8 Aspek Perbedaan Obligasi dan Saham di Indonesia

2 min read

8 Aspek Perbedaan Obligasi dan Saham [Lengkap]

strategi investasi saham dan obligasi– Pihak pengusaha besar sebagai pelaku bisnis yang sudah sangat kenal dengan saham dan obligasi. Saham dan obligasi mereka pakai dalam memperoleh dana segar sebagi tambahan modal dalam melasanakan perusahaanya.

Kemudian keduanya dipakai dengan mendapatkan dana segar dalam penambahan modal untuk menjalankan perusahaanya.

Kemudian kedua surat ini untuk banyak diperdagangkan oleh para pemilik modal yang bermain spekulasi lewat pasar saham atau pasar obligasi untuk mendapatkan keuntungan lewat investasi.

 

Pengertian Obligasi dan Saham

Berdasarkan pengertianya saham merupakan sebuah surat (instrumen financial) yang menjadi sebuah tanda kepemilikan seseorang atas aset-aset suatu perusahaan.

Kemudian untuk obligasi ialah suatu surat (instumen financial) yang berisi peryataan hutang dari perusahaan (penerbit obligasi) untuk pihak pemilik modal jelas dengan perjanjian besarnya bunga  dan taggal jatuh tempo pembayaranya.

 

Perbedaan Obligasi dan Saham

Dalam keadaan yang berbeda, banyak sekali masyarakat awam menganggap jika obligasi dan saham merupakan 2 sisi yang sama. Sebenarnya ke  dua hal tersebut sangatlah berbeda dari fungsi jangka waktu penggunaan, kewajiban atas pajak dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan beberapa perbedaan saham dan obligasi tersebut, khusus untuk anda yang belum memahaminya.

Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa perbedaan dibawah ini:

1. Perbedaan Jangka Waktu

Kepemilikan atas saham tidak dibatasi oleh jangka waktu  tertentu. Seseorang yang mempunyai  saham atas sebuah perusahaan dapat dijual atau menyimpan saham-sahamnya dengan leluasa tanpa ada batasan.

 

2. Perbedaan Fungsi

Saham memiliki fungsi sebagai sebuah tanda  bukti atas kepemilikan seseorang atas aset-aset perusahaan yang besarnya ditentukan dan tercantum di dalamnya. Sedangkan obligasi berfungsi yakni sebuah tanda bukti sebuah perusahaan atas hutang dengan besarnya tertentu untuk seseorang.

 

3. Perbedaan Asal Penghasilan

Pemilik saham mendapatkan penghasilan dengan besar sesuai dengan jumlahnya keuntungan yang diterima perusahaan dalam periode tertentu berdasarkan bagi hasil.

Sedangkan untuk pemilik obligasi mendapatkan penghasilanya dari besarnya bunga dalam setiap periode yang sudah ditentukan. Yang menjadi pembeda antara obligasi dengan saham yakni penghasilan yang diterima menjaadi bahan pertimbangan tersendiri bagi pihak investor guna menginvestasikan dananya.

 

4. Perbedaan Sisi Perpajakan

Besarnya keuntungan yang diterima oleh pemilik saham akan kena potongan pajak. Sehingga untuk keuntungan tersebut akan masuk kedalam pendapatan bersih perusahaan yang harus kena pajak.

Namun sebaliknya pemilik obligasi tidak akan terkena potongan pajak dengan alasanya akan dikeluarkan terlebih dahulu sebelum kena pajak.

 

5. Perbedaan Besar Keuntungan

Keuntungan yang diterima pemilik obligasi dan pemilik saham. Untuk pemilik saham mendapatkan keuntungan susah diproduksi jumlahnya tergantung pada besarnya keuntungan perusahaan atas usaha yang dilakukanya.

Sedangkan keuntungan yang diterima pemilik obligasi yakni keuntungan yang statistik, tidak terpengaruh dengan untung dan ruginya usaha yang dilakukan pihak perusahaan.

 

6. Perbedaan Hak Suara Atas Perusahaan

Pemilik saham harus menyetujui mengenau keputusan penting yang dihasilkan pihak manajemen perusahaan.

Dengan situasi ini karena setiap pemilik saham memiliki hak suara atas perusahaan. Tetapi bagi yang mempunyai obligasi sama sekali tidak mempunyai hak suara mengenai keberlangsungan dan keputusan yang dikeluarkan manajemen perusahaan.

 

7. Perbedaan Fluktuasi Harga

Dalam hal ini tingkat fluktuasi menjadi  hal pembeda antara saham dan obligasi. Untuk harga obligasi cukup stabil dan hanya sensitif untuk tingkat bunga dan inflasi. Namun untuk harga saham begitu fluktuasi dan begitu sensitif terhadap kondisi makro dan mikro.

Bagi yang mempunyai surplus dana dan yang akan berinvestasi sebuah pertimbangan harga antara saham dan obligasi menjadi hal yang utama.

 

8. Perbedaan Jika Terjadi Likuidasi

Apabila timbulnya likuidasi atau pecahnya perusahaan, makan pemilik obligasi akan mempunyai hak yang lebih banyak untuk setiap aset perusahaan.

Sesudah seluruh obligasi terlunasi, selanjutnya  pemilik saham memiliki wewenang terhadap sisa aset.

 

Tabel 8 Perbedaan Obligasi dan saham

8 Aspek Perbedaan Obligasi dan Saham [Lengkap]

Demikianlah tadi penjelasan mengenai 8 Aspek Perbedaan Obligasi dan Saham semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu anda dan menambah wawasan anda. Terimakasih

 

Artikel Lainya :

  1. Perbedaan serta Contoh Saham Preferen dan Saham  Biasa
  2. Contoh Soal Mencari Capital Gain dan Capital Loss pada  Saham
  3. 14 Jenis dan Tujuan Anggaran Perusahaan [Lengkap]
  4. Pengertian, Jenis dan Sistem Kliring dalam Akuntansi

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *