Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan yang Benar

2 min read

Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan yang Benar

Khanfarkhan.com – Pada dasarnya terjadinya inflasi bukanlah hal yang menguntungkan bagi sebuah negara, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasinya yakni menggunakan kebijakan yang benar.

A. Kebijakan Moneter

Yakni sebuah kebijakan yang diambil pemerintah dibidang keuangan (moneter) yang memiliki sebuah tujuan supaya menjaga kestabilan moneter dan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan moneter sendiri meliputi;

1. Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto, ialah mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menaikan suku bunga yang merupakan kebijakan Bank Sentral. Setelah dinaikan suku bunga, diharapkan mayarakat menabung dibank lebih banyak. Sehingga, uang yang beredar dapat dikurangi.

2. Kebijakan Cadangan Kas

Kebijakan cadangan kas, ialah mengurangi uang yang beredar dengan cara menaikan cadangan kas minimum yang di tetapkan oleh Bank Sentral. Pada saat itu, Bank umum harus menahan uang lebih banyak di bank sebagai cadangan. Sehingga, uang yang beredar dapat dikurangi.

3.  Kebijakan Pasar Terbuka

Kebijakan pasar terbuka, dengan kebijakan ini akan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual SBI (Surat Bank Indonesia) dengan kebijakan Bank Sentral. Setelah dijualnya SBI, uang dari masyarakat akat diterima langsung oleh Bank Sentral. Sehingga, uang yang beredar dapat dikurangi.

4. Membatasi Percetakan Uang Baru

Membatasi pencetakan uang baru, Pemerinth mampu mengatasi inflasi dengan cara membatasi percetakan uang baru, supaya jumlah uang yang beredar tidak bertambah.

5. Menarik atau Memusnakan Uang yang lama

Menarik atau memusnahkan uang yang lama, ialah mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menarik atau memusnahkan uang lama dengan kebijakan Bank Sentral seperti uang logam Rp 5,00; Rp10,00 dan Rp25,00 kemudian uang kertas Rp100,00.

6. Kebijakan Kredit Selektif

Kebijakan kredik selektif, ialah mengurangi jumlah uang yang beredar dengan memperketat syarat-syarat pembelian kredit dari kebijakan Bank Sentral. Sehingga mampu mengurangi pengusahan yang bisa memperoleh kredit.

7. Sanering

Sanering, ialah kebijakan yang ditetapkan Bank Sentral dengan memotong nilai mata uang dalam negeri jika negara sudah mencapai inflasi di atas 100% (hiperinflasi). Sehingga uang yang beredar dapat dikurangi.

B. Kebijakan Fiskal (Kebijakan Anggaran)

Merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara agar dapat mengatasi inflasi. Kebijakan fiskal meliputi;

1. Menaikan Tarif Pajak

Menaikan tarif pajak; kebijakan pemerintah dengan menaikan tarif pajak bertujuan agar dapat mengatasi inflasi.

Dengan naiknya tarif pajak diharapkan mampu mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Menurunya tingkat konsumsi akan mengurangi barang dan jasa yang akhirnya dapat menurunkan harga.

2. Menghemat Pengeluaran Pemerintah

Menghemat pengeluaran pemerintah; Dengan cara meminimalisir pengeluaran pemerintah dapat menekan inflasi, sehingga berkurangnya permintaan barang dan jasa dampaknya bisa menurunkan harga.

Baca Juga : Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Dampak Inflasi [Lengkap]

C. Kebijakan lainya

Agar mengurangi dampak yang ditimbulkan inflasi, selain dengan kebijakan moneter dan fiskal. Pemerintah masih mempunyai cara lain untuk mengendalikan inflasi sebagai berikut.

1. Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang

Pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan mengendalaikan harga yang  ada. Namun penetapanya harus realistis agar tidak menjerumus ke pasar gelap karena penetapan yang tidak realistis.

2. Menambah hasil produksi & Menambah Jumah barang di pasar

Dalam meningkatkan produksi pemerintah bisa mengeluarkan perintah dengan menambah jumlah barang.

Dengan cara  memberi premi atau subsidi kepada perusahaan yang sudah memenuhi target tertentu. Agar mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar pemerintah menambah hasil produksi berupa barang dan jasa.

3. Menjaga kestabilan tingkat upah

Agar biaya produksi dapat ditekan yaitu dengan menjaga kestabilan untuk tidak membiaran upah naik terus-menerus.

4. Melarang penimbunan yang sering dilakukan pedagang

Akibat yang ditimbulkan dari penimbunan barang di pasaran dapat memicu kenaikan harga-harga. Jika pemerintah memberikan kebijakan melarang penimbunan, berarti mencegah kenaikan harga.

Setelah anda mengetahui tentang dampak inflasi di atas , dimaksudkan agar bisa menilai seberapa pentingnya mengatur keuangan. Inflasi dapat dicegah jika anda mampu mengatur keuangan dengan proses akuntansi.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan yang Benar semoga dengan penjelasan saya diatas dapat membantu anda. Terimakasih atas kunjunganya

Artikel Lainya :

  1. Pengertian Ekuitas (Equity) Serta 5 Jenis dan Contohnya
  2. Pengertian, Ciri Ciri dan Karakteristik Perusahaan Jasa
  3. Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia [Lengkap]
  4. Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contoh Cek dan Bilyet Giro Perusahaan

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *