5 Contoh Perusahaan Anjak Piutang (Factoring) dan Jenis-Jenisnya

3 min read

4 Jenis Jenis anjak Piutang (Factoring) beserta Contoh Perusahaan [Lengkap]

Jenis – Jenis Anjak Piutang – Pada pembahan kali  ini saya akan menjelaskan jenis-jenis anjak piutang dimana terdapat 4 jenis dari anjak piutang berdasarkan pembagian beserta contoh perusahaan dimana jenis-jenis anjak piutang ini terbagi berdasarkan pelayanan, berdasarkan penanggungan resiko, berdasarkaan perjanjian, dan berdasarkan lingkup kegiatan.

Dan tak lupa juga saya menyertakan beberapa contoh perusahaan yang menggunakan anjak piutang. Nah, langsung saja penjelasan berikut ini:

 

Pengertian Anjak Piutang

Anjak piutang juga berarti factoring menurut kamus besar bahas inggris.

 

Apa itu Factoring ?

Factoring adalah piutang dagang dari suatu perusahaan (Clien) yang dijual kepada perusahaan dengan harga yang sudah didiskon, dengan ketentuan bahwa piutang dagang tersebut asalnya dari transaksi bisnis pemilik perusahaan (Clien)

Anjak piutang Menurut kamus Bank Indonesia, yakni suatu hukum kegiatan pembiayaan berbentuk pembeliaan dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek atau perusahaan atas transaksi perdagangan luar atau dalam negeri.

 

Jenis Jenis Anjak  Piutang

Perusahaan yang menerima tawaran sebuah fasilitas dari anjak piutang yang bisa dibedakan berdasarkan beberapa jenis antara lain :

 

A. Berdasarkan Pelayanan

1. Bulk Factoring

Jenis anjak piutang ini memberikan jasa pemberitahuan dan pembiayaan saat jatuh tempo pada nasabah, tanpa memberikan jasa lain misalnya administrasi penjualan, penagihan dan resiko piutang.

2. Full Service Factoring

Jenis dari anjak piutang ini memberikan jasa secara menyeluruh, bisa saja secara non pembiayaan atau juga dengan  pembiayaan.

 

Lihat Juga: Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi

 

3. Maturity Factoring

Pada dasarnya pembiayaan tidak dibutuhkan oleh klien namun oleh perusahaan penagihan piutang dan penjualan serta proteksi tagihan.

4. Finance Factoring

Untuk jenis anjak piutang Finance Factoring hanyalah menyediakan sebuah fasilitas pembiayaan saja tidak menanggung seluruh resiko atas piutang  tak tertagih.

Untuk perusahaan factoring sebagai penyediaan pembiayaan dana tunai  bisa sampai sejumlah 80% dari nilai seluruh faktur yang ternyata penyerahan faktur sesuai dengan besarnya plafon pembiayaan (Limited Kredit).

Kemudian untuk penagihanya dan piutang klien harus bertanggung jawab, termasuk menanggung resiko tidak tertagihnya piutang tersebut.

 

 

B. Berdasarkan Penanggungan Resiko

1. With Recourse Factoring

Mengenai resiko debitur yang tidak mampu memenuhi kewajiban. Justru keadaan ini untuk perusahaan anjak piutang merupakan ancaman resiko

Berdasarkan kesepakatan With Recourse, klien akan menanggung resiko kredit terhadap pengalihan piutang terhadap pihak perusahaan anjak piutang.

Sehingga dengan hal tersebut, pihak klien akan menerima kembali tanggung jawab (recourse) pembayaran piutang dari perusahaan anjak piutang atas piutang yang tidak tertagih dari customer tersebut.

Atas piutang atau faktur yang diserahkan berupa uang muka proporsi tertentu.

 

2. Without Recourse Factoring

Resiko atas tidak tertagihnya piutang yang sudah dialihkan oleh klien perusahaan annjak piutang yang menangungnya. Akan tetapi, untuk diluar keadaan macetnya tagihan dapat diberlakukan dalam bentuk recourse dan dapat juga di cantumkan untuk perjanjian anjak piutang.

Supaya menghindari dari tagihan karena tidak dia bayar dimana pihak klien ternyata mengirimkan barang yang cacat atau tidak sama dengan perjanjian kepada nasabahnya.

Dalam hal ini customer berhak untuk mengembalikan barang yang sudah diserahkan tersebut dan terlepas dari kewajiban membayar utang.

Apabila terjadi kasus demikian, perusahaan factoring bisa mengembalikan tagihan tersebut kepada klien.

 

Lihat Juga : Pengertian Joint Venture Manfaat, Karakteristik, Contoh serta Kekurangan dan Kelebihannya

 

C. Berdasarkan Perjanjian

1. Disclosed Factoring

Disclosed Factoring adalah  sebuah pengalihan piutang untuk perusahaan anjak piutang yang dimana pihak debitur (Customer) mengetahuinya. Sehingga dengan alasan tersebut, pihak perusahaan anjak piutang memiliki hak tagih pada debitur yang bersangkutan ketika ternyata piutang sudah jatuh tempo.

Supaya hal tersebut dapat terlaksana maka di dalam faktur dicantumkan pernyataan bahwa piutang yang timbul dari faktur ini sudah dialihhkan kepada perusahaan anjak piutang.

Untuk lebih jelasnya mekanisme anjak piutang denganfasilitas disclosed bisa dilihat dibawah ini:

4 Jenis Jenis anjak Piutang (Factoring) beserta Contoh Perusahaan [Lengkap]

 

2. Undisclosed Factoring

Terjadinya pengalihan transaksi penjualan atau transaksi kepada perusahaan anjak piutang oleh pihak klien namun tidak ada pemberitahuan kepada debitur kecuali jika ternyata malah timbul pelanggaran atas kesepakatan terhadap pihak klien, atau bisa saja secara sepihak perusahaan anjak piutang menganggap akan menghadapi resiko.

Berikut adalah mekanisme Undisclosed Factoring :

 

4 Jenis Jenis anjak Piutang (Factoring) beserta Contoh Perusahaan [Lengkap]

 

 

D. Berdasarkan Lingkup Kegiatan

1. Domestic Factoring

Dalam transaksi kegiatan anjak piutang dengan melibatkan perusahaan anjak piutang, debitur  dan klien yang seluruhnya berdomisili di dalam negeri

2. International Factoring

Untuk transaksi ekspor dan imor barang yang melibatkan dua perusahaan factoring di masing-masing negara sebagai ekspor dan import factor yang merupakan kegiatan dalam anjak piutang ini

 

Contoh Perusahaan Anjak Piutang

 

4 Jenis Jenis anjak Piutang (Factoring) beserta Contoh Perusahaan [Lengkap]

 

1. SG Finance

Munculnya perusahaan SG Finance merupakan berkat dari pengambilan alihat PT Sociate Generale Coonsumer FInance Indonesia yakni suatu lembaga keuangan di Perancis, oleh PT Mitra Cakrawala Internaional dan Winarman Halim pada tahun 2008. Sampai perusahaan tersebut berganti nama menjadi SG Finance dan masih menggunakan nama brand Top Finance.

Perusahaan SG Finance disini hanya melayanai pembiayaan atau modal dana pada alat berat serta truk untuk dana di sektor infratruktur, perkebunan serta pada sektor pertambangan. Sampai saat ini perusahaan tersebut terus berkembang menjadi perusahaan anjak piutang dan counsumer.

 

2. Aditama Finance

Aditama Finance adalah sebuah perusahaan pembiayaan yang sudah muncul dengan solusi factoring atau anjak piutang dan sewa guna usaha atau finance lease. Perusahaan ini selalu siap dalam memberikan bantuan untuk solusi dari perkembangan usaha yang anda kembangkan saat ini. 

Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2001 dengan nama awal PT Artamas Finance, dan sudah secara resmi menjadi hak milik PT Asseta Selindo dan PT Kazanah Indexindo yakni perusahaan pemegang saham di Bnak Index. Sampai berubah ataupun berganti nama menjadi Aditama Finance yang saat ini lebih berfokus pada factoring dan finance lease.

 

3. PT. Tifa Finance

PT. Tifa Finance ini mulai berdiri sejak tahun 1989 oleh DSU yakni sebuah perusahaan yang bergerak dan berfokus pada bidang sewa guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Dan kemudian perusahaan ini bergantu nama pada tahun 1999 menjadi PT. Tifa Finance, dimana perusahaan in sudah mempunyai 2 cabang di Surabaya dan juga Jakarta dan berbagai kantor perwakilan di Samarinda, Banjarmasin, Makasar, Semarang dan Pekanbaru.

 

4. PT IFS Capital Indonesia

Perusahaan ini adalah perusahaan pembiayaan atay multi finance yang sudah berkembang dalam kurun waktu 22 tahun belakangan. PT IFS Capital Indonesia selalu memberikan penyediaan jasa di bidang leasiing untuk berbagai usaha kecil ataupun menengah di Indonesia dan juga bidang anjak piutang. PT IFS Capital Indonesia merupakan cabang dari perusahaan Capital Limited di negara Singapore dan juga salah satu pendiri dari Internasional Factory Group yang didirikan di Belgia. Perusahaan ini sudah menyediakan jasa untuk para inportir dan eksportir di Indonesia.

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai 4 Jenis Jenis anjak Piutang (Factoring) beserta Contoh Perusahaan semoga dengan apa yang sudah saya jelaskan di atas dapat membantu anda dan menambah wawasan anda. terimakasih atas kunjunganya

 

Kunjungi juga:

  1. Pengertian, Tujuan dan Periode Stock Opname
  2. 5 Dokumen Penting Stock Opname [Terlengkap]
  3. 14 Contoh Kwitansi Kosong Pembayaran dan Ketentuanya
  4. 10 Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Suatu Barang

 

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *