3 Sistem Pemungutan di Indonesia Dan Contoh Jenis Pajaknya

2 min read

[Lengkap] 3 Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia

Sistem Pemungutan Pajak di inonesia – Sebelum membahas bagaimana sistem pemungutan pajak yang berlaku di indonesia saat ini, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu pajak.

Definisi pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH.

Pajak merupakan iuran atau pemungutan rakyat kepada pemerintah dengan berdasarkan undang-undang yang berlaku atau peralihan kekayaan dari sektor swasta kepada sektor publik yang dapat untuk dipaksakan serta langsung ditunjuk dan dipakai gunakan untuk membiayai kebutuhan negara.

 

Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia

Sistem pemungutan pajak yang ada di indonesia dibagi menjadi tiga Official assessment system, Semi self assessment system, Witholding system.

 

A. Official Assessment System

Sistem Official Assessment system ini memberikan wewenang kepada pemerintah sebagai petugas pajak untuk menentukan besarnya pajak terhutang wajib pajak. Semenjak tahun 1998 sistem ini sudah tidak berlaku lagi karena adanya reformasi perpajakan.

Didalam sistem ini, keaktifan fiskus dalam mengehitung dan juga menetapkan besarnya pajak yang terutang sangatlah berperan sekali. sesuai surat yang sudah dikeluarkan oleh pihak fiskus  WP membayar pajak terutang tersebut.

 

Contoh Penerapan  Official Assessment System

Contohnya adalah PBB, di Negara Indonesia sistem Official Assessment System penerapanya sudah di anut dalam ketentuan atas pajak  Bumi dan juga  Bangunan

Ciri – ciri Official Assessment System

Terdapat 3 ciri-ciri Official assessment system sebagai berikut:

  • Wajib pajak bersifat pasif.
  • Hutang timbul setelalh petugas pajak menghitung pajak yang terhutang dengan diterbitkanya surat ketetapan pajak (SKP).
  • Pajak terhutang dihitung oleh petugas pajak.

Baca Juga : 7 Hal yang Harus Diketahui Sebagai Wajib Pajak Badan

 

B. Semi Self Assessment System

Semi self assessment system sistem pemungutan pajak menyerahkan wewenang kepada si wajib pajak untuk menhitung besarnya pajak, melaporkan sendiri dan membayar sendiri pajak yang terhutang yang seharusnya dibayar. Setelah adanya reformasi perpajakan pada tahun 1983 sistem ini sudah mulai diterapkan di indonesia.

 

Contoh Penerapan Semi self assessment system

Di Negara Indonesia Contoh penerapan sistem Semi self assessment system ialah wajib pajak wajib menghitung sendiri PPh pasal 29 untuk setiap akhir tahun untuk  mencari pajak terhutangya, melaporakan pajak terhutang tersebut ke dalam SPT tahunan lalu menyetorkanya.

Ciri – ciri Semi self assessment system

Terdapat 3 Ciri-ciri Semi self assessment system sebagai berikut:

  • Pajak terhutang dihitung sendiri oleh wajib pajak.
  • Wajib pajak bersifat aktif dengan melaporkan dan membayar sendiri pajak terhutang yang seharusnya dibayar.
  • Pemerintah tidak perlu mengeluarkan surat ketetapan pajak (SKP) stiap saat kecuali oleh kasu-kasu tertentu saja seperti wajib pajak telat membayar pajak terhutang terdapat pajak yang seharusnya dibayar teetapi tidak dibayar.

 

C. Witholding System (Potongan Pungut)

Witholding system sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada pihak ketiga untuk memotong dan menentukan besarnya pajak yang terhutang. Menurut saya jenis sistem ini cukup adil bagi masyarakat di indonesia.

Contoh Penerapan Witholding System

Bapak Andi Menyewakan ruko kepada Bapak Maryono. Ketika Bapak Maryono membayar sewa kepada Bapak Andi, Makan Bapak Maryono harus memotong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan yang diperoleh oleh bapak Andi. Kemudian Bapak Maryono wajib menyetorkan pajak yang sudah dipotong ke kas Negara.

Artinya secara tidak langsung bahwa Bapak Andi sudah menjalankan kewajibanya dalam membayar pajak, akan tetapi kewajiban tersebut dijalankan oleh Bapak Maryono sebagai pemotong dan juga penyetor.

 

Keunggulan sistem witholding yakni setiap wajib pajak yang bersangkutan tidak lagi susah-susah dalam menghitung dan juga menyetorkan pajaknya dengan alasan pekerjan itu telah dilakukan oleh si pihak ketiga.

Kelemahan sistem witholding yakni bahwasanya uang pajak yang sudah dipungut oleh si pihak ketiga mempunyai resiko tidak akan disetorkan. bisa saja pihak kietiga tersebut justru memakai uang pajak uang dipungutnya di ppergunakan untuk keperluan lain.

Di indonesia sistem pemungutan pajaknya sendiri menggunakan dua sistem yaitu self assessment system dan witholding system. terdapat beberapa cara dalam melaksanakan pemungutan pajak untuk lebih jelasnya dapat membaca artikel berikut ini syarat wajib dan tata cara pemungutan pajak

 

Demikianlah tadi penjelasan mengenai Sistem pemungutan pajak yang berlaku indonesia semoga dengan penjelasan saya diatas dapat membantu anda dan menambah wawasan bagi pembaca. terimakasih

 

Kunjungi Juga: 

  1. 10 Manfaat Tax Amnesty bagi Negara dan Wajib Pajak
  2. 15 Keuntungan Memiliki NPWP dan Jenis Dokumen yang diperlukan
  3. 23 Objek Pajak Penghasilan PPh dan PPh Final beserta Contoh
  4. 3 Contoh Soal, Tarif dan Perhitungan PPh Pasal 23

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *