3 Jenis Akad Mudharabah dalam Syariah Beserta Dasar Hukumnya

1 min read

3 Jenis - Jenis Akad Mudharabah dalam Syariah

Khanfarkhan.com – Dalam melakukan transaksi syariah ada yang dikenal dengan nama akad mudharabah, mungkin teman-teman ada yang belum mengetahui jenis-jenis dari akad mudharabah.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai akad mudharbah secara jelas dan lengkap agar lebih mudah dimengerti dan dipahami.

Pengertian Akad Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata adhdharby fi yaitu bepergian untuk urusan dagang atau qiradh yang berasal dari kata alqardhu yang berarti potongan, karea pemilik memotong sebgaian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungan.

Akad mudharabah merupakan suatu transaksi investasi yang berdasarkan kepercayaan-kepercayaan merupakan unsur terpenting dalam akad mudharabah, yaitu kepercayaan dari pemilik dana kepada pengelola dana.

Mudharabah Menurut PSAK terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Mudharabah Muthlaqah

Mudharabah Muthlaqah merupakan mudharabah dimana yang mempunyai dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana untuk kegiatan pengelolaan Mudharabah biasa disebut juga investasi tidak terikat.

Mudharabah jenis ini tidak ditentukan masa berlakunya, di darerah mana usaha tersebut akan dilakuakan, tidak ditentukan line of trade, line of industry, atau line of service yang akan dikerjakan.

Pada Mudharabah muthlaqah, bagi bank syariah dalam menggunakan dana yang disimpanya nasabah yang menyimpan dananya di bank syariah tidak memberikan pembatasan . Namun apabila ternyata pengelola dana melakukan kelalaian atau kecurangan, maka pengelola dana harus bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukanya.

Apabila terjadi kerugian atas usaha tersebut, yang bukan karena kelalaian dan kecurangan pengelola dana maka kerugianua akan ditanggungg oleh pemilik dana.

2. Mudharabah Musyarakah

Mudharabah Musyarakah ialah mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerja sama investasi. Akad yang disepakati pada awal kerja dalah akad mudharabah dengan modal 100% dari pemilik dana.

pada saat berjalanya operasi usaha dengan pertimbangan tertentu dan kesepakatan dengan pemilik dana ikut menanamkan modalnya dalam usaha tersebut jenis mudharabah ini merupakan perpanduan antara mudharabah dab akad musyarakah.

3. Mudharabah Muqayyadah

Mudharabah muqayyadah yakni mudharabah dimana yang mempunyai dana memberikan batasan kepada pengelola antara mengenai dana, lokasi, cara, dan objek investasi dan juga dari sektorusahanya.

Misalnya, tidak mencampurkan dana yang dimilik oleh pemilik dana dengan dana lainya, tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan tanpa penjamin atau mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga dan disebut juga investasi terikat.

Pada saat pengelola dana bertindak berentangan dengan syarat-syarat yang diberikan oleh pemilik dana, maka pengelola dana harus bertanggung jawab atas konsekuensi-konsekuensi yang dibuatnya, termasuk juga konsekuensi keuangan.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai 3 Jenis – Jenis Akad Mudharabah dalam Syariah semoga dengan penjelasan saya di atas dapat membantu anda dan menambah wawasan bagi anda.

Kunjungi Juga :

  1. Hubungan Akidah, Syariah, dan Akhlak
  2. Pengertian, Ciri-Ciri dan 7 Contoh Lembaga Sosial di Indonesia
  3. 10 Contoh serta Fungsi Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Di Indonesia
  4. 7 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Indonesia

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *