3 Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun

3 Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus – Dalam dunia akuntansi sudah tidak asing lagi dengan cara menghitung penyusutan. Nah, kali ini saya akan menjelaskan cara menghitung penyusutan dengan memakai metode garis lurus, Jumlah Angka Tahun dan juga saldo menurun.

Tidak lupa saya juga menyertakan rumusnya agar lebih mudah dipahami oleh teman-teman. Langsung saja simak penjelasan dibawah ini lengkap saya jelaskan dengan contoh soal dari ketiga metode tersebut.

 

Metode Penyusutan Garis Lurus

Penyusutan metode garis lurus ialah sebuah asset yang sudah dibeli oleh perusahaan akan dipakai untuk tahun-tahun berikutnya. Kemungkinan tingkat produktivitas metode garis larus yang dihasilkan dari asset ini adalah sama untuk setiap tahunya.

Definisi dari metode penyusutan garis lurus yakni sebuah metode penyusutan yang begitu sederhana dan juga paling banyak diterapkan di berbagai perusahaan, ada beberapa anggapan yang mendasari penerapan metode ini yakni :

 Biaya tidak terpengaruh oleh produktivitas.

  1. Biaya pemeliharaan dan perbaikan untuk setiap periode jumlahnya relative stabil.
  2. Kegunaan ekonomi dari aktiva menurun proporsional setiap periode.

3 Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun

Penyusutan metode garis lurus, merupakan suatu biaya yang tetap setiap periodenya. Sebaiknya  metode ini dipakai untuk menghitung penyusutan aktiva tetap yang dipengaruhi perjalanan waktu atau bukan oleh tingkat pemakaian.

Contohnya  : Penyusutan Gedung, Peralatan Kantor dan sebagainya.

Contoh soal :

Untuk biaya perolehan sebesar Rp 14.500.000 sedangkan niali sisa/residu Rp 2.000.000 dan perkiraan umur ekonomis yakni 5 tahun.


Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun [Lengkap]

Kamu juga bisa baca artikel ini Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

 

Metode Penyusutan dengan Beban Menurun

 

1. Metode Jumlah Angka Tahun

Metode jumlah angka tahun ini duterapkan dengan cara menjumlahkan angka-angka dari taksiran umur ekononis, kemudian perhitungan penyusutan dimulai dari angka tertinggi dari umur aktiva yang terkait dan selanjutnya menurun secara berurutan.

Besarnya penyusutan tiap tahunya sama

Contoh soal :

Biaya perolehan sebesar Rp 11.500.000 dengan niali sisa/residu Rp 1.500.000 dan perkiraan umur ekonomis adalah 5 tahun.

Rumus :

Beban Penyust. Per tahun = Ratio JAT x (Beban pokok – Nilai Sisa)

Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun [Lengkap]

 

2. Metode Saldo Menurun

Dalam penerapanya, perhitungan biaya penyusutan dengan cara mengalikan persentase (tariff) tertentu dengan nilai buku suatu aktiva.

Nilai buku setiap tahunya menurun sehingga menimbulkan beban penurunan beban penyusutan, dapat dihitung dengan rumus :

Contoh soal :

Biaya perolehan sebesar Rp 50.000.000 dengan niali sisa/residu Rp 5.000.000 dan perkiraan umur ekonomis adalah 5 tahun.

Dari tariff diatas menjadi lebih mudah untuk dibulatkan alasanya karena, penyusutan merupakan suatu taksiran beban sehingga menjadi praktis dalam perhitunganya, sedangkan muncul selisih biaya dalam perhitunganya akan dianggap tidak terlalu penting.

 

3. Metode Saldo Menurun Ganda

Beban penyusutan yang setiap tahunya menurun akan dihitung dengan dasar presentase depresiasi metode garis lurus.

Kemudian berikutnya presentase ini dikalikan dua dan setiap tahunya di kalikan dengan nilai buku aktiva tetap, karena hal ini nilai buku selalu menurun maka beban depresiasi juga selalu menurun:

Contoh soal :

Biaya perolehan sebesar Rp 13.500.000 dengan niali sisa/residu Rp 1.500.000 dan perkiraan umur ekonomis adalah 5 tahun.

Rumus :

Beban Penyust. Per tahun = Tarif Penyusutan x (beban pokok x akum penyust)

Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun [Lengkap]

 

Itulah penjelasan mengenai 3 Contoh Penyusutan Metode Garis Lurus, Saldo Menurun dan Jumlah Angka Tahun  semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca. terimakasih

 

Kunjungi Juga :

  1. Pengertian Jenis dan Contoh Soal Piutang Wesel dalam Akuntansi
  2. 9 Contoh Akun yang Memerlukan Jurnal Penyesuaian [Penjelasan]
  3. Pengertian, Fungsi dan Contoh Soal Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik
  4. Pengertian, Fungsi dan Tujuan Rekonsiliasi Bank [Lengkap]

Please rate this

Tinggalkan komentar