus horizontal menuju ke samping hingga sumbu Y, maka akan terlihat besarnya break even point.

 

Itulah tadi penjelasan mengenai Cara Menghitung Break Even Point Beserta Rumusnya, semoga bisa bermanfaat untuk anda. Terimaksih telah berkunjung

Kunjungi Juga :

  1. Pengertian, Perbedaan Biaya FOB Shipping Point dan Biaya FOB Destitation
  2. Pengertian, Fungsi, Unsur dan Rumus Persamaan Dasar Akuntansi
  3. Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus dalam Akuntansi
  4. Pengertian dan Contoh Bentuk Buku Besar Perusahaan

 

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *