[Lengkap] 13 Penghasilan Tidak Termasuk Objek Pajak Penghasilan

2 min read

[Lengkap] 13 Penghasilan Tidak Termasuk Objek Pajak Penghasilan

Khanfarkhan.com – objek pajak penghasilan merupakan semua  tambahan ekonomis yang diterima bagi wajib pajak, baik yang berasal dari luar indonesia bisa juga dari indonesia, yang dapat dipergunakan dalam menambah kekayaan wajib pajak atau untuk konsumsi yang bersangkutan dengan nama dana dalam bentuk apapun.

Penghasilan tidak termasuk Objek Pajak Penghasilan

Berikut ini ialah penghasilan yang tidak termasuk ke dalam objek pajak penghasilan yakni sebagai  berikut :

1.Sumbangan atau bantuan dan harta hibahan

  • Bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang didapat oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat, dimana pemerintah lah  yang membentuk dan mensahkan, untuk penerima zakat yang berhak atau sumbangan.  sifat wajib keagamaan untuk pemeluk agama yang diakui di indonesia, dimana lembaga keagamaan memperolehnya yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang berhak menerima sumbangan.
  • Harta hibahan yang asalnya dari keluarga sedarah akan tetapi masih masuk garis keturunan lurus satu derajat, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, badan keagamaan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, selagi tidak berhubungan dengan pekerjaan, usaha, kepemilikan atau pengusaha antara pihak-pihak yang bersangkutan.

2. Badan menerima harta yang termasuk setoran tunai sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal

3. Warisan

4. Imbalan atau pengganti yang berkaitan dengan jasa atau pekerjaan yang diterima atau didapat dalam bentuk natura dan kenikmatan dari wajib pajak atau pemerintah,

Kecualai yanng diberikan dari bukan wajib pajak, wajib pajak yang dikenakan pajak secara final atau wajib pajak yang memakai norma perhitungan khusus (deemed profit).

5. Pembayaran dari perushaan asuransi untuk orang priibadi berhubungan mengenai asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, asuransi kecelakaan dan asuransi bea

6. Bagian laba atau deviden yang diterima oerseroaan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, badan usaha milik daerah, atau badan usaha milik negara dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di indonesia dengan sayarat :

  • Hasil deviden dari cadangan laba yang ditahan
  • Untuk perseroaan terbatas, badan usaha milik daerah dan milik negara yang mendapatkan deviden paling renndah 25% dari total modal yang disetor.

7. Iuran yang didapat dana pensiun dimana pendirinaya sudah dishkan Mentri Keungan, baik ayng dibayar oleh pepgawai maupun pemberi kerja.

 

Baca Juga : Pengertian, Manfaat, Kekurangan dan Kelebihan Joint Venture

 

8. Berdasarkan nomor 7, dalam bidang tertentu yang ditetapkan Menteri Keuangan sudah menetapkan mengenai penghasilan yang berasal dari modal yang tertanam dari dana pensiunan .

9. Untuk bagian laba yang didapat atau dipeeroleh anggota dari perseroan komenditer dimana modalnya tidak terbagi atas persekutuan, perkumpulan, saham-saham, kongsi dan firma, termasuk juga pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.

10. Perusahaan modal ventura menerima penghasilan berupa bagian laba yang berasl dari badan pasangan usaha yang dibentuk dan menjalankan kegiatan atau usaha di indonesia, dengan ketentuan badan pasangan usaha tersebut.

  • Tidak diperdagangkanya saham di bursa efek di indonesia
  • Sebuah perusahan mikro, kecil, menengah atau menjalankan suatu kegiatan di sektor-sektor usaha yang ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Keuangan.

11. Berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan (PMK) di atur lebih lanjut mengenai beasiswa yang sudah memenuhi persyaratan.

12. Lembaga nirlaba menerima kelebihan dan badan yang bergerak dalam bidang pendidikan atau dalam bidang penelitian dan pengembangan, yang sudah terdaftar di instansi yang membimbingnya.

Untuk selanjutnya ditanamkan ulang berbentuk sarana dan prasarana kegiatan penelitian atau pendidikan dan pengembangan dengan jangka waktu paling lama 4 tahun selama diperolehnya sisa dari kelebihan tersebut dengan syart yang diatur oleh Menteri Keuangan.

13. Sesuai peraturan yang ditetapkan lebih lanjut sesuai Menteri Keuangan, sumbangan dan juga santunan yang telah disetorkan pihak Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial terhadap Wajib Pajak tertentu.

Demikianlah penjelasan mengenai 13 Penghasilan Tidak Termasuk Objek Pajak Penghasilan semoga dengan apa yang sudah saya jelaskan diatas bisa menambah pengetahuan anda dan wawasan anda.

 

Kunjungi Juga :

  1. Unsur  Unsur dan Fungsi Pajak Menurut Para Ahli
  2. 7 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Indonesia
  3. Syarat Wajib dan Tata Cara dalam Pemungutan Pajak
  4. 3 Contoh Soal, Tarif dan Perhitungan PPh Pasal 23

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *